
Zayn melihat kearah gadis yang kini juga melihat kearahnya, sesaat netra mereka bertemu namun keduanya dengan cepat menundukkan pandangannya.
“Diki, dorong kesana” ucap Zayn pada Diki agar kursi rodanya di dorong menuju gadis itu.
“Assalamu’laikum, selamat pagi” salam sapa Zayn.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta, Azizah dan Anisa.
“Mau kemana?” tanya Zayn.
“Tadinya mau besuk kamu” ucap Cinta tetap menunduk.
“Begitukah, aku juga mau membesukmu, kebetulan sekali” ucap Zayn dengan wajah sumringah.
“Jodoh ya Kak” ucap Anisa ceplas ceplos.
“Aamiin” jawab Zayn tersenyum menundukkan wajahnya karena malu.
Cinta yang mendengar ucapan Anisa hanya bisa diam dalam tunduknya.
“Mau masuk lagi?” tanya Zayn.
Belum sempat Cinta menjawab kali ini Anis lagi-lagi menyela.
“Kak Cinta kan sudah beberapa hari ini didalam kamar saja, jadi tadi mau menghirup udara segar ditaman depan kamar ini, sekalian katanya mau besuk Kakak juga” jawab Anisa.
“Begitu, kalau begitu kita ngobrol disini saja boleh?” tanya Zayn.
“Tentu Boleh” lagi-lagi Anisa yang menjawab.
Anisa termasuk gadis yang periang dan tidak kaku, meskipun demikian Anisa tetap tahu batasannya sebagai seorang wanita muslimah.
“Anis, kamu itu ya, coba sedikit di rem mulutnya jangan suka selonongan gitu, istighfar” ucap Kak Azizah yang usianya tak begitu beda jauh dengan Cinta.
“Hehe, maaf Kak” ucap Anis tersenyum.
Mereka pun akhirnya duduk ditaman yang ada didepan ruang rawat inap Cinta. Diki, Azizah dan Anisa duduk di kursi santai yang ada ditaman itu, sedangkan Zayn dan Cinta di kursi roda masing-masing.
“Apa kamu sudah lebih baik?” tanya Zayn.
“Alhamdulillah” jawab Cinta masih menundukkan kepalanya.
“Alhamdulillah jika begitu” ucap Zayn.
“Lalu, bagaimana denganmu sendiri, apakah lukamu sudah sembuh?” tanya Cinta balik pada Zayn.
“Alhamdulillah aku juga sudah lebih baik, lukanya insyaAllah sudah lebih baik juga” jawab Zayn.
“Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu” ucap Cinta.
“Oiya, laki-laki yang menguntitmu itu sekarang dalam proses hukum, semoga dia mendapatkan ganjaran yang setimpal dari semua perbuatannya” ucap Zayn.
“Semoga dia segera bertaubat dan mendapatkan hidayah untuk berubah menjadi manusia yang lebih beradab” ucap Cinta.
“Aamiin Yaa Allah” Zayn mengaminkan ucapan Cinta.
“Oiya, kata Dokter jika lukaku sudah kering insyaAllah lusa aku sudah boleh pulang” ucap Zayn.
“Alhamdulillah, aku juga begitu, jika tidak ada halangan mungkin hari ini atau besok aku sudah diperbolehkan pulang” ucap Cinta.
“Alhamdulillah kalau begitu” jawab Zayn.
“Apa kamu akan tetap mengisi kajian dan mengajar ngaji Kak Prinka dan teman-temannya?” tanya Zayn.
“InsyaAllah, tapi mungkin nunggu sudah benar-benar pulih” jawab Cinta.
__ADS_1
“Kamu tidak akan pergi dan pulang sendirian lagi kan, sungguh aku sangat khawatir” ucap Zayn.
“InsyaAllah aku akan dijemput dan diantar oleh supir yang sudah disiapkan oleh kak Prinka dan ibu-ibu lainnya” jawab Cinta.
“Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu, aku mohon jangan pergi sendiri lagi apalagi diwaktu malam” ucap Zayn.
Cinta hanya mengangukkan kepalanya tanpa menjawab.
Nun jauh direlung hati Cinta merasa bersyukur karena banyak yang peduli dengannya, termasuk Zayn.
Deg deg deg deg....
Seketika jantungnya berdegub ketika mengingat Zayn yang masih begitu peduli padanya.
“Astaghfirullahaladzim” ucap Cinta dalam hati.
“Oiya, setelah sembuh apa kamu akan langsung masuk kerja di MLA?” tanya Zayn.
“InsyaAllah, mungkin nanti izin satu atau dua hari dulu, jika sudah lebih baik dan nyaman barulah aku akan bekerja lagi. Lagi pula aku juga harus segera sembuh agar bisa ikut tes wawancara untuk menjadi duta MLA ke Arab Saudi, jadi jika tidak masuk bekerja takutnya itu akan menjadi hambatan untukku” ucap Cinta tanpa sadar menceritakan keinginannya itu pada Zayn.
“Arab Saudi?” tanya Zayn penasaran.
“Owhh,, maaf” Cinta baru sadar dia keceplosan lalu menutup mulutnya.
“Apa kamu mau ke Arab Saudi?” tanya Zayn serius sambil melihat jauh kedepan.
“Iya, mohon doanya” jawab Cinta.
Nyeeeesssss....
Ada rasa nyeri menghunus hati Zayn.
“Wawancara apa yang akan kamu ikuti, apakah kamu berniat tinggal disana?” lagi tanya Zayn dengan wajah seriusnya.
“Aku menjadi salah satu kandidat dari MLA untuk mengikuti tes wawancara ujian masuk Arabic Islamic International Boarding School di Saudi Arabia” jawab Cinta jujur.
“Itu mimpiku sejak lama, sejak dulu akau ingin sekali bisa menjadi bagian dari AIIBS dengan harapan agar aku bisa mengembangkan diri lebih baik lagi dan juga agar aku bisa lebih dekat dengan Baitullah, impianku adalah bisa beribadah ke Baitullah, mengujungi Ka’bah dan jika aku tinggal disana aku rasa aku bisa setiap hari ke Masjidil Haram” jawab Cinta dengan senyum bahagianya.
Sekilas Zayn melihat wajah Cinta yang tersenyum bahagia ketika menceritakan mimpi dan impiannya itu.
“Yaa Allah, apakah ini alasannya tak menerima lamaranku, karena ia ingin mewujudkan mimpi dan impiannya?” tanya Zayn sendiri dalam hati.
“Semoga mimpi dan impianmu itu bisa terwujud” ucap Zayn menyemangati.
“Aamiin Yaa Allah, mohon doanya ya, ini kesempatan emas bagiku, tiga tahun lalu MLA juga diberikan kesempatan untuk momen ini tapi sayang aku belum bisa ikut, tapi aku tak menyerah, aku yakin momen langka itu suatu saat pasti akan datang lagi, selama ini aku terus mendedikasikan diriku untuk MLA, memberikan yang terbaik semampuku dan alhamdulillah tahun ini kesempatan itu datang lagi, kali ini aku tak kan menyia-nyiakannya” jawab jujur Cinta.
“Apakah kamu benar-benar mengharapakannya, maksudku beharap diterima bekerja disana?” tanya Zayn memastikan.
“Tentu, sudah tiga tahun aku menanti kesempatan ini, aku akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku ingin berdoa langsung di Baitullah didepan Ka’bah, semoga kelak orang tua kandungku sudi menemuiku, mau menerima dan mengakuiku sebagai anak mereka jika mereka masih hidup hingga hari ini” ucap Cinta tertunduk dan tak kuasa air matanya pun jatuh membasahi jilbabnya.
Diki, Azizah dan Anisa yang mendengar harapan dari seorang Cinta pun turut teharu, terlebih Zayn, Zayn tak menyangka ternyata Cinta memendam rasa rindu kepada kedua orang tuanya yang tak pernah ia ketahui siapa dan dimana mereka sebenaranya daat ini.
“Aamiin, semoga kelak kamu bertemu dengan kedua orang tuamu” ucap Zayn yang mampu membuat Cinta kembali meneteskan air matanya.
Azizah dan Anisa pun tak menyangka ternyata dalam diamnya Cinta memendam rasa ingin bertemu dengan kedua orang tuanya.
“Namun, bagaimana jika kamu belum mendapatkan kesempatan itu, apakah kamu akan kecewa?” tanya Zayn membuyarkan lamaunan Cinta.
Cinta mengangkat kepalanya melihat kearah Zayn sejenak kemudian kembali menundukkan kepalanya.
“Maaf, aku hanya bertanya” ucap Zayn merasa bersalah.
“Aku sangat mengharapkan kesempatan ini, namun jika itu memang bukan bagian dari rejeki untukku, aku bisa apa. Kecewa sudah pasti tapi aku yakin mungkin ada hikmah dibalik semunya karena sesungguhnya Allah yang Maha Tahu segala yang terbaik untuk hamba-Nya” jawab Cinta.
“Jika aku sekali lagi melamarmu dan memintamu untuk tetap tinggal, apakah kamu akan tetap menolakku dan tetap pergi?” tanya Zayn karena walau bagaimanapun juga Zayn punya waktu kurang dari satu bulan untuk memastikan hatinya.
__ADS_1
Cinta hanya diam tanpa mampu menjawab pertanyaan Zayn.
“Jangan karena tak enak hati dan merasa harus balas budi kamu jadi ragu untuk menjawabnya, jawablah sesuai isi hatimu” ucap Zayn.
“Aku punya impian dan harapan, doa yang selama ini menjadi kekuatanku telah diberikan Allah melalui kesempatan ini, aku rasa aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini” Cinta menjawab pertanyaan yang diajukan Zayn tadi.
“Lalu, jika aku ingin mengkhitbahmu sekali lagi dan tetap mendukung penuh apa yang menjadi impianmu itu, apa jawabmu?” tanya Zayn dengan gemuruh gemetar dihatinya.
Cinta tak mampu mengeluarkan sepatah katapun, entah mengapa bibirnya kaku tak mampu memberikan jawaban penolakan yang biasanya lancar ia ucapkan pada Zayn.
Deg deg deg deg....
Jantung Cinta berdegub dengan kencang, tak tahu mengapa mendengar kalimat bahwa Zayn sekali lagi ingin mengkhitbahnya membuat hati Cinta bagai tersengat aliran listrik yang menjadikan aliran darahnya terasa mengalir begitu deras.
Dalam keadaan hening tanpa ada sesorang pun yang berkata karena menunggu jawaban dari Cinta, tiba-tiba terdengar suara salam yang menghampiri mereka dan membuat suasana canggung tadi sedikit mencair.
“Assalamu’alaikum” salam dari seorang wanita yang tampil dengan gaya anggunnya sambil tersenyum kepada semua yang ada ditaman depan kamar rawat Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari semua yang mendengar salam itu.
“Lala” ucap Zayn.
“Selamat pagi Kak Zayn, nona Cinta dan semuanya juga” ucap Lala Erickson calon tunangan Zayyan Wilson Arganta.
“Pagi” jawab Cinta, Azizah dan Anisa.
“Kalian diluar, sedang menghirup udara segar ya?” tanya Lala.
“Iya” jawab Cinta.
“Dengan siapa kamu kesini?” tanya Zayn.
“Sendiri Kak, aku senagaja mampir dulu kesini sebelum berangkat kekantor dan tadi Oma Aleta juga telpon katanya mau kesini jadi sekalian saja aku menunggu Oma Aleta karena katanya ada yang mau Oma sampaikan padaku dan Kakak. Oiya ini aku bawakan Lemon cake kesukaan Kakak, kita masuk dulu yuk sarapan” ajak Lala.
Zayn yang sejujurnya masih penasaran dengan jawaban Cinta serasa tak ingin beranjak dari tempat itu. Namun, Diki dengan sigapnya memberikan saran pada tuannya.
“Tuan sebaiknya kita masuk dulu, karena tuan juga belum sarapan. Sebaiknya tuan sarapan dulu smabil menunggu nyonya besar datang” saran Diki karena Diki tidak ingin nyonya Aleta murka jika melihat Zayn sedang ngobrol dengan Cinta secara kemarin sore saja nyonya Aleta terlihat begitu marah ketika tahu Zayn terluka karena menyelamatkan Cinta.
“Oiya ustadzah Cinta ini juga ada titipan dari Mami, kata Mami semoag ustadzah suka dan semoga ustadzah segera pulih” ucap Lala ramah.
“Terima kasih, tolong sampaikan terima kasih jug untuk nyonya Ela” ucap Cinta akhirnya bersuara juga.
“Kalau begitu ustadzah Cinta juga segera masuk ya, dicicipi kuenya” ucap Lala.
“Iya” jawab Cinta.
“Kalau begitu kita masuk ya Kak. Diki tolong kau bawa ini saja, biar aku yang dorong kursi rodanya Kak Zayn” ucap Lala.
“Baik” jawab Diki.
“Aku masuk duluan ya, Assalamu’alaikum” ucap Zayn tanpa melihat wajah Cinta.
“Wa’alaikumusaalm warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta, Azizah dan Anisa.
Melihat kepergian Zayn yang dirong kursi rodanya oleh Lala, membuat hati Cinta ,erasakan ada sesuatu yang nyeri, entah mengapa Cinta semamin bingung dnegan apa yang sebenarnya ia rasakan.
“Yaa Allah, mengapa rasanya dadaku sesak begini ya melihat kedekatan zayn dan nona Lala. Apakah benar mereka akan bertunangan” Cinta memegang dadanya yang terasa ngilu.
Tes tes tes....
Air mata Cinta tanpa sadar jatuh membasahi pipinya, ditatapnya kursi roda yang membawa Zayn kini menghilang dibalik pintu.
“Astaghfirullahaladzim... astaghfirullahaladzim... astagfirullahaladzim....” Cinta terus beristighfar dalam hatinya agar syaiton tak merusak hatinya dan semoga Allah memberikan pengampuan dalam setiap salah dan khilaf yang diperbuatnya.
#tbc....
__ADS_1
...Jangan lupa tingggalkan jejak like dan komennya disini ya. Terima kasih untuk dukungan dan semangatnya. Love u all readers. 😍😍😍...