Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Sebuah petunjuk


__ADS_3

Ayah Andrew terlihat kesal mendengar berita media sosial, masalah hubungan Andrew dan Yerin yang gagal.


" Apa maksud Mereka? Kenapa ada berita seperti itu."


" Sudahlah Yeobo. Mungkin itu yang terbaik baik Mereka. " Istrinya menenangkan.


Istrinya juga mengatakan kepada Ayah Andrew, mungkin jodoh Andrew memang bukan Yerin. Ibunya mengingatkan tentang Meysha kepada Suaminya tersebut. Dan Nyonya Kim juga bercerita bahwa dirinya sudah pernah menemui Meysha. Wanita yang diceritakan Rosalie kepada Mereka. Bahwa cerita Rosalie tidak sesuai kenyataannya. Cuma memang Wanita itu memakai penutup dikepalanya. Padahal kalau dilihat, Dia cantik. Nyonya Kim berusaha mempengaruhi suaminya, berharap suaminya melunakkan hati untuk masalah jodohnya Andrew.


Nyonya Kim pun bilang, Andrew terlihat benar-benar menyukai wanita yang bernama Meysha tersebut, mengingat saat Andrew sakit. Tidak sengaja mendengar Andrew mengigau namanya.


Nyonya Kim mengatakan jika suaminya perlu menemui Meysha. Jika memang terlihat tidak cocok, Mereka bisa menganggap pembicaraan ini tidak pernah terjadi. Ayah Andrew yang biasanya keras dan tegas, kali ini hanya bisa terdiam dan mendengarkan apa yang dikatakan Istrinya. Ayah Andrew terlihat mendengar saran dari istrinya. Apa salahnya melihat dan mengenal Meysha lebih dalam lagi. Ayah Andrew memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa latar belakang keluarga Meysha.


Tidak ada angin, tidak ada hujan. Tiba-tiba Andrew menghubungi Meysha. Dia mengajak bertemu disebuah restoran, yang sama sekali Meysha belum pernah ketempat tersebut. Restoran terkesan mahal dan mewah. Rasanya hanya orang sosialita tinggi dan bergaya, yang banyak makan di restoran tersebut.


Begitu Meysha datang, Manajernya Andrew terlihat sudah standby dan langsung mengarahkan Meysha ketempat Andrew berada.


Andrew yang terlihat sudah menunggu Meysha, terlihat begitu bahagia.


Begitu bertemu, Mereka saling menyapa dengan salam. Dan lalu melanjutkan obrolan biasa layaknya seseorang yang baru bertemu.


Mereka juga bertukar cerita tentang kehidupan Mereka masing-masing, disaat Meysha di Jakarta dan Andrew di Korea.


Disaat bersamaan Fauzan juga datang ke restoran tersebut dengan teman wanitanya. Tidak disangka tempat duduk Mereka berdekatan.


Meysha mengerutkan kedua alisnya. Antara percaya dan tidak percaya. Dia melihat Fauzan menggandeng wanita tersebut. Benar-benar berbeda saat dirinya bersama Hasan. Dia mencerminkan sosok lelaki yang alim.


Fauzan belum menyadari keberadaan Meysha. Ketika Meysha spontan berdiri dan beranjak dari tempat duduknya. Lalu menghampiri Fauzan yang sepertinya sedang asyik berbincang-bincang mesra. Bahkan tangannya memegang tangan wanita tersebut diatas meja yang masih kosong, karena pesanan belum datang.


" Fauzan?" Suara Meysha spontan membuat Fauzan sangat terkejut. Dia pun melepaskan tangan wanita tersebut.


Andrew terlihat menyusul Meysha, Dia menghampiri meja Fauzan.


" Meysha? Kau ngapain disini?"


" Aku yang mengundangnya."


Sahut Andrew tiba-tiba menyahut dari belakang Meysha.


" Kau?" Fauzan terlihat kesal.

__ADS_1


" Kau menjebakku?" Tuduh Fauzan kepada Andrew. Andrew terdiam. Dia memang dapat info dari manajernya. Dan sengaja memilih restoran tersebut untuk menunjukkan kepada Meysha, Siapa Fauzan aslinya. Dan benar saja, Fauzan benar-benar datang ke restoran tersebut.


Melihat Andrew terdiam, Fauzan terlihat naik pitam memegang kerah Andrew. Meysha pun terlihat langsung melerainya. Dan mengajak Andrew kembali ke tempat duduknya. Sebelum benar-benar terjadi pertengkaran.


Sedangkan Fauzan langsung beranjak, diikuti wanitanya yang menatap tajam pada Meysha.


Meysha hanya tertunduk. Dia merasa syok. Tapi mungkin itu sebuah petunjuk dariNYA. Disaat kurang lima hari, Dia harus memberikan jawaban.


" Kau tidak apa-apa?" Andrew terlihat khawatir.


Meysha menggelengkan kepalanya.


" Maafkan Aku. Ini salahku. Aku hanya ingin menunjukkan seperti apa kelakuan calonmu itu dibelakangmu." Jelas Andrew ada sedikit rasa bersalah telah menjebak Fauzan dan membuat Meysha terlihat sedih.


" Tidak. Justru Aku berterima kasih padamu." Ujar Meysha. Dia masih menundukkan kepalanya. Menunggu pesanan yang belum datang juga.


" Kau menyukainya?" Andrew bertanya, karena Meysha terlihat begitu sedih.


Meysha mendongakkan kepalanya, Dia memberanikan menatap Andrew.


" Bukan itu. Aku hanya bingung, bagaimana menjelaskan pada Ayahku." Ujar Meysha.


" Aku akan membantumu. Walaupun, Sepertinya Ayahmu membenciku karena berita scandal Waktu itu." Andrew terlihat sedih.


" Kau pernah menemuinya?" Meysha terkejut dan memastikan.


" Iya. Disaat Kau sudah ada di Jakarta." Jelas Andrew.


Meysha tersenyum, secara waktu itu Dia berpikir Andrew sudah tidak peduli padanya. Mengingat terakhir kali Mereka bertemu. Kata-kata Meysha sepertinya membuat Andrew kecewa.


" Kau kenapa?" Andrew penasaran melihat Meysha tiba-tiba berubah moodnya.


Meysha menggelengkan kepalanya. Dan saat itu pesanan datang. Mereka pun fokus memulai makan. Tidak lupa, Mereka berdoa dahulu sebelum makan.


Waktu tidak begitu terasa. Setelah selesai makan, Rasanya Andrew belum rela jika harus berpisah dari Meysha. Andrew pun menawarkan untuk menjalankan kewajiban Mereka dahulu di tempat ibadah terdekat. Meysha pun menerima tawaran tersebut. Secara Meysha tidak ingin terlambat untuk melaksanakan kewajibannya.


Pulang dari restoran. Meysha terkejut, sebab ada mobil sedan tepat di depan rumahnya. Meysha menduga-duga siapa yang datang. Mobilnya masih terasa asing bagi Meysha. Setelah masuk ke ruang tamu. Meysha tahu kalau Fauzan yang datang. Fauzan menyapanya dengan sebuah salam. Meysha tetap menjawab salamnya. Walaupun dalam hatinya, Dia menahan emosi dan kekesalan karena merasa Fauzan telah menipunya.


" Darimana saja Kau Mey? Kenapa baru pulang?" Tanya Ayahnya terlihat marah.

__ADS_1


" Habis makan malam sama teman Pa." Jawab Meysha.


" Teman? Atau kelasih koreamu itu?" Tanya Ayahnya to the point, membuat Meysha terkejut. Dan Meysha jelas tahu ulah siapa yang membuat Ayahnya terlihat marah seperti itu.


Sedangkan Fauzan tersenyum licik padanya. Meysha benar-benar beristighfar dalam hati. Dia berusaha menahan emosinya, melihat senyum licik Fauzan padanya.


" Jawab Mey." Tuntut Ayahnya ketika Meysha masih terlihat diam dan belum menjawab pertanyaannya.


" Maafkan Meysha Pa. Meysha hanya bersilaturahmi. Sekalian mendapatkan petunjuk." Jelas Meysha membuat Fauzan terlihat khawatir. Fauzan khawatir , Meysha akan blak-blakkan memberitahu Ayahnya tentang kejadian tadi di restoran.


" Jadi Kau sudah mendapatkan petunjuk?"


" Tentu saja Ayah." Sahut Meysha seraya pamit masuk. Namun tiba-tiba Fauzan berdiri.


" Bisa minta waktunya sebentar Mey?" Pinta Fauzan membuat langkah Meysha terhenti.


" Ada yang ingin kubicarakan." Tambah Fauzan.


Meysha membalikkan badannya dan mengerutkan kedua alisnya. Raut wajahnya penuh tanda tanya. Sedangkan Ayahnya terlihat melangkahkan kakinya keruang tengah, memberikan ruang untuk Mereka berdua berbicara. Meysha kemudian duduk. Begitu juga Fauzan. Mereka saling beradu pandang layaknya seorang musuh, yang sedang bernegosiasi.


To be continued


Jangan lupa baca cerita atau karya lainnya ya sahabat.



Sweet Police (The End)


The Principle ( The End)


Rival beside Me (The End)


Star Light ( The End)


Who I am ( The End)


Friendship in Love ( On Going)


__ADS_1


__ADS_2