Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Jantungku


__ADS_3

...🌹Haiii readers kesayangan terima kasih ya atas dukungannya, like, komen, vote dan hadiahnya juga. Semoga kita semua sehat dan bahagia selalu ya all readers. Salam sayang untuk all readers terkasih🌹...


🌸


Pagi itu Cinta sudah bersiap bergangkat ke Jakarta, di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Cinta diantar oleh ustadz Ayubi dan Umma Zilvia.


“Bang Ayubi, Kak Zilvia, aku berangkat ya” salam Cinta sambil berpelukan dengan Kak Zilvia.


“Hati-hati diajalan ya Dek, sehat selamat sampai tujuan dan tentunya semoga interview nya berjalan lancar dan nantinya memberikan hasil yang terbaik dari Allah untukmu” ucap Kak Zilvia tersenyum sambil memegang dua pipi Cinta.


“Aamiin Yaa Allah, terima kasih ya Kak Zil atas doanya” ucap Cinta menggenggam tangan Kak Zilvia.


“Pak Ammar, kami titip Cinta ya Pak” ucap ustadz Ayubi pada Ammar.


“InsyaAllah Pak” jawab Ammar tersenyum ramah.


Cinta di dampingi oleh Ammar berangkat ke Jakarta, Ammar selaku Direktur Utama meskipun hanya sementara, Cinta menjadi tanggung jawabnya dari awal sampai akhir.


“Kalau begitu, kami berangkat ya Pak, Bu. Assalamu’alaikum” ucap Ammar


“Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab ustadz Ayubi dan Kak Zilvia.


“Aku berangkat ya Bang, Kak. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh” Salam Cinta.


“Wa’alaikumussalam warohamtullahi wabarokatuh”lagi jawab ustadz Ayubi dan Kak Zilvia menjawab salam dari Cinta.


“Kalau sudah sampai kabari Kakak ya Dek” ucap Kak Zilvia.


“Iya, insyaAllah Kak” jawab Cinta.


Setelah berpamitan Cinta dan Ammar pun masuk untuk boarding pass.


Dari jarak yang cukup jauh namun masih bisa memantau keadaan Cinta, ada sepasang mata yang melihat kepergian Cinta.


Laki-laki yang menatap Cinta dari jauh itu adalah Zayn. Saat ini tanpa sepengetahuan Cinta, Zayn pun ikut terbang ke Jakarta untuk memastikan Cinta baik-baik saja dan sampai dengan selamat sampai tujuan.


“Zayn kita akan tetap disini atau masuk, karena kalau kita jadi berangkat kita harus masuk sekarang” Diki mengingatkan.


“Iya, ayo” jawab Zayn.


Zayn dan Diki pun masuk. Sambil berjalan menuju terminal keberangkatan, sambil berjalan Diki pun banyak bertanya pada Zayn.


“Zayn, apa kau masih mengharapkan ustadzah Cinta?” tanya Diki.


“Tidak munafik bahwa dalam doaku masih kusebut namanya untuk menjadi jodohku, namun saat ini aku mengikutinya bukan karena hal itu saja tapi aku hnaya ingin memastikan bahwa dia bisa mengikuti interview itu dengan baik dan lancar” jawab Zayn.


“Jika dia diterima maka kau tau sendirikan apa konsekuensinya, dia akan tinggal di Arab entah sampai kapan. Apakah kau akan tetap mengharapkannya?” tanya Diki serius.


“Entahlah, kini akau hanya ingin dia mendapatkan yang terbaik. Semoga hasil interview nya lancar dan pada akhirnya impiannya itu terwujud” lagi jawab Zayn.


“Apa kau sudah melepaskannya?” lagi tanya Diki.


“Aku serahkan semua kepada Allah apapun itu hasil akhirnya nanti, setidaknya aku harap waktu satu bulan yang aku sepakati dengan Oma, tidak sia-sia. Aku akan tetap berdoa dan berharapan Cinta akan memberikan aku satu jawaban terakhir yang tidak menajdi beban hatinya.


“Zayn, apakah kau tidak bisa memberi kesempatan pada Lala?” ucap Diki.


Zayn hanya tersenyum tipis tanpa memberikan jawaban pada Diki.


Kini Cinta, Ammar, Zayn dan Diki sudah berada didalam pesawat.


Cinta dan Ammar masih belum menyadari bahwa ada Zayn dan Diki dalam pesawat itu juga. Namun, berbeda dengan Zayn yang terus memperhatikan Cinta dari jauh.


Satu jam lebih sedikit jadwal penerbangan siang itu, akhirnya mereka pun sampai.


“Kita langsung ke MLA ya Cinta karena ada technical meeting jam 10 nanti” ucap Ammar.


“Baik Bang” jawab Cinta.


“Setelah selesai dari MLA baru kita ke hotel untuk istirahat ya” lagi usul Ammar.

__ADS_1


“Iya Bang” jawab Cinta.


Ammar dan Cinta yang sudah dijemput oleh pegawai MLA pun langsung menuju kantor MLA di Jakarta Pusat.


Zayn dan Diki pun mengikuti kemana arah mobil yang membawa Cinta dan Ammar.


“Zayn, mengapa kita jadinya seperti stalker ya” ucap Diki.


“Kita bukan stalker, aku hanya ingin memastikan Cinta baik-baik saja” jawab Zayn singkat.


“InsyaAllah dia akan baik-baik saja Zayn, lagi pula dia bersama Pak Ammar bukan sendiri jadi aku rasa keamanannya pasti terjamin” ucap Diki.


“Justru karena mereka hanya berdua dengan status bukan mahram akan bahaya jika lama-lama berduaan” ucap Zayn.


“Lalu menagapa kau tidak terang-terangan saja bahwa kau juga datang kesini, mengapa harus sembunyi-sembunyi seperti ini?” tanya Diki.


“Sudahlah jangan banyak tanya lagi, ikuti saja mobil mereka” jawab Zayn.


Siang itu setelah mengikuti persiapan untuk interview esok harinya, Ammar pun mengantar Cinta ke hotel tempat mereka menginap.


Siang itu setelah dari MLA, Cinta dan Ammar pun makan siang bersama sebelum berangkat ke hotsl


“Cinta ini kunci kamar kamu, kamu istirahat saja dulu karena saya harus Kembali ke MLA, insyaAllah jika sudah selesai saya akan menghubungi kamu kita dinner diluar, oke?” titah Ammar.


“Iya Bang terima kasih” jawab Cinta.


“Kalau begitu aku pergi sekarang ya. Assalamu’alaikum” salam Ammar.


“Wa’alaikumussalm warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Cinta.


Sepeningggalan Ammar dan Cinta yang sudah naik menuju kamar istirahatnya, Zayn dan Diki pun melakukan reservasi untuk menginap dihotel yang sama dengan Cinta.


“Alhamdulillah… akhirnya bisa rebahan juga” ucap Cinta menjatuhkan tubuhnya keatasa Kasur yang empuk.


Karena sudah melaksanakan sholat dzuhur sebelumnya tadi di MLA dan juga karena tubuhnya merasa Lelah, Cinta pun akhirnya tertidur siang menjelang sore itu.


“Yaa Allah menngapa aku bisa sampai sejauh ini mengikuti Cinta, apa yang sbenarnya aku lakukan?” gumam hati Zayn sambil mengusap kasar wajahnya.


Triiing Triiing Triiiing….


Ponsel Zayn berbunyi.


Diki yang melihat Zayn melamun tanpa merespon panggilan telponnya, akhirnya mencoba mengambil ponsel Zayn untuk melihat siapa yang menelpon tuan mudanya itu.


“Oma Aleta” ucap diki melihat tampilan nama yang melakukan panggilan telpon pada ponsel pribadi Zayn.


Diki pun berjalan mendekat pada Zayn untuk memebrikan ponselnya itu, karena sudah dua kali Oma Aleta mencoba menghubungi Zayn. Menggunakan nomer pribadinya.


“Zayn, Zayn….” Panggil Diki nnamun taka da jawaban dari Zayn.


“Zayn….” Tepuk Diki pelan pada bahu Zayn.


“Astaghfirullahaladzim…. Diki kau mengagetkanku. Ada apa?” tanya Zayn.


“Nyonya Aleta menelpon” jawab Diki.


“Oma?” tanya Zayn.


“Ya, sudah dua kali melukan panggilan telpon di ponselmu” jawab Diki.


“Baik terima kasih Diki” ucap Zayn.


“Jangan keseringan melamun Zayn, tak baik” Diki mengingatkan.


“Ya, terima kasih sudah mengingatkan” jawab Zayn.


Baru saja Zayn ingin mengankat panggilan dari Oma Aleta tapi sambungan telpon itupun terputus. Zayn pun akhirnya menelpon balik pada nomer Oma Aleta.


“Good afternoon Oma” sapa Zayn.

__ADS_1


“Yeah good afternoon” jawab Oma Aleta.


“Ada apa ya Oma?” tanya Zayn.


“Kau dimana, Oma sedang ada dikantormu sekarang, kata sekertarismu kau sedang di luar, tapi ketika ku tanya kemana, dia tidak bisa memberi tahuku katanya kemana kau pergi. Dimana kau sekarang dan kapan Kembali?” tanya Oma Aleta Borongan.


“Aku memang sedang ada agenda diluar Oma, mungkin aku tidak segera pulang ke kantor, maaf karena membuat Oma menunggu. Ada apa ya Oma hingga Oma mencariku langsung ke kantor tanpa menelpon dulu, maafkan aku yang tidak ditempat saat ini” ucap Zayn.


“Oma kesini bersama Lala, apa kau tidak bisa Kembali cepat kesini?” tanya Oma Aleta.


“Maaf Oma tidak bisa, mungkin lusa saja kita bertemu karena bseok aku masih sibuk” ucap Zayn mulai tegas.


“Baiklah kalau begitu” jawab Oma Aleta.


Setelah menutup sambungan telpon dari Oma Aleta, Zayn menarik nafas lega.


Sore berganti malam, malampun berganti dengan pagi yang cerah.


Pagi-pagi sekali Cinta sudah bersiap untuk mengikuti interview di MLA.


Dengan semangatnya Cinta melangkahkan kainya untuk keluar dari kamar hotelnya, karena saat ini Ammar pun sudah menunggunya di ruang sarapan.


Cinta berjalan dengan perasaan bahagia dan percaya diri, saaat hendak berjalan menuju tangga lift Cinta tak sengaja melihat Zayn yang baru saja memasuki lift menuju lantai bawah.


Deg deg deg deg….


Jantung Cinta berdegub ketika melihat sosok yang mirip Zayn yang masuk kedalam lift itu.


“Zayn, itu Zayn kan, benar sepertinya itu tadi Zayn, kok dia bisa ada disini” ucap Cinta dalam hati dengan rasa penasaran..


Karena penasaran Cinta pun melangkah cepat untuk mengejar sesorang yang dianggapnya mirip Zayn tadi, entah megapa Cinta hanya ingin memastikan apakah benar itu Zayn.


Setelah sampai dilantai bawah yang merupakan tempat sarapan para tamu hotel, Cinta semkin yakin bahwa itu adalah benar Zayyan Wilson Arganta karena Cinta yakin betul yang disamping Zayn itu adalah Diki sang asisten.


“Itu tuan Diki kan, benar sepertinya itu Zayn” Cinta pun berjalan cepat lalu meamnggil Zayn.


“Zayn… Zayn….” Panggil Cinta.


Mendengar Namanya disebut, Zayn pun menolah.


“Cinta” ucap Zayn terkejut seolah dia sedang terciduk oleh Cinta.


“Kau disini juga?” tanya Cinta.


“Ya” jawab Zayn ragu-ragu.


“Ternyata benar iitu kamu, sedang apa disini?” lagi tanya Cinta.


“Sedang ada pekerjaan saja” jawab Zayn sekenanya.


“Kebetulan banget” ucap Cinta.


Entah mengapa melihat kehadiran Zayn disana membuat Cinta semakin bersemangat.


Cinta tetap berpikir positif bahwa Zayn memang sedang ada pekerjaan disana, Cinta tak memikirkan jauh dari itu tentang kehadiran sosok Zayn disana.


“Mau sarapan juga?” taanya Cinta.


“Iya” jawab Zayn gugup.


Deg deg deg deg…..


Jantung keduanya berdebar-debar ketika tanpa sengaja netra keduanya bertemu.


"MasyaAllah jantungku..." ucapan yg kompak dari Zayn dan Cinta dalam hati Zayn dan Cinta


#tbc….


... Readers kesayangan jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, favorit dan bantu bagi Bungan bermekarannya juga ya. Love U all readers. 😍😍😍...

__ADS_1


__ADS_2