Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Saran Seorang Sahabat


__ADS_3

Zayn dan Cinta sejenak terdiam setelah saling mengetahui perasaan masing-masing.


“Cinta, terima kasih telah menerima lamaranku, lalu bagaimana dengan AIIBS?” tanya Zayn.


“Aku tak tahu, sungguh sejak lama aku menginginkannya rasanya aku senang sekali bisa mendapatkan kesempatan itu dan aku berharap aku benar-benar terpilih” jawab Cinta.


“Namun, entah mengapa rasanya aku juga ingin menyampaikan jawabanku atas pertanyaanmu waktu itu” ucap Cinta.


“Jika kamu ditempatkan dengan dua pilihan dan harus memilih salah satunya, maka mana yang akan kamu pilih?” tanya Zayn


Cinta terdiam, hatinya terasa berat untuk memilih salah satunya, namun Cinta sadar Cinta juga tidak bisa memilih keduanya.


“Menikah denganku tapi mengorbankan impianmu, atau gapailah impianmu dan aku akan mencoba mengikhlaskanmu” ucap Zayn.


“Mengapa ketika aku sudah membuka hatiku justru ada dilema seperti ini, mengapa harus memilih lagi?” tanya Cinta.


“Karena hidup itu pilihan, kita akan ditempatkan dengan dua pilihan tinggal bagaimana kita bisa bijak untuk menentukan tujuan yang membawa kemaslahatan bukan menimbulkan ke mudharatan" jawab Zayn.


“Bisakah kita bertahan jika berjauhan?” tanya Cinta membuat Zayn tertegun.


“Sejujurnya aku ingin menikahimu dan kamu tetap bisa mewujudkan mimpimu, tapi sepertinya itu sulit untuk ku wujudkan” ucap Zayn.


“Zayn…” panggil Cinta.


“Ya” jawab Zayn.


“Maukah kamu memberiku waktu sampai besok untuk memantapkan hatiku sekali lagi, aku ingin istikharah sekali lagi malam ini untuk lebih nemantapkan lagi mana yang menjadi pilihan hatiku?” tanya Cinta tetap menunduk.


“Baiklah, aku tunggu jawabanmu besok, aku harap kamu mendapatkan jawaban yang tepat, jawaban yang dipilihkan Allah untuk kebaikan masa depanmu” jawab Zayn.


“Terima kasih” ucap Cinta.


Terbit senyum di bibir Cinta dalam tunduknya, entah mengapa mendengar jawaban Zayn membuat hati Cinta lega.


Cinta ingat betul selama istikharahnya, hati Cinta terus mengarah pada Zayn meskipun beberapa kali ia menyangkalnya.


Cinta merasakan sesuatu yang sesak ketika mendengar Zayn yang seolah ingin pergi darinya, ada penolakan dihati Cinta hingga akhirnya Cinta memantapkan hatinya untuk menjawab pertanyaan Zayn tempo hari.


Namun, kini yang menjadi dilema hatinya adalah perasaannya berbenturan dengan impiannya, Cinta tak pernah terpikirkan akan hal itu sampai akhirnya Azizah membahas hal itu beberapa hari yang lalu.


“Kalau begitu, ayo kita keluar rasanya sangat canggung kita hanya berdua disini” ucap Cinta.


“Iya. Sekali lagi terima kasih atas jawabannya, Assalamu’alaikum Cinta” ucap Zayn dengan senyum bahagianya yang hanya bisa ia nikmati sendiri karena keduanya tetap dalam mode menundukkan pandangnnya.


“Iya, Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” Cinta pun sama seperti Zayn, tersenyum sendiri dalam diamnya.


Baru saja Zayn hendak memegang gagang pintu, ternyata seseorang sudah membukanya lebih dulu.


“Tuan Zayn” Mbak Lia melihat Zayn kemudian menjinjitkan kaki nya untuk melihat kedalam ruangan itu.


“Mbak Lia” ucap Cinta.


“Mbak Cinta” Lia tersenyum lega ketika melihat Cinta sepertinya baik-baik saja.

__ADS_1


“Kenapa mbak?” tanya Cinta karena wajah mbak Lia terlihat agak tegang.


“Emhh… nggak papa mbak, kupikir mbak Cinta kenapa-kenapa karena sejak tadi belum keluar kelas” ucap mbak Lia.


“Kalau begitu saya duluan ya, permisi” ucap Zayn berpamitan dwngan senyum yang nampak begitu bahagia.


“Iya” jawab Cinta dan mbak Lia bersamaan.


“Mbak Cinta nggak papa kan, baik-baik saja kan?”tanya mbak Lia.


“Iya, Alhamdulillah aku baik-baik saja mbak, mbak kenapa sih?” tanya Cinta.


“Nggak papa, Alhamdulillah kalau begitu. Oiya kok tadi sama tuan Zayn?" tanya mbak Lia.


“Owhh… itu, emhh… kami tadi ngobrol sedikit. Zayn berpamitan karena mulai besok dia tidak akan masuk lagi karena mulai sibuk demgan pekerjaannya." jawab Cinta sedikit gugup.


"Begitu ya, berarti beliau nggak akan datang lagi ke MLA?" tanya Lia.


"Sepertinya begitu" jawab Cinta.


Cinta dan Lia pun berjlaan bersama keluar daei ruangan itu.


"Oiya, kulihat sekilas tadi sepertinya aura tuan Zayn sedang bahagia, senyumnya beda banget" ucap mbak Lia.


"Ohh... itu, itu, ya sepertinya dia sedang bahagia, mungkin bahagia karena sudah selesai tahap belajarnya" jawab Cinta asal dengan gagap.


"Mbak Cinta juga kulihat sepertinya sedang gugup, kenapa mbak, apa ada hubungannya dengan tuan Zayn?" tanya mbak Lia penasaran karena selain gugup, pipi Cinta juga terlihat merona, apa lagi ketika disebut nama Zayn.


"Apa iya, nggak ah, perasaan mbak Lia aja kali" jawab Cinta sambil senyum malu-malu dan makin nampak rona merah jambi di wajahnya.


Lia merasa benar-benar lega sekarang karena apa yang di khawatirkannya tadi tidaklah benar.


Cinta malah menampak wajah bahagia dengan senyum sumringah.


"Alhamdulillah mbak Cinta baik-baik saja. Ampuni hamba Yaa Allah katena tadi sempat su'udzhon" ucap mbak Lia dalam hati.


"Mbak Cinta kayaknya lagi senang banget ya sedari tadi diam-diam dia senyum-senyum sendiri" mbak Lia masih bermonolog dalam hatinya sambil memperhatikan gerak-gerik Cinta.


"Owhhh... apa mungkin hubungan mbak Cinta dan tuan Zayn ada perkembangan yang baik ya, apakah pada akhirnya mbak Cinta mulai menyadari perasaannya pada tuan Zayn?" tanya mbak Lia pada dirinya sendiri.


"Tapi, apa iya ya. Atau jangan-jangan mbak Cinta bahagia karena akhirnya tuan Zayn keluar juga dari kelasnya jadi nggak ada lagi yang mengganggu keseharian mbak Cinta?" lagi tebak-tebak mbak Lia dalam hati.


"Yaa Allah... ampuni hamba, maafin aku mbak Cinta, aku kepingin tahu banget, aku penasaran... aakkhhh...." ucap mbak Lia dalam hati sambil terpejam dan menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Mbak, mbak Lia, mbak Lia kenapa ?" tanya Cinta saat mbak Lia bersikap aneh menurut Cinta.


"Mbak Cinta... maaf...." ucap mbak Lia.


"Maaf, maaf untuk apa mba" tanya Cinta.


"Aku kepikiran dengan hubungan mbak Cinta dan tuan Zayn, aku penasaran aja apa yang sebenarnya terjadi antara mbak Cinta sama tuan Zayn" ucap mbak Lia jujur dengan raut wajah tak enak hati sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


"Heee... hheehee" Cinta laget sambil tertawa kecil mendengar kejujuran mbak Lia.

__ADS_1


"Kok malah ketawa sih mbak, huhuhu" ucap mbak Lia seolah-olah ingin menangis saking malunya.


"Emang penasaran kenapa sih mbak?" tanya Cinta senyum-senyum.


"Tuh senyum itu, sejak keluar dari kelas tadi kulihat mbak Cinta senyum-senyum terus, kenapa sih, aku penasaran tahu" ucap mbak Lia sambil meringis.


"Hahaha... senyumkan ibadah mbak" Cinta pun memberikan senyum termanisnya untuk mbak Lia.


"Aiiihh... kayaknya beneran lagi bahagia ini, apakah hubungan mbak Cinta dan tuan Zayn jadi...." mbak Cinta membuat simbol love mengggunakan kedua jari-jari tangannya yang disatukan.


"Fffuuuu fffuuuu... apa itu" Cinta menahan tawa melihat sikap mbak Lia.


"Love la mbak ini, kayak orang-orang gitu loh bikin love dengan tangan begini" ucap mbak Lia kembali membuat simbol love dengan kedua tangannya lalu diletakkannya didepan dadanya pas di arahkan kedepan jantung seolah-olah love itu berdegub-degub.


"Hahahaah...." Cinta tertawa melihat sisi konyol mbak Lia.


"Eehhh... dia malah makin ketawa, ayolah mbak apa yang terjadi di dalam tadi, apakah tuan Zayn melamar mbak Cinta lagi terus mbak Cinta menerimanya, dan kalian sudah mendapatkan restu, hha hhah?" tanya mbak Lia bersemangat.


"Sstttt... mbak Lia pelanin suaranya, walau puasa nggak buat semangat dan energi mbak Lia surut ya" ucap Cinta bukannya menjawab.


"Iiihh mbak Cinta, jadi gimana, apa benar begitu" mbak Lia penasarannya sudah sampai ubun-ubun.


"Mbak Lia sekarang udah berubah jadi paranormal ya, bisa nebak-nebak gitu, tapi tadi nggak nguping kan?" tanya Cinta.


"Jadi beneran, kalian....????" ekspresi kaget sekaligus bahagia terpancar dari wajah mbak Lia dan kali ini mbak Lia membuat simbol dua love dengan kedua tangannya, menggunakan jari telunjuk dan jempol.


Cinta yang ditanya tidak menjawab, tapi ia hanya tersenyum dengan raut bahagianya yang terpancar dari bola matanya yang indah.


"MasyaAllah... akhirnya, mbak Cinta barokallah" ucap mbak Lia bangkit dari tempat duduknya kemudian memeluk Cinta dengan perasaan suka cita.


Mbak Lia tahu betul bahwa Zayn begitu tulus mencintai Cinta, terbukti Zayn selalu konsisten dengan niatnya untuk memperistri Cinta meskipun mungkin sudah ribuan kali ditolak Cinta.


Dengan status Zayn sebagai orang nomor 2 bahkan sebentar lagi akan menjadi orang nomer 1 di MLA, dia tak maluemperjuangkan Cinta dengan sikap daa tindakan kinyolnya, Zayn pantang menyerah sebelum menang.


Bagaimana jadinya jika semua pegawai di MLA tahu bahwa Zayn yang sering mereka gosipkan dengan pandangan nyinyir adalah pemilik tempat mereka bekerja.


Hanya segelintir orang saja yang tahu bahwa Zayn adalah cucu dari nyonya Aleta Wilson Arganta, ya hanya petinggi-petinggi dewan direksi saja dan beruntungnya kini Lia pun tahu karena Cinta pernah bercerita padanya.


"Mbak Cinta, Alhamdulillah ya akhirnya gayung bersambut dan restu pun sudah dikantongi, disegerakan ya" doa mbak Lia.


"Doakan yang terbaik ya mbak karena sejujurnya aku masih harus memilih antara menikah atau AIIBS jika aku lulus" ucap Cinta terlihat berat.


"Istilkharah mbak, mau dengar pendapatku?" tanya mbak Lia..


"Iya" jawab Cinta.


"Lelaki seperti tuan Zayn itu mungkin seribu satu mbak Cinta bisa menemukannya, jika aku boleh saran, aku rasa menikah lebih indah karena Allah bisa saja akan menggantikan AIIBS dengan hal yang lebih baik lagi karena seperti kata pepatah bahwa nikah itu the power of love dan seperti sabda Rasulullah bahwa menikah itu menyempurnakan separuh agama" saran mbak Lia.


"Mbak Lia, mbak memang yang terbaik, terima kasih sarannya ya mbak, insyaAllah aku akan mantapakn hatiku dengan bermunajat kepada Allah" ucap Cinta memeluk Lia.


Dan begitulah kisah dua sahabat rasa saudara yang saling menasehati dalam kebaikan dan juga kesabaran.


#tbc....

__ADS_1


...Jangan lupa bantu like, vote, dan favoritnya ya all readers kesayangan... 😍😍😍...


__ADS_2