
Meysha diam-diam chat ke Andrew. Meminta Andrew membelikan minuman favoritnya.Andrew pulang ke rumahnya belum terlalu malam. Di tangannya terdapat sebuah bungkusan yang berisi es serut kacang merah. Meysha merasa sangat senang karena suaminya membelikan minuman kesukaannya. Meysha segera menyajikan es serut dan tentu saja hal tersebut disaksikan Ayah mertuanya, yang hanya bisa menelan air liur karena terlalu malu untuk memintanya. Karena diam-diam Ayah mertuanya juga suka es serut kacang merah.
Meysha menawarkan kepada Ibu mertuanya, namun Andrew melarangnya, yang seharusnya membelikan Ibunya adalah Ayahnya. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk Ayahnya melakukan kewajibannya sebagai seorang suami, Ayahnya terlalu sibuk bekerja dan mengabaikan ibunya. Meysha dan Andrew saling mengkode dengan mata. Iya, ini taktik Mereka. Karena curhatan Ibunya Andrew yang merasa kesepian.
Ayah Andrew memilih masuk ke kamarnya, dirinya merasa kesal karena ulah Andrew yang sama sekali tidak menawarkannya es serut padanya, padahal es serut adalah minuman favoritnya. Ayah Andrew telepon dan meminta asistennya untuk membelikannya, namun asistennya menjawab jika toko sudah tutup di jam malam seperti saat ini. Pemilik eunsung Grup tidak bisa membeli minuman favoritnya, membuat tidurnya tidak nyenyak.
Paginya, saat sarapan Meysha tanpa sadar memanggil Andrew dengan sebutan Andrew ssi. Spontan Ayah Andrew menegurnya, karena memanggil dengan sebutan nama. Padahal Meysha tidak sengaja, Karena belum terbiasa. Mereka sudah menikah sekarang dan seharusnya memanggil suaminya dengan sebutan Seobangnim atau suamiku tersayang. Andrew kembali membela Meysha, kenapa Mereka harus melakukannya lagipula panggilan tersebut tidak cocok diucapkan di usia Mereka sekarang. Meysha segera memotong ucapan Andrew dan berucap akan melakukan perintah Ayah mertuanya.
Andrew dan Ibunya tertawa seketika mendengar ucapan Meysha yang terlihat hanya untuk menyenangkan hati Ayah mertuanya. Ayah Andrew juga terlihat akan tertawa namun segera ditahannya. Ibunya Andrew tiba-tiba memanggil Ayah Andrew dengan panggilan Seobangnim, bukannya senang Ayah Andrew justru marah mendengarnya. Andrew dan Meysha pun menahan tawanya.
Setelah selesai makan, Meysha dan Andrew berpamitan. Secara Mereka sudah dua hari menginap.Dan Andrew tidak ingin, Ayahnya membuat mental Meysha jadi down gara-gara banyak aturan darinya.
Nyonya Kim pun terlihat kehilangan, Dia ingin Andrew dan Meysha sering main-main kerumah.
__ADS_1
Setelah keluar dari area perumahan orang tua Andrew. Mereka langsung menuju apartement Andrew. Pagi ini Andrew hanya menghandle perusahaannya.Dia keluar hanya untuk meeting dengan investor. Dan siangnya Dia harus terbang ke Singapura untuk tour show grupnya selama dua hari.
Hari berikutnya, Sudah sehari ini Meysha diapartement sendiri. Secara Andrew masih di Singapura. Meysha sedang sibuk dengan kesibukannya. Perusahaan dan hobinya menjadi pengisi hari-harinya. Saat Meysha sedang sibuk dengan laptopnya tiba-tiba handphonenya berdering.
" Jadi Kau menikah dengannya? Daebak." Suara Fauzan tanpa salam, langsung to the point membuat Meysha terkejut.
" Mianhe." Hany kata itu yang bisa Meysha ucapkan.
" Kau akan menerima akibatnya." Ancam Fauzan lalu mematikan sambungan teleponnya.
Malam harinya handphone Meysha berdering. Sebuah telepon dari supir pribadi Ayahnya. Dia mengabarkan bahwa Ayahnya sedang dirumah sakit.Menurut kronologi asisten sekaligus supir pribadi Ayahnya. Saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melewati Mereka dan membelok didepan Mereka. Hingga Ayahnya Meysha dan asistennya mengalami kecelakaan. Karena mencoba menghindarinya.Mobilnya menabrak sebuah pohon. Sehingga Ayahnya Meysha pingsan karena mungkin syok dan sampai saat ini belum sadar. Mendengar hal itu Meysha langsung bergegas keluar. Dan menuju rumah sakit dimana tempat Ayahnya dirawat. Meysha terlihat sangat khawatir. Dia pun berlari-lari kecil begitu sampai dirumah sakit. Meysha langsung menuju resepsionis dan menanyakan ruangan Ayahnya dirawat.
Begitu sampai ruangan, Ayahnya terlihat masih belum sadar. Luka dikeningnya sudah tertutup dengan perban. Asistennya pun meminta maaf pada Meysha. Meysha pun tidak bisa berkata apa-apa. Namanya juga sesuatu spontan yang tidak bisa dihindari. Setelah Meysha datang, asisten Ayahnya pun pamit pulang. Dia hany terlihat luka dikening dan lecet ditangannya.
__ADS_1
Meysha terduduk lemas. Dia pun membuka tasnya. Ingin mengabari Andrew, takutnya Andrew menghubunginya. Betapa terkejutnya Meysha, ternyata hanphonenya tidak ada didalam tasnya.
Meysha meninggalkan hanphonenya didekat laptopnya, diruang tengah. Dia buru-buru hanya membawa tas kecil dan mengambil kunci kendaraannya, sampai handphone ketinggalan. Meysha pun hanya bisa istighfar sambil memegang keningnya. Tidak mungkin Dia kembali hanya untuk mengambil handphonenya. Sedangkan Dia sendiri baru sampai dirumah sakit.
Sedangkan dilain tempat, Andrew terlihat baru selesai melaksanakan shownya. Dia mengecek handphonenya. Tidak ada chat satupun dari Meysha. Andrew terlihat heran. Tidak biasanya Meysha tanpa kabar seperti itu. Biasanya walaupun hanya sebuah kata seperti tes. Yang ujungnya ngelawak dengan bilang tes jaringan. Tetap ada chatnya. Ini sama sekali belum ada lagi setelah siang Mereka sempat bercanda lewat chat, sebelum Andrew mulai show.
Andrew pun menulis sebuah chat. Namun hanya centang dua. Tidak langsung di read. Andrew pun berpikir mungkin Meysha sedang sibuk. Namun hingga lewat satu jam belum ada di read juga. Andrew pun terlihat gelisah. Dia pun curhat ke manajer Park. Namun manajer Park malah ngolokin Andrew. Kalau Andrew terlalu berlebihan. Siapa tahu Meysha masih sibuk. Andrew pun mencoba bersabar. Hingga akhirnya lewat dua jam. Andrew pun spontan memutuskan untuk ijin pulang duluan. Dia tidak menunggu member lainnya yang jadwalnya besok pagi, dengan alasan ada jadwal bertemu investor mendadak. Sedangkan Manajer Park mau tidak mau mengikuti kehendak Andrew. Dia langsung membeli tiket malam itu juga
Perjalanan dari Singapura ke Seoul memakan waktu enam jam dua puluh tujuh menitan. Didalam pesawat Andrew nampak gelisah. Dia takut terjadi apa-apa dengan Meysha.Apalagi Meysha sendirian di apartemennya. Andrew pun jadi berpikir yang tidak-tidak. Jangan-jangan Meysha mempunyai sakit tertentu dan tiba-tiba pingsan. Karena kalau penjahat, itu kemungkinannya kecil. Secara apartement Andrew aman-aman saja.
Berkali-kali Andrew terlihat frustasi. Manajer Park yang biasanya suka menggoda Andrew dengan keisengannya. Kali ini pun terlihat diam saja. Manajernya tidak berani berkata apa-apa. Apalagi melihat raut wajah Andrew yang khawatir,resah dan gelisah. Ibarat permen rasa nano nano. Manis ,asem ,asin, rame rasanya.
Sepanjang perjalanan, Andrew terus berdoa. Manajer Park yang biasanya istirahat didalam perjalanan jauh, malam ini jadi terjaga juga. Andrew benar-benar terlihat tidak mengantuk sama sekali. Sesekali Dia mengetuk-ngetukan kakinya. Sesekali Dia melihat ke arah jendela. Intinya ada saja gerakan yang Andrew lakukan. Hal itu membuat Manajer Park yang setengah sadar, karena menahan ngantuk jadi rasanya mau gila karena hal tersebut.
__ADS_1
To be continued