Assalamu'Alaikum Cinta

Assalamu'Alaikum Cinta
Halalin Adek Bang


__ADS_3

Bahagia masih menyelimuti rumah kasih sayang, apa lagi ketika semua keluarga sudah mendapat kabar tentang niat Zayn yang akan datang melamar Cinta secara resmi esok hari.


"Alhamdulillah, Tabarokallah" ucap semua yang mendengar kabar bahagia tersebut.


"Alhamdulillah" jawab Zayn.


"Dek, selamat ya, kami semua senang akhirnya kamu punya sikap untuk memberikan jawabanmu, bahagia selalu Dek" ucap Kak Zilvia memeluk Cinta.


"Aamiin Yaa Allah, terima kasih doanya Kak" jawab Cinta.


Obrolan mereka pun hingga menjelang dzuhur, Kak Prinka sibuk dengan Cinta, Umma Salamah dan semua Kakak-kakaknya untuk mempersiapkan acara besok.


"Jadi, jam berapa besok acara kita ?" Tanya Umma Tuti antusias.


"Kata Zayn tadi insyaAllah sebelum dzuhur kita sudah disini, kita akan sholat dzuhur bersama disini. Jadi ba'dah dzuhur kita akan menggelar acara lamarannya secara resmi" jawab Kak Prinka.


"Begitu ya, kenapa nggak langsung ijab qabul saja besok?" goda Umma Tuti merangkul bahu Cinta yang duduk disebelahnya.


Yang digoda hanya tersenyum malu-malu.


"Maunya Zayn pasti begitu, tapi karena ini momen yang sakral jadi kita pengennya momennya spesial dan butuh persiapan. Tapi berharapnya secepatnya, jangan di tunda-tunda" jawab Kak Prinka yang bertindak sebagai keluarga dari Zayn.


"Iya harus disegerakan kalau rencana baik seperti ini." jawab Umma Hilma.


"MasyaAllah, gadis kecil kita sebentar lagi jadi manten, kamu harus selalu bahagia ya Dek" ucap Umma Tuti memeluk Cinta.


"InsyaAllah Kak, mohon doanya selalu ya" jawab Cinta.


Zayn, Kak Prinka dan Diki menghabiskan siang menjelang sote mereka di Rumah Kasih Sayang sekaligus mempersiapkan acara besok.


Zayn sangat bahagia dihari pertamanya merayakan Idul Fitri sebagai seorang muslim, dihari nan Fitri ini Allah menghadiahkannya jawaban atas doa-doanya untuk menyempurnakan separuh agamanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 14.30 siang. Kak Prinka, Zayn dan Diki pun berpamitan untuk pulang.


"Buya, Umma, ustadz Ayubi, dan semuanya kami mohon pamit ya" ucap Zayn.


"Iya nak, terima kasih juga untuk hampers nya untuk anak-anak dan untuk kami semua, semoga rejekinya semakin lancar ya nak" jawab Buya.


"Aamiin Yaa Allah" ucap semuabyang mendengar doa Buya.


Mereka pun saling bersalaman, kemudian beranjak keluar.


"Cinta, aku pulang ya, sampai ketemu besok. Assalamu'alaikum" ucap Zayn dengan perasaan gugup.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh" jawab Cinta dengan wajah bersemu merah.


"Cie cie... ehem ehem.... besok langsung di halalin aja bang adeknya... hehehehee" goda Anisa.


Sontak semua yang ada di teras depan imut tertawa mendengar candaan Anisa.

__ADS_1


"Anis..." ucap Umma Salamah ikut malu mendengar candaan cucunya.


"Hahahahaha" semuanya tertawa melihat tingkah Zayn dan Cinta yang salah tingkah dengan wajah merah semerah buah tomat masak.


Rumah Kasih Sayang sampai siang itu masih terus ramai, banyak sanak keluarga dan jiran tetangga yang datang untuk bersilaturahim.


Riuh suara anak-anak menambah keceriaan di hari nan fitri.


Kak Prinka, Zayn dan Diki pun akhirnya beranjak pulang dan meninggalkan rumah kasih sayang.


Mobil mereka pun melaju membelah jalan Soekarno Hatta.


"Kita kemana sekarang ?" tanya Diki yang mengemudikan mobil.


"Bagaimana kalau kita kerumah Oma, bagaimana menurut Kakak?" jawab sekaligus tanya Zayn pada Kak Prinka.


"Boleh juga" jawab Kak Prinka.


"Tapi Kak Prinka?" ucap Diki spontan.


"Tidak apa, ayo kita kesana" ucap Kak Prinka.


"Apa benar Kakak tidak apa-apa, atau Kakak mau kemana dulu biar diantar Diki?" tanya Zayn.


"Kakak nggak papa Zayn, Diki, ayo kita kerumah Mami sama-sama" jawab Kak Prinka tersenyum.


"Atau setelah antar Zayn, kita pergi kemana gitu Kak, silaturahim ke rumah teman Kakak, gimana, atau kita cari hantaran untuk acara Zayn besok?" tanya Diki.


"Emhh...." Zayn dan Diki berdehem.


"Zayn, Diki, kalian tidak usah khawatir, Kakak baik-baik saja, semoga di hari nan fitri ini Mami mood nya bagus nggak marah-marah lagi, hehehe" lanjut Kak Prinka.


"Ayo kita kesana sama-sama" ucap Kak Prinka yakin.


"Kakak yakin?" tanya Zayn dan Diki bersamaan.


"Kompak banget dua bujang nya Kakak" ucap Kak Prinka tertawa.


"Kak kita serius" ucap Zayn.


"Kakak juga serius, ayolah kalian jangan khawatir begitu,berdoa dong biar Mami mau terima Kakak, kalau pun nanti ditolak Kakak nggak papa, Kakak akan tunggu kalain dimobil saja" ucap Kak Prinka.


"Kak" lagi Diki dan Zayn kompak.


"Kayak anak kembar saja kalian. Udah ayo, Bismillah kita kerumah Oma kalian" ucap Kak Prinka.


"Baik Kak" jawab Diki.


Karena jalanan begitu lenggang, sekitar 30 menit akhirnya mobil yang dikemudi oleh Diki pun sampai didepan gerbang tinggi kediaman Oma Aleta.

__ADS_1


"Jadi masuk ni?" tanya Diki masih merasa sangat khawatir.


"Ya jadilah Dik, udah didepan gerbang juga" jawab Kak Prinka.


Zayn hanya terdiam, sejujurnya ada perasaan cemas dihati Zayn, mengingat pertemuan terkahkir antara Oma dan Tante nya itu yang berujung Kak Prinka harus dirawat di rumah sakit.


"Udah Bismillah aja, buruan maju Dik" titah Kak Prinka.


"Huuufffftt" Diki menghela nafas panjang.


"Bismillahirrohmanirrohim...." ucap ketiganya bersamaan.


Diki pun merapatkan mobilnya menuju gerbang rumah besar itu.


"Selamat siang tuan" sapa keamanan depan gerbang itu yang mengenal mobil yang dibawa Diki.


Zayn pun menurunkan kaca mobilnya.


"Siang Pak, Oma ada?" tanya Zayn.


"Ada tuan, masuk tuan" ucap tim kemanan itu lalu mengkonfirmasi pada satpam untuk membukakan gerbang dan mengabari kedatangan tuan mudanya.


Satpam di pos dalam pun memencet remot kontrol untuk membuka gerbang rumah itu kemudian mendial nomor tuan Jhonson.


"Silahkan masuk tuan" ucap bapak itu.


"Baik, terima kasih Pak" jawab Zayn.


Mobil yang dikemudi oleh Diki pun masuk ke halaman rumah besar.


"Nyonya, Zayn datang" ucap Soraya ketika mendapat kabar dari Jhonson.


Oma Aleta yang mendengar kedatangan Zayn pun sangat senang, entah mengapa sejak kejadian hari itu Zayn tak pernah lagi mengunjungi Oma Aleta, bahkan hanya sekedar menelpon pun tidak, jangankan menelpon ditelpon saja Zayn selalu menghindar.


Sejujurnya Oma Aleta sangat merasa kehilangan, apa lagi ketika Zayn marah besar pada Oma Aleta yang menyebabkan Kak Prinkanya sakit.


Entah mengapa ada rasa sakit juga dihati Oma Aleta ketika mendengar berita bahwa putri yang bukanlah putri kandungya itu sampai harus diterapi karena sempat mengalami depresi akibat kenyataan pahit yang dibukanya.


Sejujurnya dihati kecil Oma Aleta sejak dulu merasakan sakit ketika memdapati putri yang bukan putri kandungnya itu mengalami KDRT, hingga harus berurusan dengan hukum.


Bahkan putri yang bukan putri kandungnya itu sempat terjerat kasus hukum yang mengakibatkannya dipenjara dan mengalami depresi berat hingga di rawat dirumah sakit jiwa.


Ada rasa iba dan keinginan nyonya Aleta memeluk dan menghibur putri yang bukan putri kandungnya itu, namun kebenciannya pada mendiang ibu dari putrinya itu mengalahkan rasa iba nya.


Apa lagi ketika suami yang sangat ia cintai mendadak meninggal karena serangan jantung, dan semua itu penyebabnya adalah Kak Prinka.


Ya begitulah menurut Oma Aleta, suaminya meninggal karena kasus hukum yang disebabkan oleh Kak Prinka, sehingga rasa bencinya pada Kak Prinka semakin besar dan menyebabkan rasa dendam yang tak berkesudahan.


💖tbc....

__ADS_1


...Haaii readers,,, author kembali. Maaf baru update lagi, beberapa hari yang lalu sempat sakit dan ada masalah juga dengan perangkat author hingga author tak bisa menulis. Alhamdulillah mulai hari ini author udah bisa nulis lagi 😊. Terima kasih masih setia membersamai karya author, mohon dukungan like, vote, boleh juga bagi hadiahnya untuk karya ini. Love U all readers....


__ADS_2