
"Nak Zayn, jadi bagaimana selanjutnya, apa kamu mau kerumah sakit sekarang?" tanya Buya memastikan.
“Tidak sekarang Buya, insyaAllah setelah akad nikah ini selesai, saya mohon ijin untuk menjenguk Oma di rumah sakit nantinya” jawab Zayn.
“Alahmdulillah, kalau begitu mari kita lanjutkan prosesi ijab qabulnya segera” saran Buya dengan perasaan lega.
Zayn pun menganggukkan kepalanya.
Meskipun saat ini pikiran Zayn terbagi karena mendapat kabar mendadak bahwa Oma Aleta dalam keadaan kritis dirumah sakit padahal beberapa hari ini tak ada kabar sama sekali, namun Zayn tetap berusaha fokus untuk mengucapkan kalimat qabulnya.
Tanpa menunggu lama lagi Ustadz Penghulu pun mulai memimpin acara ijab qabul, wali hakim yang ditunjuk oleh pejabat KUA setempatpun mulai mengucapkan ijabnya.
“Bismillahirrohmanirrohim, saudara Zayyan Wilson Arganta Bin Bryan Wilson Arganta Rahimahullah, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Cinta Binti Fulan yang wali nikahnya di wakilkan kepada saya dengan mahar cincin berlian seberat 14 koma 43 gram dan seperangkat perhiasan emas seberat 20 koma 22 gram dibayar tunai” ucap ijab sang wali hakim.
“Saya terima nikah dan kawinnya Cinta Binti Fulan dengan emas kawin tersebut dibayar tunai” ucap qabul Zayn dengan satu tarikan nafas.
“Sah?” tanya Penghulu.
“Sah, sah, sah” jawab Para saksi nikah dan seluruh yang hadir menyaksikan acara sakral itu.
“Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Barokallahulakuma wabaroka’alaikuma wajama’abainakuma fii khoiir……” lanjut doa nikah dibacakan oleh ustadz penghulu.
Bergetar hati Zayn ketika kalimat sah menggema di dalam Masjid itu, apa lagi saat penghulu membacakan doa nikah.
“MasyaAllah…. Alhamdulillah Yaa Allah” ucap Zayn dengan tetes air mata yang sudah membasahi wajah tampannya.
Diki langsung merangkul dan memeluk Zayn.
“Tabarokallah saudaraku, alhamdulillah, barokallah….” ucap Diki turut haru meneteskan air mata bahagianya.
Begitupun dengan Cinta yang mendengar kalimat tegas yang diucapkan Zayn dan seru menggema kalimat sah yang menyatakan bahwa Cinta kini telah Sah menjadi istri Zayn.
“Alhamdulillah Yaa Allah, alhamdulillah….” Ucap Cinta dengan tubuh bergetar.
“Kak Cinta, selamat ya Kak, selamat menempuh hidup baru” ucap Mia dengan suara parau ikut meneteskan air mata melihat Cinta menangis haru.
“Selamat ya mbak Cinta” ucap mbak Lia memeluk Cinta.
“Selamat ya Dek” ucap Umma Tuti.
"Selamat Kak" ucap Anis dan juga Azizah yang menemani Cinta diruangan itu.
“Kak jangan nagis lagi, bedak Kakak nanti luntur” ucap Anis memecah keharuan diruangan itu.
“Isshh si Anis bisa aja bikin suasana haru jadi lucu” ucap Azizah sambil tertawa.
“Tapi benerkan, Kak MUA tolong rapiin riasannya Kak Cinta dong, pasti bentar lagi Kak Cinta dipanggil tu” ucap Anis.
__ADS_1
“Oke, mbak Cinta kita rapiin dikit ya riasannya” ucap tim MUA walaupun sebenarnya riasan Cinta masih rapi dan utuh karena mereka menggunakan peralatan make up terbaik, meskipun kena air mata atau terkena air sekalipun selama itu tidak diusap kasar maka riasannya terlihat semakin glowing.
Setelah ijab qabul dan Cinta telah dinyatakan sah menyandang gelar sebagai istri dari Zayn, akhirnya Cinta pun dipersilahkan keluar untuk duduk disamping Zayn untuk menerima mahar yang diberikan Zayn dan juga menandatangi berkas-bekas dokumen nikah serta menerima piagam dan juga buku nikah.
Cinta yang memakai gaun warna putih dengan balutan hijab warna senada terlihat begitu cantik dan anggun.
“MasyaAllah… sholeha dan cantiknya bidadari syurgaku” ucap Zayn dalam hati.
Cinta melangkah pelan kemudian duduk disamping Zayn yang berada dihadapan penghulu.
Keduanya nampak malu-malu dan nervous.
Sepasang pengantin baru itu pun menandatangi berkas nikah yang diberikan oleh Penghulu dan setelahnya Zayn pun memasangkan mahar yang diberikannya untuk Cinta.
Dengan tangan gemetar Zayn mulai memakaikan kalung, gelang dan cincin emas putih bertahtakan berlian dijari Cinta.
Keduanya merasa malu dan gemetar saat tangan keduanya saling bersentuhan.
“Maaf” ucap Zayn pelan dengan tangan gemetar sambil memegang tangan kanan Cinta untuk ia sematkan cincin itu dijari manis Cinta.
Cinta tersenyum menunduk malu.
Setelah cincin itu tersemangat dijari manis tangan kanan Cinta, kini giliran Cinta yang mengambil tangan suaminya untuk ia cium sebagai tanda baktinya kepada sang Imam dalam rumah tangganya.
Seeeerrrrr……
Deg deg deg deg…..
Jantung keduanya pun berdegub kencang serasa ingin melompat keluar.
Ya, kini Zayn dan Cinta telah resmi menjadi sepasang suami istri, kebahagian menyelimuti keduanya, begitupun dengan kedua keluarga besar itu.
“Mama, Papa, alhamdulillah Zayn mendapatkan istri yang sholeha” ucap Zayn dalam hati dengan senyum bahagia yang terpancar dari wajahnya.
“Oma, maafkan Zayn, bertahanlah, insyaAllah setelah ini Zayn akan langsung membesuk Oma” ucap Zayn dalam hati dengan perasaan tak menentu.
Meskipun Oma Aleta sempat membuatnya kesal dan marah karena memaksakan kehendaknya pada Zayn, namun tak dapat dipungkiri bahwa Zayn sangat menyayangi Oma nya.
Seketika netra Zayn bertemu dengan netra sendu milik Cinta, sikap malu-malu pun tetap menguasai keduanya hingga baik Cinta maupun Zayn kembali menunduk.
“Cie cie yang sudah sah, masih malu-malu, udah halal bang, boleh kok dilihatin sampe puas” goda Bobi pada Zayn dan Cinta hingga membuat semua yang mendengarnya ikut tertawa.
Setelah acara pemberian mahar dan buku nikah, keduanyanya pun berkeliling bersalaman sambil diiringi shalawatan mengiringi keduanya bersalaman dengan semua tetamu didalam Masjid itu.
Setelah selesai acara akad nikah, mereka pun menyempatkan diri untuk foto bersama sebelum mereka beristirahat untuk acara resepsi pernikahan ba’dah sholat Jum’at nanti.
Selesai sesi foto Zayn pun berpamitan dengan Cinta, Buya dan semua keluarga untuk pamit menjenguk Oma Aleta dirumah sakit dan setelah sholat Jum’at Zayn akan secepatnya kembali ke rumah kasih sayang untuk acara resepsi pernikahannya dengan Cinta.
__ADS_1
“Apa, Mami kritis???” Kak Prinka terkejut.
“Iya Kak” jawab Zayn.
“Kalau begitu Kakak ikut denganmu Zayn, ayo kita kerumah sakit sekarang” ucap Kak Prinka yang sudah bercucur air mata.
“Prinka, tenang dulu, sabar” ucap tante Ela dan Lala yang memeluk Kak Prinka karena tubuhnya limbung mendengar berita bahwa Mami nya sedang kritis.
“Kalau begitu Om temani kamu” ucap Om Erick.
“Iya Om” jawab Zayn.
“Kakak ikut Zayn” ucap Kak Prinka.
“Iya Kak, ayo” ajak Zayn.
“Pi, Mami juga ikut nemenin Prinka” ucap Mami Ela.
“Okay” jawab Om Erick.
“La kamu dan Lula disini ya temani Om dan tante-tante mu yang lain, kondisikan agar tetap santai dan jangan heboh” pesan Papi Erick.
“Baik Pi” jawab Lala.
“Cinta, aku ijin ke rumah sakit dulu ya, bolehkah?” tanya Zayn pada Cinta.
“Bolehkah aku ikut bersamamu?” tanya Cinta yang turut prihatin dengan keadaan suami dan juga Oma Aleta.
“Sebaiknya kamu disini saja biar nggak kecapean, lepas sholat jum'at kan akan ada acara resepsi, tunggulah aku akan segera kembali” ucap Zayn dengan tatapan meyakinkan.
“Baiklah, semoga nyonya Aleta baik-baik saja” ucap Cinta.
“Aamiin, akan aku kabari kalau sudah sampai. Assalamu’alaikum” ucap Zayn.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Cinta lalu mencium punggung tangan suaminya.
Spontan Zayn pun langsung mencium kening Cinta hingga membuat aliran darah Cinta serasa berhenti.
Cinta masih mematung melihat kepergian suaminya yang ditemani Buya, Abah Furqon, Om Erick, Diki, Kak Prinka dan juga tante Ela.
Sedangkan Zayn sendiri juga merasa malu dan deg-degan karena tanpa sadar langsung mencium kening Cinta.
“MasyaAllah, malunya aku, bisa-bisanya main cium kening aja” ucap Zayn dalam hati sambil terus berjalan menaiki mobilnya.
💖tbc….
...Haiiii readers jangan lupa tinggalkan jejak like, vote, favorit dan gift nya juga ya. Love U all readers....
__ADS_1