
Sambil tersenyum Cinta terus berjalan menuju tempat tidurnya, sejenak Cinta duduk ditepi ranjang untuk menetralisir perasaannya sendiri.
Entah mengapa sejak tadi jantungnya terus saja berdegub kencang dan wajahnya ingin terus tersenyum.
“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”
“Allahu Akbar… Allahu Akbar…”
Suara adzan dari ponsel Cinta terdengar begitu syahdu ditelinga memanggil untuk segera menunaikan ibadah sholat dzuhur.
“Alhamdulillah sudah dzuhur, sholat dulu lah baru nanti beres-beres” ucap Cinta.
Cinta melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mensucikan dirinya dengan berwudhu sebelum bersimpuh kehadapan Allah berserah diri menunaikan ibadah sholat dzuhur.
Setelah berwudhu Cinta pun mengambil mukena lalu memakainya, kemudian sajadah panjang pun terbentang.
Cinta dengan khusyuk menunaikan ibadah sholat dzuhur sendiri didalam kamarnya. Selesai sholat Cinta pun berdoa.
“Yaa Allah… hamba berserah diri kepada-Mu, ibadahku, hidupku, matiku, jodohku dan segala yang melekat padaku karena Lillahita’ala” doa Cinta.
“Yaa Allah, terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan padaku, terima kasih karena Engkau telah memeberikan kesempatan besar ini untukku, aku sudah berusaha semampuku, kini ku serahkan hasilnya kepada-Mu, semoga Engkau berikan hasil terbaik atas usaha ini” lagi Cinta berdoa dengan sungguh-sungguh.
“Semoga aku mendapatkan kesempatan ini Yaa Allah. Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar" Doa Cinta tertunduk dengan mata berkaca-kaca lalu Cinta pun menutup kedua matanya.
“Jika aku melamarmu sekali lagi apa kau akan menerimaku?”
“Astaghfirullahaladziim….” Ucap Cinta seketika membuka mata dan mengangkat kepalanya.
“Astaghfirullahaladziim…. Mengapa suara Zayn tiba-tiba terngiang ditelingaku” Cinta membelalakkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Huuuffttt…..” Cinta menghela nafas kemudian kembali menutup wajahnya dengan kedua tanganya.
“Semoga kamu berhasil dan kelak betah tinggal disana”
“Astaghfirullahaladziim… astaghfirullahaladziim… astaghfirullahaladziim…” ucap Cinta beberapa kali mengusap wajah dan telinganya.
“Yaa Allah, mengapa aku jadi kepikiran Zayn, kenapa aku jadi ingat dengan kalimat-kalimat yang pernah diucapkannya padaku” ucap Cinta terus beristighfar.
“Yaa Allah, sebenarnya apa yang terjadi padaku, mengapa ketika mengingat Zayn jantungku jadi berdebar-debar dan rasanya aku jadi ingin senyum-senyum sendiri” tanya Cinta masih bermonolog.
“MasyaAllah… Apakah aku…????” Cinta menutup mulutnya karena masih tak percaya.
“Tidak-tidak-tidak-tidak, itu tidak mungkin, hehehe” Cinta tertawa sendiri menerka-nerka perasaanya pada Zayn.
Disaat Cinta masih bingung dengan perasaannya sendiri, Kini di kamar yang berbeda Zayn juga baru selesai menunaikan ibadah sholat dzuhurnya.
Zayn berdoa dalam hati memohon ampun kepada Allah atas segala perbuatannya jika ada salah dan khilaf, tak lupa Zayn senantiasa selalu mendoakan kedua orang tuanya yang sudah tiada. Diujung doanya Zayn pun menyempatkan doa terbaiknya untuk Cinta.
“Yaa Allah… Kabulkanlah doa hamba. Cinta aku tak harus berkata apa padamu, maafkan aku karena caraku salah untuk tetap berusaha mempertahankanmu. Yaa Allah aku sungguh—sungguh berserah diri kepada-Mu, momohon kemudahan dan keridhoan-Mu” doa Zayn dalam hati.
“Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar, walhamdulilahi robbil’alamiin” Zayn mengakhiri doanya.
Zayn pun menyudahi ibadahnya dan merapikan sajadah kecil dan pecinya yang kini sering ia bawa kemana-kemana agar Zayn selalu ingat untuk menyegerakan sholatnya.
Drrrrttt… drrrrttttt…..
__ADS_1
Suara getar dan dering ponsel pribadi Zayn berbunyi.
Zayn pun mengambil ponsel pintarnya itu di atas nakas.
Zayn melihat panggilan yang masuk di handphone pribadinya itu.
“Assalamu’alaikum Kak” salam Zayn pada Kak Prinka.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Kak Prinka.
“Ada apa Kak?” tanya Zayn.
“Zayn kau lagi dimana, apakah kau akan pulang malam ini?” tanya Kak Prinka to the point.
“Aku sedang ada kerjaan diluar kota Kak?” jawab Zayn.
“Dimana?” tanya Kak Prinka.
Zayn yang pada dasarnya tipe orang yang tidak suka dengan kebohonganpun memilih untuk jujur pada Kak Prinka.
“Aku lagi di Jakarta Kak” jawab Zayn.
“Ada pekerjaan apa kau disana, biasanya kalau keluar kota kau selalu mengabari ku, mengapa sejak kemarin kau tidak mengabariku sama-sama sekali, ku pikir kau lembur maka tak pulang tadi malam. Aku mengkhawatikkanmu Zayyan Wilson Arganta” ucap Kak Prinka protes.
“Maafkan aku Kak, maaf karena sudah membuat Kakak cemas dan khawatir. InsyaAllah aku baik-baik saja, kemarin aku kelupaan mau mengabari Kakak.
“Emhh,, ngomong-ngomong kau lagi di Jakarta, aku jadi ingat kalau Cinta juga sedang di Jakarta untuk interview dari tim penguji AIIBS” ucap Kak Prinka.
“Emhh…” ucap Zayn hanya merespon singkat dan terdengar berbeda bagi Kak Prinka.
“Wait….!!!. Aku tiba-tiba jadi mau main tebak-tebakan denganmu. Ingat Cinta aku jadi ingat sesuatu.” Ucap Kak Prinka penuh penekanan dan kecurigaan.
“Zayn….” Panggil Kak Prinka.
“Iya” jawab Zayn.
“Heemmhh… jangan bilang kalau kau ke Jakarta karena kau diam-diam mengekori Cinta?” tebak Kak Prinka tepat sasaran.
“Apa maksud Kakak, main tebak-tebak saja, jangan sok tahu” ucap Zayn sedikit gugup namun ia berusaha agar Kak Prinka tak curiga.
“Heeeii… kau jangan berbohong padaku!!!” ucap Kak Prinka.
“Apa sih Kak, aku memang sedang ada pekerjaan di sini” jawab Zayn.
“Kerjaan apa coba???” tanya Kak Prinka dengan nada mengejek.
“Ya kerjaan” Zayn yang tak biasa berbohong terlalu kentara dan Kak Prinka paham betul dengan sifat keponakannya itu.
“Kerjaan membuntuti Cinta, heemhhh???” lagi tanya sekaligus jawaban yang tepat dari Kak Prinka.
“Kakak sok tahu deh” jawab Zayn.
“Zayn sudahlah jujur saja, Kakak tahu betul siapa dirimu dan kau itu tak bisa berbohong pada Kakak, awas durhaka loh, Kakak kan tantemu artinya Kakak ini pengganti ibumu, dosa bohong sama ibu sendiri loh…” goda Kak Prinka.
“Heemhhh… iya tante ku baik hati, tapi aku tidak seperti yang tante ucapkan. Aku hanya ingin memastikan Cinta bisa mengikuti proses wawancaranya dengan baik dan juga memastikan bahwa dia baik-baik saja selama disini” ljawab Zayn jujur.
__ADS_1
“Hhahhahaah… owh owh kamu katahuan. Hahahaahh” Kak Prinka pun tertawa puas.
"Apa sih Kak, berisik!" ucap Zayn.
“Kakak bangga kamu bisa ikhlas menjaga Cinta meskipun dia masih belum bisa menerima perasaanmu. Kakak salut meskipun terluka tapi kamu tetap perhatian dan memastikan dia tetap baik-baik saja. Tapi Zayn kau jangan terlalu memaksakan dirimu, berhentilah jika memang kamu harus berhenti” nasehat Kak Cinta.
“Aku hanya bisa melakukan ini Kak, sampai batas waktu yang ku punya. Aku takkan memaksanya untuk memilih dan menerima ku, aku hanya ingin dia baik-baik saja” jawab Zayn.
“Apa Cinta tak tahu kau menjaganya dalam diammu itu, alias sembunyi-sembunyi” ucap Kak Prinka.
“Awalnya dia tidak tahu bahwa aku ada disini juga, tapi tanpa sengaja dia melihatku dan Diki lalu kamipun akhirnya ngobrol.” Jawab Zayn.
“Apa dia tahu kalau kau mengikutinya?” lagi tanya Kak Prinka.
“Tidak, Cinta tidak tahu bahwa sebenarnya aku mengikutinya. Dia sepertinya menganggap bahwa kami memang bertemu secara tak sengaja disana. Aku ingin jujur padanya tapi aku takut dia marah dan salah paham, jadi aku hanya bisa menutupinya, jujur Kak aku hanya ingin dia baik-baik saja dalam perjalanan dan juga selama disini, entah mengapa sejak kejadian malam itu aku hanya khawatir dengan keadaan Cinta, niatku hanya tak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya” jawab Zayn jujur dari hatinya.
“Baiklah, Kakak mengerti. Oiya ngomong-ngomong kau akan pulang kan, malam ini sahur pertama loh, Kakak nggak mau sendiri sahur tanpamu dan Diki disini” ucap Kak Prinka.
“InsyaAllah kami pulang malam ini Kak, tadi Diki sudah reservasi tiketnya, Alhamdulillah kami bertiga akan berangkat pukul 17.45 dari bandara Soekarno Hatta” jawab Zayn.
“Bertiga???, satu lagi siapa?” tanya Kak Prinka penasaran.
“Cinta” jawab Zaynsambil tersenyum.
“Cinta, dia pulang bersama kalian, kok bisa?” lagi tanya Kak Prinka.
“Ya bisalah Kak. Oiya udahan ya Kak sepertinya Cinta sudah siap, barusan dia telpon ke telpon kamar kami, kami jemput Cinta dulu ya Kak, sekalian lunch” ucap Zayn.
“Baiklah kalau begitu, jaga Cinta ya Zayn, hati-hati dijalan nantinya, sehat selamat sampai rumah ya. Kakak tunggu kau dan Diki dirumah, kita akan malam bersama malam ini. Kakak akan masak pindang udang satang kesukaanmu dan Diki, spesial Kakak yang masak menu makan malam kita malam ini, jadi jangan pulang terlambat ya” ucap Kak Prinka.
“MasyaAllah, Kakak memang yang terbaaaiiikk." Zayn menirukan gaya Mia dam Bobi.
"InsyaAllah jika sudah sampai dan setelah mengantar Cinta pulang kamipun akan segera pulang” jawab Zayn.
“Oke, kalau begitu Assalamu’alaikum” salam Kak Prinka.
“Wa’alikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab Zayn.
Lepas menutup telpon dari Kak Prinka, Zayn dan Diki pun segera bersiap untuk check out dan menjemput Cinta.
Dengan wajah bahagia dan berseri serta diiriingi dengan genderang derub gemuruh debaran jantungnya, Zayn melangkahkan kakinya untuk menjemput Cinta.
“Assalamu’alaikum Cinta….” Salam Zayn ketika keduanya bertemu didepan pintu kamar Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari Cinta dengan semu wajah merah jambunya.
Keduanya tetap menundukkan pandangan masing-masing karena saat ini sungguh aliran darah keduanya mengalir dengan cepat hingga membuat keduanya terus beristighfar agar tak tergoda fitnah zina yang keji lagi munkar.
Namun, berbeda dengan Diki yang sejak awal terus menatap keduanya secara bergantian, melihat tingkah keduanya justru Diki yang jadi mesem-mesem terbawa perasaan.
Deg deg deg deg……
Hati diki ikut berdebar-debar….
“Zayn, nona Cinta, apakah butir-butir cinta mulai mengisi diantara kalian berdua. Melihat sikap salah tingkah kalian akunya yang jadi gemes” ucap Diki dalam hati sambil tersenyum malu-malu melihat dua insan yang ada dihadapannya.
__ADS_1
#tbc….
...Haaiiii readers terkasih ditunggu dukungannya ya dengan like, komen, boleh juga bagi hadiah bunga mawar bermekarannya ya. Terima kasih untuk dukungan dari all readers. Love U all readers, salam sehat dan bahagia selalu....