
Ammar yang mendapat pertanyaan to the point dari Zayn pun menghembuskan nafasnya.
“Tuan, apa yang Mami titahkan pada anda?” tanya Kak Prinka.
“Nyonya Aleta meminta saya untuk memberhentikan Cinta dan Ilham dari MLA” jawab Ammar.
“Apaaa???” Zayn dan Kak Prinka mengucapkan kata yang sama dengan rasa tak percaya.
“Mami benar-benar kelewatan” ucap Kak Prinka marah.
“Aku akan temui Oma” ucap Zayn kini lebih tenang.
“Kakak ikut denganmu Zayn” ucap Kak Prinka.
“Saya akan mengundurkan diri dari MLA, saya bersedia, tapi tolong jangan libatkan Bang Ilham, Bang Ilham tidak bersalah” ucap Cinta.
Ammar hanya diam, Ammar bingung harus berbuat apa, jika Ammar tidak menindak lanjuti titah nyonya Aleta, posisinya pun akan terancam.
Bukan Ammar egois, tapi Ammar punya misi tersendiri, dengan keluarnya Cinta dari MLA akan memundahkannya untuk memboyong Cinta ke negeri Arab, tinggal disekitar kota Mekkah yang menjadi impian Cinta sejak kecil, jika Cinta bersedia menerima lamarannya.
“Tolong, tolong jangan libatkan Bang Ilham juga, ini masalahku” ucap Cinta masih menunduk dengan air mata yang jatuh menetes membasahi ujung khimarnya.
“Abang tidak apa Dek, Abang juga akan mengundurkan diri, jangan kau rendahkan lagi dirimu untuk mengemis harap pada mereka yang telah menghinamu. Abang akan selalu bersamamu dan siap membelamu” ucap Ilham.
“Tapi Bang….? Ucap Cinta kini melihat ke arah Ilham.
“Abang nggak papa, Abang baik-baik saja” ucap Ilham tersenyum meyakinkan Cinta.
“Tidak ada yang akan keluar dari MLA hanya karena urusan pribadi” ucap Zayn.
Ammar terdiam, Ammar bingung harus memberi jawaban apa.
“Ustadz Ilham, Cinta, maaf karena aku kalian jadi imbasnya” ucap Zayn.
“Saya tidak apa-apa tuan Zayn.” Ucap Ilham sedangkan Cinta hanya diam saja.
“Pak Ammar, kami akan masukkan surat pengunduran diri kami besok dan untuk hari ini kami mohon ijin untuk pulang lebih awal.” ucap Ilham.
“Baiklah, tapi untuk anda Pak Ilham, mohon diselesaikan dulu laporan tanggung jawab anda sampai dengan akhir bulan ini sebelum tanggal cuti bersama” ucap Ammar.
“Baik tuan, tapi surat pengunduran dirinya akan tetap kami masukkan besok” ucap Ilham yang tak ingin mereka diberhentikan dari MLA tapi Ilham memilih untuk mengundurkkan diri saja karena itu dirasa lebih terhormat dari pada diberhentikan.
“Baiklah” jawab Ammar.
“Bang Ilham” panggil Cinta.
Ilham hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Cinta.
Hati Cinta semakin sakit terasa, Cinta tak menyangka karena dirinya Ilham jadi ikut terlibat dan harus keluar dari MLA.
“Ayo kita pulang” ajak Ilham pada Cinta.
__ADS_1
“Kalian tidak akan keluar dari sini, saya pastikan itu” ucap Zayn.
“Terima kasih tuan Zayn, tapi saya pribadi tidak bisa terima bantuan dari anda untuk hal ini dan juga saya tidak rela Cinta bekerja dibawah tekanan dan hinaan dari pemilik perusahaan ini. Kami punya harga diri yang tetap harus dijaga. Jika beliau tidak menginginkan kami lagi untuk apa kami bertahan” ucap Ilham.
“Bukan begitu, saya hanya….” Ucapan Zayn terputus.
“Maaf tuan Zayn, kami harus pulang, dan untuk urusan ini anda tidak perlu ikut campur lagi” ucap Cinta kini bersuara.
“Cinta….” Panggil Zayn.
“Apakah semuanya sudah selesai” tanya Cinta pada Ammar.
"Ya” jawab Ammar.
“Kalau begitu kami permisi” ucap Cinta berdiri dari tempat duduknya.
“Bang, ayo” ucap Cinta.
“Ya” jawab Ilham yang ikut berdiri.
“Assalamu’alaikum” salam Cinta kemudian berjalan lebih dulu menuju pintu keluar ruangan Ammar.
“Assalamu’alaikum” Ilham pun memberi salam kemudian menyusul Cinta.
“Wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh” jawab salam dari semuanya.
Setelah menjawab salam dari Ilham dan Cinta, Zayn pun mengejar Cinta.
“Cinta, Cinta, Cinta tunggu aku” panggil Zayn yang kini sudah di depan pintu menghalangi Cinta keluar.
“Seharusnya seperti semula saja, aku terus mengabaikanmu agar tidak banyak orang yang tersakiti dan jadi korban imbasnya salahku” jawab Cinta.
“Cinta, aku mohon jangan karena Oma lalu kita jadi begini. Aku tak tahu apa yang Oma katakana padamu, hinaan apa yang telah Oma lontarkan padamu, tapi itu tidak mengubah niatku untuk mengkhitbahmu malam ini” ucap Zayn membuat Ilham dan Ammar kaget.
“Lupakan saja soal itu, batalkan saja niatmu,, maaf kita tidak bisa bersama” jawab CInta tegas.
“Cinta, tidak-tidak, saat ini kamu sedang emosi, aku mohon jangan katakan itu. Setelah kita sampai pada titik ini, mengapa kamu menyerah, mengapa kita tidak berjuang bersama saja” ucap Zayn.
“Maaf, aku tak bisa” Cinta tetap kukuh dengan pendiriannya.
“Cinta, katakan satu alasan mengapa kau tidak ingin berjuang bersamaku” tanya Zayn.
“Karena aku kecewa padamu, bisa-bisanya kamu yang kupercaya dengan egoisnya mensabotase kelulusanku, kamu tahu itu impianku, kamu juga bilang bahwa kamu akan mendukung dan ikhlas dengan semua keputusanku, tapi nyata nya apa, kamu malah mensabotase kelulusanku agar aku gagal ke AIIBS dan tetap disini lalu menikah dengamu, begitukah rencanamu?. Maaf aku tidak tertarik dengan rencanmu" ucap Cinta tajam pada Zayn.
“Aku, sabotase, apa maksudmu?” tanya Cinta.
“Aku sudah tahu semuanya Zayn, bahkan aku tahu alasan mengapa kamu sejak awal ada di Jakarta saat hari aku ujian, nyonya Aleta sudah mengatakan semuanya.” Lanjut Cinta.
“Cinta aku bisa jelaskan itu, tolong dengarkan aku” pinta Zayn.
“Minggir aku mau keluar” ucap Cinta.
__ADS_1
“Tidak, kau harus dengarkan aku dulu” ucap Zayn menutup pintu keluar itu.
Ammar, Ilham dan Kak Prinka masih terdiam di tempat sambil mendengarkan interaksi keduanya.
“Minggir Zayn, aku Lelah, aku ingin pulang, aku ingin istirahat!!!” ucap Cinta dengan nada sedikit tinggi karena kesal melihat tingkah Zayn yang terus menghalanginya.
Zayn pun bergeming dan akhirnya bergeser kesamping agar Cinta bisa keluar.
Baru kali ini Zayn menyaksiakan Cinta yang ternyata bisa marah juga dan bersura dengan anda tinggi, hingga Zayn merasa sedikit kaget dan ciut nyalinya melihat wajah Cinta yang memerah menahan marah padanya.
Cinta pun membuka pintu dan keluar dari ruangan itu.
Ilham pun menyusul Cinta hendak keluar.
“Ustadz Ilham, aku minta waktu sebentar untuk bicara berdua dengan Cinta, sebentar saja, aku ijin mengejarnya sebentar, hanya sebentar, lima menit saja kemudian susullah kami” mohon Zayn.
Ilham pun akhirnya mengiyakan. Dan secepatnya Zayn pun mengejar Cinta.
Cinta melangkah dengan pasti menuju lift untuk turun, karena merasa Ilham juga sepertinya sedang menyusulnya Cinta pun mengajak Ilham segera turun.
“Bang, ayo kita segera pulang” ucap Cinta menoleh kebelakang.
Betapa terkejutnya Cinta yang mengejarnya ternyata Zayn bukan Ilham.
“Zayn, mengapa kamu disini, mana Bang Ilham?” tanya Cinta celingak - celinguk .
“Ilham didalam. Cinta tolong dengarkan aku sekali ini saja, aku mohon dengarkan aku” pinta Zayn.
“Apa lagi?” tanya Cinta.
“Sungguh aku tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan padaku, Cinta aku bersungguh – sungguh padamu, aku tak peduli apa yang Oma Katakan padamu untuk memisahkan kita. Yang jelas aku akan terus memperjuangkanmu, tapi aku juga butuh support dari mu, mari berjuang bersama denganku” ucap Zayn dengan tatapan memohon.
“Zayn andai kau tahu, andai kau tak mensabotase hasil interview itu atau meskipun aku lulus dan diterima di AIIBS, hatiku sudah mantap untuk tetap memilihmu. Tapi aku sungguh kecewa mengapa kau melakukan hal setega itu padaku, mengapa kau begitu egois demi inginmu kau membohongiku.” jawab Cinta mulai terisak.
Cinta aku tak paham apa maksudmu, sungguh aku tak melakukan apa yang kau tujukan kepadaku” ucap Zayn.
Sejujurnya Zayn sedikit paham, sepertinya ada ke salah pahaman diantara mereka soal ketidak lulusan Cinta di AIIBS. Zayn tahu Oma Aleta pasti memfitnahnya.
“Cinta, percayalah padaku, aku tak sedikitpun ingin membohongimu, aku tak ada niat sedikitpun untuk menghancurkan mimpimu demi inginku. Sungguh, tolong percayalah padaku” ucap Zayn memelas pada Cinta.
“Zayn, aku sungguh Lelah. Aku ingin pulang, tolong jangan ikuti aku lagi, biarkan aku menenangkan diriku, intropeksi diri ini dan muhasabah diri.” Cinta menangkupkan kedua tanganya di depan dada.
Kali ini Zayn merelakan kepergian Cinta karena Cinta terlihat sangat kelelahan.
“Bang Ilham” pangil Cinta ketika melihat Bang Ilhamnya keluar dari pintu itu.
Ilham pun menganggukkan kepalanya.
“Tuan Zayn, maaf kami pulang duluan” ucap Ilham ketika melewati Zayn.
Cinta bersama Ilham pun pergi meninggalkan Zayn yang masih mematung di tempatnya semula.
__ADS_1
#tbc….
...Jangan lupa dukungannya ya dengan like, vote, komen, favoritkan dan boleh bantu beri hadiah juga ya. Love U all readers....