
Aisyah sudah selesai di dandani oleh para MUA terbaik di sebuah ruangan gedung pesta pernikahannya.
Aisyah tidak terlalu tebal memakai make up karena wajahnya sudah cantik.
Aisyah berangkat berdua dengan Ustadzah Nurul pukul setengah empat dini hari.Tadinya Aisyah mau dandan di rumah dan ke gedung setelah selesai berdandan.Namun,saran para MUA,agar Aisyah di dandani di lokasi saja agar tidak rusak di jalan.
Sedangkan keluarga Aisyah,akan datang pagi pagi.Termasuk Dokter Nisa.
''Wah non,seperti bidadari bercadar!'' kata salah seorang yang mendandani Aisyah.
''Segala puji bagi Allah mbak!'' jawab Aisyah.
Mama Lena,Papa Dimas,serta keluarga yang lain juga sudah sampai di gedung itu.Mereka sedang mengatur formasi untuk menyambut sang pengantin pria.
Hari semakin siang,group hadroh sudah menyanyikan sholawat sholawat dengan merdunya sambil menunggu calon pengantin pria datang.
Tidak lama kemudian,sepuluh mobil mewah berjajar di hadapan gedung.Namun mobil yang paling mewah berada paling depan dan di hias dengan pita dan bunga.
__ADS_1
Pengantin pria datang,pengantin pria datang! teriak seseorang yang menunggu di luar.
Para sekuriti langsung menunjukan tempat parkir dan membereskan mobil mobil mewah itu dengan rapih.Panitia panitia membereskan rombongan calon pengantin pria agar rapih.
Namun tidak ada yang melihat calon pengantin pria nya di mana.Yang terlihat hanya mami Reva dan papi Kevin.Asisten Yudistira juga tidak terlihat.
Semua orang melihat ke sekeliling mencari sosok calon pengantin pria,namun tidak ada satu orang pun yang melihat batang hidungnya.
Dikamar
''Teh,kok kak Tira gak terlihat ya?'' tanya Aisyah yang melihat semua yang terjadi di bawah melalui laptop barunya.
''Apa jangan jangan kak Tira gak jadi datang?'' Aisyah mulai cemah.Badannya tiba tina panas.
''Itu gak mungkin,pasti datang! dia sangat mencintaimu,tidak mungkin dia mengecewakan mu!'' Ustadzah Nurul mencoba menenangkan Aisyah karena tangannya di pegang Aisyah dengan sangat erat .
''Tapi bagaimana kalau yang aku takutkan terjadi Teh!'' kata Aisyah semakin cemas.
__ADS_1
''Itu tidak mungkin,kamu berdoa saja! semoga semuanya lancar,serahkan semuanya pada Allah,dia yang mengurus semuanya!'' Ustadzah Nurul terus mencoba menenangkan Aisyah.
''Amin amin ya Allah!'' Aisyah semakin cemas.
''Non,cadarnya bisa di buka lagi gak? sepertinya make up nya harus kami perbaiki!'' kata salah seorang MUA yang melihat make up Aisyah agak luntur karena keringat,walaupun hanya bedak.
''Nanti aja mbak,kalau kak Tira datang,baru aku mau dandan.Kalau kak Tira gak datang buat apa aku dandan kak!'' jawab Aisyah mulai meneteskan air mata.
''Kamu tenang,jangan menangis! Yudistira tidak mungkin mengecewakan mu!'' Ustadzah Nurul juga mulai cemas.
''Besan,mana menantu kami?'' tanya mama Lena yang juga mulai cemas.
''Oh iya,sebelumnya aku minta maaf Len,Yudistira gak bisa datang,karena ada meeting di luar negeri,dia berangkat kemarin sore dan mungkin pulang besok!'' jawab mami Reva dengan wajah sedih.
''Apa? kenapa dia mementingkan pekerjaan dari pada pernikahannya?'' mami Lena menaikkan nada bicaranya.
''Sekali lagi aku minta maaf!'' kata mami Reva.
__ADS_1
''Mau di taruh di mana muka ku ini Reva!'' mama Lena menangis.
''Vin,apa maksud dari ini semua? apa kau sengaja ingin mempermalukan keluargaku?'' tanya papa Dimas.