
Waktu sarapan sudah tiba.Dua keluarga besar itu sudah siap untuk makan,namun pasangan pengantin baru itu belum datang ke meja makan.
''Di mana kak Liana? kok belum keliatan?'' tanya mama Lena.
''Oh iya ya! bi Nung,tolong panggilkan non Liana dan suaminya!'' kata mami Reva.
''Baik nyonya!'' bi Nung bergegas pergi menuju kamar kak Liana.
Tok tok tok
''Non,non Liana sama tuan Syam sudah di tunggu di meja makan!'' teriak bi Nung.
''Iya bi sebentar!'' jawab kak Liana yang juga berteriak.
Bi Nung pun kembali ke dapur dan diikuti kak Liana dan kak Syam yang berkembang di wajahnya membuat wajah mereka semakin bercahaya.
Kak Syam dan kak Liana bergandengan tangan romantis hingga membuat seseorang iri.
''Duhai senangnya pengantin baru!'' kata Yudistira dengan wajah iri.
''Senang dong,bisa bertatap tatapan sepuasnya! bisa bergandengan tangan! bisa berduaan dan banyak lagi!'' kata kak Liana.
__ADS_1
''Cih,pamer!'' kata Yudistira sinis.
''Iya,emangnya kenapa? iri?'' kak Liana meledek adiknya.
''Tidak! lagian sebentar lagi aku akan menikah dengan orang yang sangat aku cintai! aku yakin,pasti aku akan lebih bahagia darimu kak!'' jawab Yudistira.
Itu yang kakak harapkan Tira,semoga kamu lebih bahagia dari pada kakak! kata kak Liana dalam hatinya sehingga membuat bibirnya tersenyum.
''Kenapa senyum senyum sendiri?'' tanya Yudistira.
''Ah tidak,aku hanya emh memikirkan kamu jika sudah menikah!'' jawab kak Liana.
''Yang mau nikah itu aku,bukan kakak! kenapa kakak yang mikirin?'' tanya Yudistira.
Sarapan pun di mulai tanpa obrolan sampai kak Liana membuka suara.
''Btw,dari kemarin Yudistira tidak pernah mengucapkan selamat atas pernikahanku!'' ucap kak Liana.
''Selamat atas pernikahan kalian!'' balas Yudistira datar dan malas.
''Hanya itu? apa kamu tidak memberiku hadiah?'' tanya kak Liana.
__ADS_1
''Yang mempersiapkan pernikahanmu siapa? yang memberimu uang siapa? yang menyewakan mu MUA terbaik siapa? yang memanggil grup sholawat terkenal idola kakak siapa? apa itu kurang?'' tanya Yudistira.
''Heheh,maaf lupa!'' kata kak Liana malu.
''Ambilah!'' Yudistira menyodorkan sebuah kunci yang sepertinya kunci rumah.
''Apa ini?'' tanya kak Liana.
''Aku sudah membangun rumah sesuai impianmu di samping rumah impian calon istriku yang akan aku dan istriku nanti tempati setelah menikah!'' jawab Yudistira.
''Benarkah? siapa calon istri yang kau maksud?'' tanya kak Liana.
''Aisyah lah,siapa lagi? aku hanya mencintainya!'' jawab Yudistira membuat semua tersenyum bahagia.Sedangkan Aisyah hanya menunduk malu.
''Terima kasih atas apa yang kamu lakukan untukku!'' kak Liana berdiri dan memeluk Yudistira sambil menangis.
''Terima kasih sudah seperti ayah kedua bagiku! kau sudah seperti sumber kebahagiaan bagiku!'' kata kak Liana masih menangis.
''Sudahlah,jangan menangis! emangnya kamu tidak malu sama suamimu? sudah besar masih saja cengeng! kau bukan lagi seorang gadis yang harus aku lindungi! kau sudah menjadi istri suamimu! kau tanggung jawab suamimu!'' Yudistira datar padahal dalam hatinya dia juga menangis.
''Terima kasih atas semuanya!'' kata kak Liana melepaskan pelukannya.
__ADS_1
''Sama sama!'' jawab Yudistira dengan suara agak bergetar.
''Lanjutkan sarapannya aku mau ke kamar dulu dan mau tidur! aku agak ngantuk lagi! sayang,jangan dulu pulang! tunggu aku!'' kata Yudistira dan berlalu pergi meninggalkan meja makan karena sudah tidak taham menahan tangis.