
Mama Lena,papa Dimas,Aisyah dan Yudistira baru selesai melaksanakan sholat maghrib.Sedangkan Khai,dia sedang tidur di kamar Aisyah di temani Rizal.Sedangkan mami,papi,juga kak Liana beserta suaminya sudah pulang.
"Apa dari tadi Khai belum nangis?" tanya mama Lena.
"Belum ma,dari tadi siang sampai sekarang,Khai belum nangis!" jawab Aisyah.
"Biasanya,bayi itu suka menangis.Pipis menangis,lapar menangis,ngantuk juga menangis!" kata mama Lena.
"Tapi Khai tidak ma,jika lapar,dia menjilati kain yang dia pakai.Dan jika dia pipis dia gerak gerak seperti tidak nyaman!" kata Aisyah.
"Bagaimana kalau panggil dokter Nisa saja untuk memeriksa Khai? agar kita juga tahu keadaannya!" kaga Yudistira.
"Ya sudah,papa akan telepon Nisa!" kata papa Dimas mengambil hand phone nya dari saku celana.
*Papa Dimas: Hallo,Nisa,apa kamu sedang sibuk?
dokter Nisa:Hallo om,tidak kok,Nisa gak lagi sibuk.Nisa baru mau pulang!
Papa Dimas:Kamu bisa ke rumah Aisyah gak?
Dokter Nisa:Rumah Aisyah yang mana om? rumah om maksudnya?
Papa Dimas:Rumah Yudistira.
Dokter Nisa:Oh iya bisa pa,tolong kirimkan alamatnya!
Papa Dimas:Okey,om akan kirim alamatnya lewat WhatsApp!
Dokter Nisa:Baik om!
__ADS_1
Papa Dimas:Terima kasih Nisa!
Dokter Nisa:Iya om,Assalamualaikum!
Papa Dimas:Waalaikum salam*!
Papa Dimas pun mematikan telepon dan mengirimkan alamat rumah Aisyah kepada dokter Nisa.
"Sudah pa?" tanya Aisyah.
"Sudah!" jawab papa Dimas.
"Bagaimana? apa dokter Nisa akan datang?" tanya Yudistira.
"Iya,dokter Nisa akan datang!" jawab papa Dimas.
Tidak lama kemudian,sebuah mobil hitam terparkir di halaman rumah.Dokter Nisa langsung turun dan memencet bel rumah itu.
"Baik tuan!" jawab bi Rini dan segera berlari untuk membukakan pintu.
"Dengan siapa ya?" tanya bi Rini.
"Saya Annisa,apa benar ini kediaman tuan Yudistira?" tanya balik dokter Nisa.
"Iya benar,ini rumah tuan Yudistira.Ada keperluan apa ya?" tanya bi Rini.
"Siapa bi?" tanya Yudistira agak berteriak.
"Namanya Annisa tuan!" jawab bi Rini.
__ADS_1
"Suruh dia masuk bi,dia dokter!" kata Yudistira.
"Baik tuan! Silahkan masuk non!" kata bi Rini sopan.
"Terima kasih!" kata dokter Nisa sambil tersenyum dan masuk ke dalam rumah.
Dokter Nisa pun duduk di kursi yang ada,namun sebelumnya,dia bersalaman dengan semua orang yang ada di situ sambil menanyakan kabar mereka.
"Kakak apa kabar?" tanya Aisyah.
"Baik Aisyah! tadi aku tanya kalian satu persatu,dan jawaban kalian baik.Lalu,siapa yang sakit?" jawab dan tanya dokter Nisa.
"Sabar dulu!" kata papa Dimas.
"Ah iya om!" kata dokter Nisa.
"Maaf,non mau minum apa?" tanya bi Rini.
"Emh teh hangat aja bi!" jawab dokter Nisa.Bi Rini pun menjawabnya dengan senyuman sambil mengangguk,lalu kembali pergi.
"Begini kak!" kata Yudistira.
Yudistira menceritakan semua yang terjadi dari awal dia berangkat jalan jalan bersama Aisyah sampai dia menemukan bayi dan sampai di rumah.Sampai sampai saat Aisyah di pipisi oleh Khai pun dia ceritakan.
Dokter Nisa mengangguk angguk paham dengan apa yang di ceritakan Yudistira sambil sesekali meneguk teh hangat yang di buatkan bi Rini.
"Jadi,nama bayi itu adalah Khaira Astira Manunggal?" tanya dokter Nisa.
"Iya!" jawab Aisyah.
__ADS_1
Mohon maaf kepada pembaca setia novel amatir berjudul BIDADARI BERCADAR,bukan author yang telat up,tapi pihak aplikasi yang lama mereview .
Jadi,kepada pihak novel toon,tolong reviewnya di percepat๐....๐....๐***