
Selesai makan, keluarga al-bart itu kembali berkumpul di ruang keluarga.Mereka mengobrolkan ini itu segala macam sampai tidak sabar bahwa waktu sudah semakin sore.
"Kak, udah sore!" bisik Aisyah di telinga suaminya.Yudistira tidak menjawab apa apa,namun dia mengerti bahwa istrinya sudah ingin pulang.
"Mi, aku dan Aisyah pulang dulu ya! Udah sore juga! Takut kemalaman di jalan!" kata Yudistira.
"Lah? Kenapa gak nginep aja?" tanya mami Reva.
"Ah lain kali aja ya mi, aku ada kerjaan juga di rumah!" jawab Yudistira.
"Ooh ya sudah kalau gitu! Tapi janji ya,lain kali kalian nginep disini!"
"InsyaAllah!" jawab Yudistira.
"Ya sudah kalau gitu,hati hati di jalan!" kata mami Reva.
Yudistira duluan mencium tangan ibunya,lalu kak Liana,diikuti oleh Aisyah.
"Saya juga pamit!" kata dokter Nisa.
"Iya dok! Sering sering main ke sini ya!"
"InsyaAllah!" kata Dokter Nisa kemudian bersalaman mengikuti Yudistira dan Aisyah.
"Salim dulu nak!" kata Dokter Nisa menyuruh Khaira menyalimi nenek dan tantenya.
"Assalaamu'alaikum!" kata Yudistira mewakili semuanya saat mau keluar pintu.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam!" jawab mami Reva dan kak Liana.
Haaaah, mami Reva membuang nafas panjang.
"Kenapa mi?" tanya kak Liana.
"Mami lega, mami sangat bersyukur Aisyah bisa sembuh dari keterpurukannya!" jawab mami Reva dengan mata berkaca kaca.
"Iya mi,Alhamdulillah! Tapi pantas sih Aisyah terpuruk juga, siapa sih yang rela kehilangan anak nya, apalagi itu anak pertama! Pasti sakit banget! Tapi kalau segitu, Aisyah masih tegar, kalau aku gak tau bisa setegar Aisyah!" ujar kak Liana.
"Dokter Nisa pulang ke rumah kami aja ya?!" ajak Yudistira.
"Emm,boleh gak kalau anterin aku pulang?" tanya Yudistira.
"Gak boleh kak! Kakak pulang ke rumah kita aja! Nanti kak Tira suruh kak Fauzi agar jemput kakak!" kata Aisyah.
"Kalau kak Tira yang suruh,kak Fauzi gak akan nolak! Iya kan kak?" tanya Aisyah.
"Iya!"
"Tuh, mau ya kak?" tanya Aisyah lagi.
"Hmm, iya deh!" jawab dokter Nisa.
"Apa saat aku gak kerja Fauzi jarang pulang?" tanya Yudistira.
"Pulang kok!"
__ADS_1
"Beneran?" tanya Yudistira,dokter Nisa malah menangis bukan menjawab pertanyaan dari Yudistira.
"Eh, kak, kenapa?" Aisyah langsung panik seketika saat mengetahui kakak sepupunya menangis.
"Tante Ica, jangan nangis!" kata Khaira.
"Cari masalah si Fauzi nih!" kata Yudistira dan langsung menghidupkan handphone nya, dia telepon Fauzi saat itu juga.
"Hallo, Fauzi!"
^^^"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?"^^^
"Sepuluh menit lagi, kamu harus sampai di rumah saya!"
^^^"Baik tuan!"^^^
Setelah mendapat jawaban,Yudistira kembali memutuskan sambungan teleponnya dan mematikan handphone.
"kak, kakak bicara sama aku! Kakak kenapa?" tanya Aisyah namun lagi lagi dokter Nisa tidak menjawabnya.
"Udah kak,nanti Fauzi saya interogasi saja! Kalau terbukti Fauzi macem macem, saya yang tindak langsung!"
Lima menit kemudian, mobil yang dikendarai Yudistira bersama anak,istri dan kakak sepupunya sudah terparkir di halaman rumah.
Terlihat di depan pintu rumah juga sudah ada Fauzi berdiri dengan tegap.
Setelah melihat kedatangan mobil Yudistira, Fauzi dengan sigap membukakan pintu untuk tuan nya.
__ADS_1
Keluar mobil, tangan Fauzi langsung dia tarik masuk ke dalam rumah dan dia bawa ke ruang kerjanya.