
''Iya kakak,aku akan berusaha! aku tidak mau orang tuaku kecewa!'' jawab Yudistira.
Allahuakbar Allahuakbar
Suara adzan maghrib berkumandang di mesjid mesjid mengajak seluruh umat muslim untuk melaksanakan kewajibannya.
''Fauzi,coba susul tuan mu itu! kok lama!'' ucap kak Liana.
''Itu tidak perlu! ayo ke mesjid!'' ajak Yudistira.
Merekapun pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat maghrib.
Setelah sholat maghrib mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.
''Sayang!'' panggil Yudistira.
''Iya kak?'' sahut Aisyah yang sedang memainkan rambut Rizal yang sedang terlelap.
''Kamu bikin gantungan kunci itu di mana? kok sempet?'' tanya Yudistira.
''Aku bikin di temen SMP aku,dia sekarang sudah sukses menjadi pembuat kerajinan!'' jawab Aisyah.
''Siapa namanya?'' tanya Yudistira.
__ADS_1
''Widia,dia sudah lulus s1 dan menjadi sukses dengan usahanya yang sekarang.Dia pandai membuat kerajinan seperti gantungan kunci yang dari kayu dan di ukir wajah kita!'' jawab Aisyah.
''Kenapa kamu gak pesan yang seperti itu?'' tanya Yudistira.
''Harganya mahal,dan harus memakan waktu lama!'' jawab Aisyah.
''Yang tadi aku berikan sama para santri itu yang paling murah tapi kualitasnya sangat bagus.Widia itu sangat baik dan sangat pandai.Waktu masih duduk di bangku SMP dulu,dia selalu mendapatkan rangking satu setiap tahun.Katanya dia juga menyelesaikan kuliahnya dengan sangat singkat karena sangat pintar!'' kata Aisyah.
''Apa dia juga bisa membuat surat undangan?'' tanya Yudistira.
''Bisa! Widia itu,dia serba bisa! apapun yang bisa orang lakukan pasti dia juga bisa!'' jawab Aisyah.
''Bagaimana kalau kita cetak surat undangan sama dia saja?'' tanya Yudistira semangat.
Kak Liana tersenyum bahagia melihat Yudistira dan Aisyah akrab mengobrol hingga membicarakan surat undangan pernikahan mereka.
Aisyah sangat pandai menyembunyikan perasaan.Hatinya masih sakit karena di jodohkan dengan orang yang dia tidak kenal sama sekali.
Allahuakbar Allahuakbar
Suara adzan isya berkumandang di mesjid mesjid mengajak seluruh umat muslim untuk melaksanakan kewajibannya.
''Tuan,apa kita mau sholat terlebih dahulu?'' tanya Fauzi.
__ADS_1
''Bagai mana Aisyah?'' tanya Yudistira.
''Ah,aku mau sholat di rumah saja!'' jawab Aisyah.
''Kamu dengarkan?'' tanya Yudistira.
''Dengar tuan!'' jawab Fauzi yang masih fokus menyetir.
Seketika suasana menjadi hening hingga akhirnya kak Liana buka suara.
''Fauzi,apakah persiapan untuk pernikahanku sudah siap?'' tanya kak Liana.
''Apa? kakak mau nikah? jadi kakak belum menikah? Aisyah lupa ingin menanyakan hal itu dari tadi!'' ucap Aisyah.
''Iya Aisyah,kakak baru mau nikah! maaf kakak baru memberi tahu mu!'' kata kak Liana.
''Ah iya gak apa apa kak,doa terbaik dariku untukmu!'' sahut Aisyah.
''Terima kasih!'' jawab kak Liana dan di jawab anggukan oleh Aisyah.
''Gimana Zi,apa sudah siap?'' tanya kak Liana lagi.
''Sudah hampir selesai nona,hanya tinggal beberapa persen lagi dan selesai!'' jawab Fauzi.
__ADS_1
Fauzi adalah kepercayaan keluarga Al-Bart.Bukan hanya Yudistira dan kak Liana saja yang suka mengandalkan Fauzi,papi Kevin dan mami Reva juga suka mengandalkan Fauzi karena kepintaran dan kejujurannya dalam bekerja.Begitu juga dengan Akbar,dia juga memiliki kepintaran yang sama dengan anaknya Fauzi.Namun Fauzi lebih pintar di banding ayahnya yang sekarang sudah mulai tua,namun masih bekerja di keluarga Al-Bart,karena Akbar dan Fauzi sudah di anggap keluarga Al-Bart.