Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Kondisi Hati


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak Aisyah pulang dari rumah sakit,keadaan fisiknya memang sudah sembuh menurut dokter,namun kondisi hatinya yang tidak baik hingga mempengaruhi keadaan badannya.


Badannya yang tadinya cukup berisi karena hamil,kini sangat kurus kering.Dia jarang makan walaupun makanannya sangat sangat bergizi dan enak untuk di makan.


Karena kurangnya asupan gizi dan makanan,sehingga mempengaruhi pada asinya.Oleh karena itu,Syihab di bantu dengan susu formula agar Syihab terus berkembang.


Aisyah juga tidak mau bertemu dengan siapa siapa termasuk dengan Khai.Dia hanya bertemu dengan Yudistira dan Syihab saja.


Pekerjaan Yudistira juga hampir sembilan puluh persen di serahkan kepada Fauzi.Dia sibuk mengurus istri dan anaknya.


Setiap hari Khai merengek rengek ingin bertemu dengan Aisyah,namun Aisyah tidak ingin bertemu dengan Khai dengan alasan takut sedih karena akan mengingat putrinya yang meninggal.


Hari ini Yudistira sedang bingung dan panik.Khai dari malam tadi tidak berhenti menangis merengek minta bertemu dengan umi nya.Dan sekarang badannya panas dan suaranya sudah parau.


"Khai,kamu tunggu di sini sebentar ya,abi akan panggil ate Ica ya,biar kamu di obati!" kata Yudistira menenangkan Khai dan juga menenangkan dirinya sendiri.


Dengan tergesa gesa mencari hand phonenya.Setelah ketemu,dia langsung menelepon dokter Nisa.


"Assalamualaikum


Halo Kak, Apa kakak sedang sibuk Saya membutuhkan Kakak di sini! "


"Waalaikumussalam,nggak kok,gak sibuk! emangnya mau apa Tira?"


"Badan Khaira panas kak,mungkin dia demam! bisa tolong periksa dan beri obat? sekalian periksa keadaan Aisyah kak!"

__ADS_1


"Oouh iya iya,kakak otw sekarang!"


"Iya kak,terima kasih! Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"


"Bii,bi Rini!" panggil Yudistira.


Bi Rini yang sedang berada di dapur dengan buru buru menghampiri Yudistira yang memanggilnya.


"Ada yang bisa bibi bantu?" tanya bi Rini.


"Tolong konpreskan Khai bi,badannya panas!" jawab Yudistira.


"Ooh iya baik tuan! permisi!" Bi Rini langsung pergi ke kamar Khai dengan panik,Beberapa detik kemudian dia kembali menghampiri Yudistira.


"Bibi lupa bawa air buat ngonpresnya!" kata bi Rini dan langsung pergi ke dapur.Yudistira geleng geleng kepala melihat tingkah ART nya itu.


Yudistira naik ke lantai dua dan langsung masuk ke kamar di mana di situ ada Aisyah dan Syihab.


"Sayang,kamu mau makan?" tanya Yudistira setelah duduk di samping Aisyah.


Aisyah hanya menjawab pertanyaan Yudistira dengan menggelengkan kepala.


"Aku ambilkan bubur mau ya?! kamu harus makan,biar Syihab sehat,mau ya?" bujuk Yudistira.

__ADS_1


Dengan bujukan mengatasnamakan Syihab,Aisyah setuju dengan saran Yudistira.


"Ya sudah,tunggu sebentar!" kata Yudistira dan dengan segera dia pergi ke dapur dan membuatkan bubur instan untuk Aisyah.


"Hilda!" panggil Yudistira setelah selesai membuatkan bubur.


"Iya tuan?" tanya Hilda yang kebetulan dia juga ada di dapur.


"Kalau ada dokter Nisa kesini,langsung saja kamu suruh masuk dan langsung antar ke kamar Khaira,setelah selesai dengan Khaira antar dokter Nisa ke kamar saya!" kata Yudistira memberikan perintah.


"Baik tuan!" kata Hilda.


Setelah itu,Yudistira kembali naik ke lantai dua.


"Mau di suapi?" tanya Yudistira.


Aisyah menggelengkan kepalanya yang berarti tidak.


"Mau makan sendiri?" tanya Yudistira dan lagi lagi Aisyah hanya menggeleng.


"Ya sudah,aku suapi saja ya?!" kata Yudistira dan tidak ada jawaban ataupun isyarat apapun.


Yudistira menyodorkan sendok ke mulut Aisyah dan dengan perlahan Aisyah membuka sedikit mulutnya dan berhasil masuk setengah sendok makan bubur ke mulut Aisyah.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf baru up gays,insyaAllah untuk kedepannya Author akan jadwal untuk up! insyaAllah Bidadari Bercadar akan Up setelah dua hari dari Up Ustadz Muda...


Terima kasih atas perhatiannya....


__ADS_2