Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Fathul Izzar


__ADS_3

Kak Liana pergi menuju kamarnya diikuti kak Syam di belakangnya.Dia membuka pintu kamarnya dan nampak lah kamar yang begitu indah dengan hamparan kelopak bunga mawar di lantai dan atas ranjang.


Pencahayaan yang cukup redup karena hanya cahaya lilin yang menerangi kamar pengantin baru itu.



''Kapan kamu membuatnya?'' kata kak Liana dan kak Syam kompak yang membuat mereka bingung.


''Aku kira kamu yang membuat ini!'' kata kak Liana.


''Kapan? kan dari tadi,aku sama kamu!'' jawab kak Syam masih mengagumi kamar yang sudah di hias sedemikian rupa itu.


''Benar jug


a,lalu siapa yang membuat ini semua?'' kak Liana bingung.


''Aku kira kamu!'' jawab kak Syam.


''Kan kamu juga tahu,kalau aku dari tadi sama kamu!'' kata kak Liana.


''Oooh,aku tahu siapa yang telah membuat ini semua!'' ucap kak Syam.


''Siapa?'' tanya kak Liana.


''Siapa lagi kalau bukan adik kesayanganmu itu!'' jawab kak Syam.


''Oooh kamu benar,pasti si Tira nakal itu yang sudah membuat ini semua!'' kata kak Liana dengan wajah geram.

__ADS_1


''Harusnya kita berterima kasih!'' kata kak Syam.


''Tapi ini semua sangat indah dan rapih,tidak mungkin dia melakukan ini semua dengan cepat sendirian!'' kata kak Liana bingung.


''Kan pas tadi Yudistira naik duluan,lalu di susul oleh wanita bercadar itu dengan alasan mau mengantar susu.Dan diikuti oleh adiknya!'' jawab Kak Syam.


''Mereka bekerja sama!'' gumam kak Liana yang masih terdengar oleh kak Syam.


''Bekerja sama apa?'' tanya kak Syam.


''Ah tidak,ayo masuk!'' kata kak Liana.


Semoga saja dengan mereka selalu bersama,Aisyah mulai mencintai Tira.Ya Allah,jika memang mereka jodoh,munculkan lah rasa cinta yang kuat di keduanya! kata kak Liana dalam hatinya.


Mereka pun masuk ke dalam kamar yang sudah di hias itu.Mereka duduk di tepi ranjang dan masih mengagumi hiasan kamar mereka.


''Iya,eh tidak! eh kayanya pernah!'' kata kak Liana bingung.


''Apa kamu punya kitabnya?'' tanya kak Syam.


''Bentar aku cari dulu!'' kak Liana bergegas ke lemari buku dan mencari kitab fathul izzar.


''Nih'' kata kak Liana menyodorkan kitab itu ke kak Syam.


''Kitab qurotul uyun?'' tanya kak Syam.


''Sebentar aku cari!'' kak Liana kembali mencari kitab itu.

__ADS_1


''Nih!'' kak Liana menyodorkan kitab itu ke kak Syam yang sedang membuka dan membaca kitab fathul izzar.


''Kamu mau apa sih? kalau mau belajar besok aja!'' kata kak Liana.


''Sekarang bukan waktunya belajar! tapi waktunya praktek!'' jawab kak Syam.


''Maksud?'' kak Liana bingung.


''Apa kamu tidak ingat kedua kitab ini membahas apa?'' tanya kak Syam.


''Bentar aku ingat ingat dulu!'' kak Liana melamun mengingat pembahasaan dari kedua kitab itu.


''Kamu masih bisa baca kitab ini?'' tanya kak Syam.Kak Liana mengangguk dengan bingung.


''Baca ini!'' kak Syam menyuruh kak Liana membaca salah satu kitab itu.


Kak Liana mulai membacanya dalam hati.Lama kelamaan kak Liana menjadi senyum senyum sendiri karena membaca kitab kuning gundul itu.


''Kamu sudah mengerti?'' tanya kak Syam merebut kitab yang di pegang kak Liana.


''Apa maksud kamu menyuruhku membaca bagian itu?'' tanya kak Liana.


''Sekarang waktunya praktek!'' kata kak Syam membuat kak Liana malu.


''Kita lakukan seperti petunjuk dua kitab ini!'' kata kak Syam.


Merekapun mempraktekan isi dari kedua kitab yang sudah mereka pelajari di pesantren.

__ADS_1


Kedua kitab itu yang membuat para santri tidak mengantuk


__ADS_2