
"Astagfirullah" Aisyah juga kaget melihat isi kotak itu yang ternyata isi kotak itu adalah bayi yang di bungkus kain tipis.
"Kenapa ada orang yang tega membuang bayi lucu seperti ini?" tanya Yudistira mulai emosi.
"Fauzi!" kata Yudistira.
"Iya tuan!" sahut Fauzi yang baru turun dari mobil.
"Foto bayi ini,dan cari orang tuanya! laporkan pada polisi!" kata Yudistira tegas.
"Jangan kak,jika bayi ini di ambil kembali oleh orang tua yang membuangnya,mungkin dia tidak akan mendapatkan kasih sayang penuh!" kata Aisyah sambil memangku bayi itu.
"Terus bayi ini harus kita apakan?" tanya Yudistira.
"Lihatlah,bukankah bayi ini sangat lucu?" tanya Aisyah.
"Iya!" jawab Yudistira singkat.
"Kalau aku yang merawat bayi ini boleh gak?" tanya Aisyah.
"Emangnya kamu bisa?" tanya Yudistira ragu.
"Bisa kak!" jawab Aisyah penuh keyakinan.
"Tapi...."
__ADS_1
"Jika kakak tidak mau,tidak apa apa kak! aku sendiri yang akan merawatnya!" kata Aisyah memotong kalimat suaminya.
"Fauzi,urus surat surat adopsi anak ini! akan ku anggap anak kandungku!" kata Yudistira.
"Benarkan kak?" tanya Aisyah bahagia.
"Iya,sebenarnya kalimat itu yang ingin ku dengar darimu dari tadi!" kata Yudistira.
"Alhamdulillah,aku sangat bahagia kak,terima kasih ya Allah,kau telah memberiku rizki yang tidak terhingga!" kata Aisyah sampai air matanya menetes.
"Sudahlah jangan menangis,sekarang lebih baik kita pulang dan membeli perlengkapan bayi!" kata Yudistira mengusap air mata Aisyah.
"Iya kak!" kata Aisyah.
"Baik tuan!" kata Fauzi dan langsung mengobrak abrik kotak itu.Di dalam kotak itu hanya ada selimut tipis dan kotor dan ada selembar kertas.
"Ada seuntai surat tuan!" kata Fauzi.
"Bacakan!" kata Yudistira.
"*Siapapun,yang menemukan bayi ini,kenalkan,namaku Herni.Aku ibu kandung dari bayi ini.Aku membuang bayi ini bukan karena tidak menyayanginya.Namun,aku membuangnya karena aku menyayanginya.Aku ingin anakku bahagia.Tapi,aku tidak bisa membahagiakannya.Aku mohon,siapapun yang menemukan bayi ini,rawatlah dan kasihi dia seperti anak sendiri.Aku berjanji tidak akan mengambil kembali bayi ini.Berilah bayi ini nama.
Herni Anggriani*"
Fauzi membacakan isi surat itu.
__ADS_1
"Simpan surat itu,dan buat segel mengenai anakku ini!" kata Yudistira.
"Baik tuan!" kata Fauzi.
"Ayo kita pulang sayang!" kata Yudistira.
"Yaaaa basah kak!" kata Aisyah yang bajunya basah karena di ompolin oleh bayi itu.
"Kenalan!" kata Yudistira sambil tertawa.
"Ya sudah ayo pulang kak!" kata Aisyah.
Merekapun kembali pulang ke rumah.Saat di jalan,mereka menyempatkan membeli perlengkapan bayi seperti popok,kain,selimut,alat mandi,kasur,baju kecil,dan yang paling penting adalah dot dan susu nya.
Di perjalanan,bayi itu tidak menangis ataupun merengek.Bayi ini hanya tertidur.Aisyah terus memandang bayi itu dengan sesekali air mata Aisyah menetes.
Ya Allah,bayi ini kado terindah dari mu setelah aku menikah! gumam Aisyah dalam hatinya.
Semoga dengan hadirnya bayi ini,Aisyah bisa mencintaiku! kata Yudistira dalam hatinya.
Tidak lama kemudian,mereka sampai di rumah yang baru mereka tempati.
Fauzi langsung menyiapkan kasur khusus bayi di kamar utama yang di tempati oleh Aisyah dan Yudistira.
Aisyah mengganti kain yang bayi itu pakai dengan kain yang baru karena sudah basah.Aisyah menggantinya dengan telaten dan hati hati.
__ADS_1