
Semua orang sudah pergi dari rumah Aisyah dan Yudistira.Khai juga sudah tidur.
Aisyah dan Yudistira baru selesai melaksanakan sholat isya berjamaah.
"Ternyata buah itu sangat enak,pantes kamu mau!" kata Yudistira yang sudah duduk berdampingan dengan istrinya di atas ranjang.
"Emangnya kakak habis berapa buah?" tanya Aisyah.
"Empat!" jawab Yudistira.
"Astagfirullah,aku saja yang menginginkan buah itu hanya makan tiga buah kak!" kata Aisyah.
"Heheh maaf!" Yudistira cengengesan.
"Tidak papa kak!" jawab Aisyah.
"Aku sudah pesan lagi dua puluh kilo untuk di bagikan!" kata Yudistira.
"Tapi bukannya masih banyak?" tanya Aisyah.
"Banyak apanya? sisa setelag kilo mungkin!" jawab Yudistira karena memang buah itu hampir habis karena anggota keluarga ada yang makan dua sampai tiga.Tapi hanya Yudistira yang sampai habis empat.
"Sayang?" kata Yudistira.
"Apa?" tanya Aisyah.
"Apa kalau kamu hamil aku masih bisa berhubungan dengan mu?" tanya Yudistira.
"Berhubungan apa? emangnya kalau aku hamil kita akan cerai?" tanya Aisyah.
"Ish,bukan hubungan itu!" kata Yudistira.
"Hubungan apa?" tanya Aisyah.
"Hubungan itu,emh...!"
__ADS_1
" Apa kak?" tanya Aisyah penasasaran.
"Itu sayang ...." Yudistira berbisik.
"Kata dokter sih bisa,selagi kandungannya sehat!" jawab Aisyah.
"Kapan kamu menanyakan hal itu?" tanya Yudistira.
"Tadi ke kak Nisa!" jawab Aisyah.
"Astagfirullah!"
"Kenapa kak?" tanya Aisyah.
"Malu dong sayang!" kata Yudistira.
"Kenapa malu? dari pada gak tanya dulu entar bayinya kenapa napa!" kata Aisyah.
"Tapi..!"
"Ya sudah terserah kamu saja!" kata Yudistira sambil menundukkan kepalanya mencium perut Aisyah.
"Kamu yang sehat ya sayang!" kata Yudistira.
Aisyah hanya tersenyum melihat kebahagiaan suaminya.
"Sayang,kamu ingin anak kita yang ini laki laki atau perempuan?" tanya Yudistira.
"Aku mau laki laki kak,kalau perempuan kan sudah ada Khai!" jawab Aisyah.
"Aku juga mau dia berjenis kelamin laki laki,aku juga sudah menyiapkan namanya jika dia lahir!" kata Yudistira.
"Kalau perempuan?" tanya Aisyah.
"Ya tidak papa,aku juga sudah menyiapkan nama jika bayi ini perempuan!" jawab Yudistira.
__ADS_1
"Ya sudah kak,mau perempuan atau laki laki juga tidak papa,yang penting dia sehat!" kata Aisyah.
"Iya sayang,oh iya kata papi jika hamil sudah empat bulan biasanya suka mengadakan syukuran ya?" tanya Yudistira.
"Iya kak,tapi sebenarnya syukuran itu wajib setiap bulan setiap minggu setiap hari setiap jam setiap menit setiap detik kita wajib syukuran.Atas karunia Allah kita bisa terus bernafas,atas karunia Allah kita bisa berkedip,atas karunia Allah kita bisa bicara itu semua wajib kita syukuri!" jawab Aisyah.
"Iya,tapi untuk menunjukan kebahagiaanku bagaimana kalau kita ngundang anak yatim piatu untuk datang ke rumah kita dan mendoakan calon bayi kita dan Khai!" kata Yudistira.
"Iya kak,itu bagus!" jawab Aisyah.
"Ya sudah,besok kita atur lagi,sekarang tidur!" kata Yudistira.
"Iya kak!"
"Eh sebentar,sebelum tidur kamu mandi dulu ya!" kata Yudistira.
"Kenapa harus mandi dulu?" tanya Aisyah.
"Biar tidurnya nyenyak sayang!" jawab Yudistira.
"Tapi gak mandi dulu juga aku akan pulas tidur!" kata Aisyah.
"Tapi tetap kamu harus mandi dulu!" Yudistira kekeh.
"Ah ya sudah aku mandi dulu!" Aisyah turun ranjang namun kembali di tarik oleh suaminya.
"Kenapa kak? katanya harus mandi?" tanya Aisyah.
"Sebelum mandi,aku akan menodai mu dulu!" sambil menarik selimut menutupi seluruh badannya.
Merekapun beribadah malam ini...
Bersambung.....
Jangan lupa like,komen,komen,komen,komen,komen,komen,komen,vote,beri hadiah dan jangan lupa follow instagram dan facebook Author ya
__ADS_1
fb/ig : AuthorSyiba