
Sementara itu di keluarga Al-Bart.
''Liana,di mana adikmu?'' tanya mami Reva.
''Mungkin di kamarnya ma,lagi dandan!'' jawab Liana yang masih sibuk selvi.
''Coba kamu panggil dia!'' kata mami Reva.
''Itu tidak perlu mi,!'' ucap Yudistira yang masih berjalan menuruni tangga dengan memakai baju koko putih dan celana jeans hitam.
''Wah kamu ganteng banget!'' ucap mami Reva.
''Yudistira masa gak ganteng!'' ucap Yudistira dengan percaya diri.
''Ya sudah ayo berangkat!'' kata papi Kevin dan langsung di jawab anggukan oleh semua.Tidak banyak orang yang ikut mengantar Yudistira lamaran.Hanya mami Reva,Papi Kevin,kak Liana dan Fauzi,Akbar dan beberapa orang lagi.
Mereka berangkat dari rumah keluarga Al-Bart menuju keluarga Nugraha.
Hanya memakan waktu dua puluh menit dan mereka sudah sampai di depan rumah keluarga Nugraha.
Terlihat di depan rumah sudah berjajar bapak bapak yang menyambut kedatangan tamu spesial itu dengan mengenakan seragam batik yang di siapkan keluarga Nugraha.
Kak Liana dan mami Reva menggandeng tangan Yudistira setelah keluar dari mobil.
''Ayo silahkan masuk tuan!'' ajak seorang bapak bapak.
__ADS_1
''Ah iya pak terima kasih!'' jawab mami Reva.
''Mari ikuti saya!'' ucap bapak bapak itu.
Semua rombongan keluarga Al-Bart pun mengikuti bapak bapak itu dan masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah,keluarga spesial itu disambut oleh ibu ibu yang juga mengenakan seragam kebawa warna krem.
Rombongan itupun duduk setelah menyalami semua orang yang ada di sana.
''Aisyah nya di mana?'' tanya mami Reva yang dari tadi mencari keberadaan calon menantunya itu.
''Ah dia masih di kamar,masih dandan!'' jawab mama Lena.
''Oh iya iya!'' jawab mami Reva.
Sementara itu di kamar Aisyah
''Aisyah ayo keluar,kan sudah siap!'' ucap Ustadzah Nurul.
''Aku malu Teh,nanti saja nunggu di panggil!'' jawab Aisyah.
Tok tok tok
''Aisyah ayo keluar,semua sudah menunggu kamu!'' ucap seseorang dari luar kamar.
''Iya sebentar!'' jawab Aisyah.
__ADS_1
''Aisyah,kamu tenang ya! jangan tegang ada Teteh dan Nur yang menemanimu! ayo!'' ucap Ustadzah Nurul menenangkan.
Ustadzah Nurul dan Nur menggandeng Aisyah keluar kamar dan menghampiri paratamu.
Ketiga bidadari bercadar itu menyita perhatian semua orang terutama bidadari yang memakai pakaian serba putih layaknya bidadari sungguhan.
''Non Aisyah,maksud kedatangan kami sekeluarga,ingin menyampaikan maksud yang baik! Kami mempunyai seorang pangeran tampan,dan dia belum punya putri untuk pendampingnya.Apakan non Aisyah bersedia menjadi pendamping pangeran kami?'' tanya seorang perwakilan dari keluarga Al-Bart yang menyampaikan maksud kedatangan mereka yang membuat semua tersenyum.
Tapi tidak dengan Aisyah.Dia sangat tegang dan memegang tangan Ustadzah Nurul dan Nur sangat kuat.
''Aisyah,kamu tenang,kamu tinggal jawab!'' bisik Ustadzah Nurul.Ustadzah Nurul mengusap tangan Aisyah pelan berharap agar Aisyah tenang.
''Bagaimana non Aisyah,apa non bersedia?'' tanya orang itu lagi.
''Mungkin dia gugup!'' ucap salah seorang ibu ibu.
Semua tertawa kecuali Yudistira dan Aisyah.Yudistira sangat takut jika lamaran nya di tolak.Sedangkan Aisyah belum siap untuk menjalani nya.
''Bagaimana non?'' tanya orang itu.
''A-aku...........
Bersambung....
Tidak berhenti author mengucapkan 𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙆𝙖𝙨𝙞𝙝 yang sebanyak banyaknya kepada pembaca yang sudah memberi like dan komentarnya.Dan author menunggu kritik dan sarannya...🙏😇🙏😇🙏😇
__ADS_1