Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Puji


__ADS_3

Adzan subuh baru selesai berkumandang,namun Aisyah belum tidur karena bayinya mengajak begadang dari jam satu malam sampai subuh bayi itu belum tidur,namun dia juga tidak menangis.


Karena dingin,Khai jadi sering pipis di malam hari.Karena pipis nya sering,minum susu nya juga sering.


Yudistira ingin menemani anak dan istrinya begadang,dia duduk dengan posisi bersandar ke sandaran ranjang sambil memainkan hand phone.Sedangkan Aisyah,dia duduk sambil memangku Khai.


Aisyah melihat Yudistira dan ternyata suaminya itu sudah kembali tidur dengan posisi yang sama.


"Kak,bangun kak sudah subuh!" kata Aisyah dengan suara agak serak karena mengantuk sambil menggoyang goyangkan pundak suaminya.


"Aku masih ngantuk sayang!" kata Yudistira tanpa membuka matanya.


"Kakak masih ngantuk,tapi aku masih belum tidur! ayo bangun kak!" kata Aisyah terus menggoyangkan pundak suaminya.


"Iya iya,aku akan bangun!" jawab Yudistira masih menutup matanya.


"Aku mau sholat kak,kakak tolong jaga Khai sebentar!" kata Aisyah.


"Ya sudah,ayo sini Khai sayang!" kata Yudistira menengadahkan tangannya,namun matanya masih belum dia buka.


"Buka dulu matanya jangan tidur!" kata Aisyah.

__ADS_1


"Iya!" kata Yudistira membuka matanya walaupun dengan rasa yang berat.


Aisyah langsung menyimpan Khai di pangkuan Yudistira.Dan di pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.


Aisyah yang baru keluar dari kamar mandi,melihat suaminya kembali tidur dengan anaknya di sampingnya juga tertidur.Aisyah tersenyum melihat ke kompakan itu.


"Coba kalau dari tadi aku berikan Khai pada kak Tira,mungkin saja dia tertidur dari tadi!" kata Aisyah.


"Berarti dia ingin di gendong oleh abinya!" tambah Yudistira bangun dari tidurnya.


"Kalau kakak tahu,kenapa gak dari tadi kakak gendong Khai,bukan malah tidur!" kata Aisyah.


"Cepatlah wudhu,kita sholat berjamaah!" kata Aisyah.Tanpa menjawab,Yudistira langsung pergi ke kamar mandi.


"Ternyata anak bunda ingin tidur di pangkuan abi ya!" kata Aisyah menggendong Khai membawanya ke kasur yang dia beli khusus bayi.


Aisyah memandang bayi itu dengan air mata menetes,Syukur terus dia panjatkan pada Allah yang telah memberi dia rizki yang tidak di sangka sangka.


"Sudah siap?" tanya Yudistira dengan wajah masih basah dengan air wudhu.


Ternyata benar kata orang orang,jika laki laki habis wudhu dan air wudhu nya masih menetes dari rambut turun ke wajah,gantengnya bertambah! kata Aisyah memandang wajah suaminya.

__ADS_1


"Kenapa lihatnya sampai begitu? apa kamu baru tahu kalau suamimu ini tampan,gagah,dan perkasa?" goda Yudistira.


"Nggak kok,aku sadar bahwa kakak tampan!" kata Aisyah.


"Benarkah?" tanya Yudistira.


"Iya,tapi tampannya kakak tidak bisa mengalahkan ketampanan nabi Yusuf dan nabi Muhammad SAW!" kata Aisyah sambil membawa mukena dan memakainya.


"Kamu membandingkan aku dengan para nabi,jangankan di bandingkan dengan wajah,dengan rambut juga aku kalah!" kata Yudistira.


"Makanya,kakak jangan sombong!" kata Aisyah menghamparkan dua sajadah.


"Aku tidak sombong,aku hanya ingin di puji oleh istriku!" kata Yudistira.


"Alhamdulillah,puji itu milik Allah!" kata Aisyah.


"Iya aku tahu,tapi kan kita sebagai manusia ada hak untu di puji,namun harus kita kembalikan kepada Allah!" kata Yudistira.


"Ya sudah,ayo kita sholat kak Tira tampan,gagah,perkasa,sholeh,pokoknya si segalanya,si sayang,si cinta pokoknya!" kata Aisyah.


"Bentar bentar,kamu bilang cinta?" tanya Yudistira.

__ADS_1


__ADS_2