
"Kak,ayo kita pulang!" kat Aisyah sambil menggendong Khai yang sedang berada di pangkuan dokter Nisa.
"Pulang? apa maksud kamu Aisyah?" tanya dokter Nisa.
"Ayolah kak,cepat ganti pakaianmu dan kita pulang,nanti aku jelaskan di rumah!" kata Aisyah.
"Tapi kenapa Aisyah? aku kan mau nikah? masa pulang?" dokter Nisa kebingungan.
"Ayo kak,aku bantu kakak mengganti pakaian!" kata Aisyah.
"Tapi,kenapa Aisyah?" dokter Nisa mulai meneteskan air mata.
"Nurut saja padaku,aku ingin yang terbaik untukmu!" bentak Aisyah yang membuat dokter Nisa langsung diam karena baru kali ini dia di bentak oleh Aisyah.
"Mbak,tolong lepaskan baju dokter Nisa!" kata Aisyah pada para MUA yang baru masuk ke kamar.
Walaupun heran,tapi para MUA langsung menuruti perintah Aisyah.
Dokter Nisa menangis karena dia batal nikah.
"Kak,maafkan aku,aku hanya ingin yang terbaik untuk kakak.Maaf karena aku telah membentak kakak!" kata Aisyah.Namun tidak ada jawaban dari dokter Nisa.Dia malam mengusap usap mata dan pipinya.
"Ayo kak!" Aisyah menuntun dokter Nisa dan membawanya ke aula setelah dokter Nisa berganti pakaian.
__ADS_1
Dokter Nisa semakin bingung karena suasana di aula sangat bernatakan.Fauzi yang tadinya akan menjadi suaminya,sekarang terlihat prihatin karena banyak lebam di mukanya.
Dokter Nisa langsung berlari menghampiri Fauzi yang sudah tidak berdaya.
"Jangan dekati laki laki itu Nisa!" kata papa Dimas.
"Ada apa ini om? kenapa kalian tidak menolong Fauzi,dia kesakitan,ayo bawa ke rumah sakit om,Tira,ayo bawa asisten mu ke rumah sakit Tira,Ayah,ayo bawa Fauzi ke rumah sakit yah!" kata dokter Nisa sambil terus menangis.
"Laki laki seperti dia tidak cocok untukmu!" kata Akbar.
"Bawa kak Nisa pergi!" kata Yudistira.
"Umi,Ai akut!" kata Khai yang bersembunyi di dada Aisyah.
"Tidak Aisyah,aku mau bersama Fauzi,aku mau menolongnya!" kata dokter Nisa.
"Ma,tolong bawa Khai pergi dari sini!" kata Aisyah.
"Iya,ayo Khai,pergi sama nenek!" kata mama Lena.
Khai langsung mau dan di bawa pergi sama mama Lena ke luar ruangan.
"Apa bukti kau tidak pernah melakukan hal hina itu?" tanya Yudistira.
__ADS_1
"Saya tidak punya bukti tuan,tapi saya bersumpah bahwa saya tidak pernah melakukan itu!" jawab Fauzi.
"Ayo kesini dulu kak!" Aisyah membawa dokter Nisa menjauh dari Fauzi.
"Wanita itu siapa Aisyah?" tanya dokter Nisa.
"Emh,dia emh dia yang mengaku hamil anak kak Fauzi!" jawab Aisyah.
"Apa? tidak,tidak mungkin,Fauzi tidak mungkin melakukan itu!" kata dokter Nisa semakin frustasi.
"Sudah kak,tenang dulu!" kata Aisyah.
"Hey wanita gila,apa buktinya kau hamil anak calon suamiku?" tanya dokter Nisa sambil berdiri dan membentak Reska.
"Buktinya sudah di hancurkan oleh tuan Tira yang terhormat!" jawab Reska dengan nada bicara menantang.
Salah satu pengawal mengambil hand phone yang di lempar Yudistira atas perintah Yudistira.
Yudistira menyalakan hand phone itu dan ternyata hand phone itu masih bisa menyala.Yudistira kembali membuka galeri di mana di sana ada foto foto yang menjijikan.
"Lihat ini!" kata Yudistira menyodorkan hand phone itu pada dokter Nisa.
Dokter Nisa melihat ketiga foto itu.Videonya juga dia lihat hingga sebuah senyuman terlukis indah di wajah cantiknya.
__ADS_1