
Setelah sampai di sebuah gedung tepatnya di aula,tampak wajah cemas keluarga bahagia itu.
"Kenapa kalian baru datang?" tanya papa Dimas.
"Heheh,maaf pa,Aisyah susah di bangunin!" jawab Yudistira yang memutar balikan fakta.
"Iya pa,aku dan Khai susah di bangunin oleh alarm,dan kak Tira susah di bangunin oleh ku.Sampai lima kali kak Tira aku bangunin tapi gak bangun bangun!" tambah Aisyah kesal.
"Iya Kek,abi cucah bangun!" tambah Khai.
"Pengantin prianya mana? kok jam segini belum datang?" tanya Yudistira mengalihkan pembicaraan.
"Pengantinnya sudah berbulan madu dan sudah punya anak empat!" jawab papa Dimas.
"Hahah,papa bercanda!" kata Yudistira.
"Ayo masuk!" kata mama Lena.
Merekapun masuk ke ruang tengah dan ternyata Fauzi,alias pengantin pria sudah siap untuk melakukan ijab qobul karena sudah berhadapan dengan penghulu dan saksi dari pihak Fauzi yaitu papi Kevin.Sedangkan saksi dari dokter Nisa adalah Yudistira,makanya dia sangat di tunggu dari tadi.
"Maaf semuanya,saya telat!" kata Yudistira dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"Bisa kita mulai? karena kedua saksi sudah ada dan calon mempelai pengantin pria juga sudah siap!" tanya penghulu.
"Bisa pak!" jawab papa Dimas yang akan menjadi wali nikah dokter Nisa karena ayahnya sudah tidak ada.
__ADS_1
"Sudah hapal?" tanya penghulu.
"InsyaAllah sudah pak!" jawab Fauzi.
"Baik,silahkan mulai saja pak!" kata penghulu.
"Ananda Fauzi bin Akbar Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Annisa dengan maskawinnya berupa emas sepuluh gram serta alat sholat Tunai"
"Berhenti!" teriak seseorang dari arah pintu masuk.
Semua orang melirik ke sumber suara.Dia seorang wanita yang berpakaian seksi dan perut agak buncit.
"Reska?" Fauzi kaget dan bingung.
Yudistira bangkit dari duduknya dengan wajah merah padam karena emosi.
"Aku mau bertemu dengan Fauzi!" jawab Reska.
"Apa kau tidak bisa melihat? Fauzi sudah mau menikah dan kau? mau apa kau kesini?" tanya Yudistira.
"Aku mau...."
"Ekhem!" pengawal langsung menangkap tangan Reska setelah mendengar batuk Yudistira yang merupakan isyarat.
"Tidak,tunggu dulu,dengar dulu!" teriak Reska memberontak.
__ADS_1
Yudistira melambai lambaikan tangannya dan pengawal terus menyered Reska.
"Tunggu dulu bang**t!" teriak Reska,namun para pengawal yang berbadan tegap terus menyerednya.
"Aku mau minta tanggung jawab!" teriak Reska.
Yudistira berjalan mendekati Reska yang sedang di pegang oleh para pengawalnya.Yudistira berjalan sambil memakai kaca mata hitam agar dia agak samar melihat aurat Reska tidak terlihat secara langsung.
"Mau minta tanggung jawab apa?" tanya Yudistira dingin.
"Semuanya,lihat perutku.Perutku buncit karena sedang mengandung anak si Fauzi!" teriak Reska yang membuat semua orang kaget dengan kalimatnya.
"Apa maksudmu?" tanya Yudistira sudah geram dengan wajah semakin marah.
"Apa kau budeg? aku hamil anak si Fauzi!" teriak Reska.
"Batalkan pernikahan ini! dan semua bubar!" kata Yudistira.
Tanpa menunggu aba aba yang kedua kalinya semua orang keluar dari aula itu hanya tersisa keluarga inti saja.
"Kurang ajar!" bentak Akbar sambil memukul wajah Fauzi hingga darah segar menetes di sudut pipinya.
"Lepaskan!" kata Yudistira.
Dokter Nisa yang sedang berada di kamar bersama Aisyah sedang mengobrol sambil menunggu ada yang memanggil meraka dan turun ke bawah.
__ADS_1
"Kok lama banget ya?" tanya dokter Nisa.
"Cie,yang udah gak sabar!" goda Aisyah.