
Yudistira dan Aisyah langsung pulang ke rumah Aisyah.Sesuai janji,Aisyah kembali membutakan dua gelas susu jahe untuk Yudistira.
Yudistira ada mengatakan ada urusan lain itu hanya alasan.Entah kenapa di rumah Widia tadi,Yudistira sangat tidak nyaman dan ingin segera pergi dari sana.
Hari semakin sore,Yudistira segera pulang dari rumah Aisyah.
Keesokan harinya Yudistira kerja ke kantor seperti biasa hingga jum'at.Sedangkan Aisyah semakin terbiasa untuk diam di rumah,walaupun sesekali dia merindukan lingkungan pesantren.
...Yudistira Al-Bart ❤ Aisyah Hardianti N...
Hari ini adalah jadwal Aisyah dan Yudistira prewedding.Namun jadwalnya adalah jam satu siang.Namun walaupun begitu,Yudistira sudah stand by di rumah Aisyah.Dua hari tidak bertemu serasa dua tahun tidak bertemu hingga membuat Yudistira tidak bisa menahan rindu.
Jam sudah menunjukan pukul setengah satu.Dan mereka sudah siap untuk pergi ke tempat prewedding.
Sesuai keinginan Aisyah,mereka free wedding di tempat tempat religi.Seperti di mesjid dan tempat lain.Walaupun ada salah satu tempat yaitu di jalan.
''Kak,kita ke mana dulu?'' tanya Aisyah pada Yudistira.Mereka sedang di perjalanan menuju tempat pertama.
''Mesjid!'' jawab Yudistira singkat karena fokus menyetir.
Suasana di dalam mobil hening seketika hingga akhirnya mereka sampai di taman yang waktu itu di kunjungi mereka.
Aisyah memilih ingin free wedding di mesjid itu,karena menurutnya masjid itu sangat mewah dan nyama.
__ADS_1
''Permisi tuan,nona,kalina sudah di tunggu di ruang tunggu!'' kata seorang laki laki dengan sopan.
''Panggilkan seorang wanita kesini!'' kata Yudistira.
Lali laki itu langsung pergi dengan sopan memanggil salah satu teman wanitanya.
''Ada apa tuan?'' tanya wanita yang di bawa laki laki tadi.
''Bawa Aisyah ke ruang ganti!'' kata Yudistira.
''Baik tuan,nona,mari ikuti saya!'' kata wanita itu,dan Aisyah langsung mengikutinya.
''Tuan,silahkan ikuti saya!'' kata laki laki tadi.
''Tidak,tunjukan saja di mana tempatnya! aku akan pergi sendiri!'' jawab Yudistira.
''Terima kasih!'' kata Yudistira dan langsung pergi meninggalkan laki laki tadi.
''Kalau itu bukan tuan Tira,pasti sudah ku tendang tuh orang,sombong amat!'' laki laki itu ngoceh saat Yudistira sudah pergi.
Semua sudah siap.Yudistira dan Aisyah juga sudah siap dengan pakaian satu warna.
''Semua siap?'' tanya Yudistira datar.
__ADS_1
''Siap!'' jawab semua orang.
''Lakukan yang terbaik!'' kata Yudistira datar namun mengandung makna menakutkan bagi semua tukang foto dan temannya itu.
''Bagaimana posisinya?'' tanya Yudistira.
''Begini!'' orang itu memperagakannya dengan seorang teman wanitanya.
''Tidak!'' kata Yudistira.Dua orang tadi mengganti gayanya hingga lima kali namun tidak ada yang di setujui Yudistira karena mereka memperagakan posisi yang bersentuhan,sedangkan Yudistira tahu bahwa Aisyah tidak akan mau.
''Maaf tuan,sebenarnya tuan ingin yang seperti apa?'' tanya seorang fotografer.
''Aku ingin gaya tanpa bersentuhan dan tetap menjaga jarak namun tetap terlihat romantis!'' jawab Yudistira.
Nampak fotografer itu memikirkan sesutu.Tidak lama kemudian dia menyuruh laki laki dan perempuan yang menjadi contoh contoh gaya tadi agar bergaya si laki laki menghadap ke kiri dan si perempuan melihat ke kanan namun badan tetap ke depan.
''Bagai mana jika seperti ini tuan?'' tanya fotografer itu.
''Good!'' jawab Yudistira.
Yudistira dan Aisyah pun segera bergaya seperti yang di peragakan dua orang itu.
Cekrek
__ADS_1
dan hasilnya