Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Datang


__ADS_3

Hari minggu pun datang,keluarga Nugraha sudah siap untuk sarapan.


"Aisyah,tanyakan pada Yudistira,mau di mana kita bertemu?!" Kata papa Dimas.


"Baik pa,nanti aku tanyakan!" Jawab Aisyah.


"Sekarang saja!" Ucap mama Lena.


"Baiklah,kalau begitu aku ke kamar dulu! Kalian lanjutkan saja sarapannya!" Kata Aisyah berlalu meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar,Aisyah mengambil hand phone nya dan menuliskan pesan untuk Yudistira.


"Kak,kata papa kita mau mengadakan pertemuan di mana?" Isi pesan Aisyah untuk Yudistira.


Tanpa menunggu lama,pesan terbalas.


"Sebentar,aku akan tanyakan pada papi!" Balas Yudistira.


"Ditunggu!" Aisyah.


"Sayang,kata papi,nanti kita yang ke sana saja!" Yudistira.


"Jam berapa?" Aisyah.


"Sekitar jam 9!" Yudistira.


"Baiklah,aku tunggu!" Aisyah.


Aisyah kembali ke meja makan menghampiri keluarganya yang sudah mulai sarapan duluan.


''Gimana Aisyah?'' tanya papa Dimas setelah Aisyah duduk.

__ADS_1


''Kata kak Tira,mereka mau ke sini nanti jam sembilan!'' jawab Aisyah.


''Oh baiklah kalau begitu!'' kata papa Dimas.


Mereka pun makan dengan nikmat.


Pukul sembilan pun tiba,namun keluarga Al-Bart belum juga tiba.


''Aisyah,ini sudah pukul sembilan,tapi kenapa mereka belum sampai?'' tanya papa Dimas.


''Iya pa,aku juga gak tahu!'' jawab Aisyah.


''Biasanya mereka gak pernah telat!'' kata mama Reva.


''Mama benar!'' balas papa Dimas.


''Kita tunggu saja sebentar lagi!'' kata Aisyah.


Suara klakson mobil di halaman rumah.


''Apa itu mereka?'' tanya mama Lena.


''Mungkin!'' jawab Aisyah.


''Ayo kita lihat!'' papa Dimas beranjak keluar dan ternyata itu adalah dokter Nisa.


''Assalamualikum om,tante,Aisyah,Rizal!'' kata dokter Nisa.


''Waalaikumusalam!'' jawab mereka kompak.


''Kok tumben nyambut aku komapak begini?'' tanya dokter Nisa dengan wajah penasaran.

__ADS_1


''Kami sedang nunggu keluarga Al-Bart,mereka mau kesini,mau membicarakan tentang pernikahan Aisyah dan Yudistira!'' jawab papa Dimas.


''Mereka mau kesini?'' tanya dokter Nisa dengan wajah bahagia.


''Iya,kamu kenapa kok tiba tiba bahagia begitu?'' papa Dimas balik tanya.


''Suatu kebanggan bagiku jika bisa bertemu dengan keluarga Al-Bart,dan aku juga mau mengucapkan terima kasih pada taun Tira karena sudah menakkan jabatanku!'' jawab kak Liana.


''Hm,ya sudah ayo masuk! kita tunggu di dalam!'' kata papa Dimas.


Mereka pun hendak masuk ke rumah,namun terhenti kembali karena sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah.


''Kak Tira!'' Rizal langsung terika kegirangan setelah melihat mobil yang ia kenal dan sering ia tunggangi berhenti di pekarangan rumahnya.


Keluarlah seorang tuan muda Al-Bart yaitu Yudistira,kak Liana dan kak Syam,tidak lupa mami Reva dan papi Kevin yang turun dari mobil mewah itu penuh wibawa.


''Kak Tira!'' Rizal langsung lari mengahampiri calon kakak iparnya itu.Yudistira menyambut Rizal dan langsung memangkunya.


Kak Liana,mami Reva dan papi Kevin hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum bahagia melihat keakraban mereka.


''Tumben telat!'' kata papa Dimas menghampiri mereka yang masih di dekat mobil.


''Iya Mas,kita minta maaf! tadi macet soalnya!'' jawab papi Kevin.


''Iya iya tidak apa apa,ayo masuk!'' ajak papa Dimas yang merangkul bahu temannya itu.


''Reva,ayo masuk!'' kata mama Lena yang juga menyusul papa Dimas.


''Ayo!'' jawab mami Reva.Mereka juga masuk ke dalam rumah mengikuti suami mereka.


''Kak Liana,Kak Syam,Kak Tira,ayo masuk!'' ajak Aisyah yang di dampingi dokter Nisa di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2