Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Tamu Istimewa


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian,sebuah bis mewah terparkir di parkiran gedung tempat Aisyah menggelar resepsi pernikahan.


Santriawati berbaris di pintu masuk ke aula resepsi.Aisyah langsung meneteskan air mata melihat teman temannya dan guru gurunya datang.


Barisan pertama ada umi Maryam



Di belakang umi Maryam menggandeng pamannya yaitu kang Iwan atau ustadz Iwan yang memang sudah tua itu.



Di belakang umi Maryam dan Kang Iwan,ada Ustadzah Fatimah.



Ustadzah Fatimah bergandengan dengan Ustadzah Siti.



Di belakang para ustadz ustadzah,berbaris para santriawati dengan seragam berbaju hitam.

__ADS_1



Ustadzah Nurul yang melihat itu,langsung menghampiri mereka dan mencium tangan Ustadz Ustadzah.Ustadzah Nurul menggantikan umi Maryam menggandeng kang Iwan.Walaupun galak,tapi kang Iwan tetap ayahanda Ustadzah Nurul yang ia sayangi.Group hadroh juga berhenti sejenak dan berdiri menyambut kedatangan ustadz Iwan yang mereka kenal.


Ustadzah Nurul mengajak Ustad Ustadzah ke tempat yang sudah tersedia.Sedangkan para santriawati naik ke pelaminan satu persatu dengan tertib dan mengucapkan selamat pada Aisyah.


Beberapa di antara santriawati yang memeluk dan cipika cipiki bersama Aisyah.Di antaranya Nur,Ayu,Puja,Nadia,Santi dan Sinta.


Aisyah menyambut teman temannya itu dengan bahagia dan ramah.


Setelah semua bersalaman dan mengucapkan selamat pada Aisyah,mereka menyantap jamuan yang sudah di sediakan.


Sekarang giliran Ustadz Ustadzah yang mengucapkan selamat.


"Selamat ya,umi merasa kehilangan di pesantren,umi selalu mendoakan mu!" kata umi Maryam memeluk Aisyah.


"Terima kasih umi,tidak ada kata lain selain terima kasih!" jawab Aisyah mulai meneteskan air mata.


"Umi pulang dulu ya,main lah ke pesantren!" kata umi Maryam melepaskan pelukannya.


"Iya umi,pasti aku akan main ke sana!" jawab Aisyah dengan sedih.

__ADS_1


"Selamat ya,Teteh hanya bisa mendoakan mu!" kata Ustadzah Fatimah.


"Terima kasih Teh,memang itu yang aku harapkan,aku hanya mengharapkan dari doa dari guru guruku,maaf tidak bisa membalas jasa jasa yang telah Teteh berikan kepada saya!" kata Aisyah meneteskan air mata lagi.


"Sudah kamu jangan sedih,Teteh selalu mendoakan mu!" jawab Ustadzah Fatimah.


"Tidak kata lain selain terima kasih!" kata Aisyah dan Ustadzah Fatimah hanya mengangguk dan meninggalkan pelaminan.


"Aisyah,Teteh pulang dulu ya,selamat atas pernikahannya semoga sakinah mawadah warahmah!" kata Ustadzah Siti.


"Iya teh,terima kasih untuk semuanya!" kata Aisyah.Ustadzah Siti hanya mengangguk dan pergi.


"Aisyah,akang dek pamit heula nya,di doaken ku akan rumah tangga kamu cing sakinah mawadah warahmah!" kata kak Iwan yang masih di gandeng oleh Ustadzah Nurul.


"Iya terima kasih kang,tidak ada kata lain selain terima kasih,maaf tidak bisa membalas semua ilmu yang telah akang berikan pada saya!" jawab Aisyah.


"Aisyah,teteh juga pamit pulang ya,teteh tunggu kedatangan mu di pesantren bersama suamimu!" kata Ustadzah Nurul.


"Tapi kenapa Teteh pulang sekarang,besok aja teh!" kata Aisyah.


"Maaf ya,Teteh harus pulang,kamu kan tahu Teteh tidak bisa membantah jika di suruh abi!" jawab ustadzah Nurul.

__ADS_1


"Iya teh,terima kasih untuk semuanya,dan maaf sudah merepotkan!" kata Aisyah.


"Iya sama sama,ya sudah teteh pergi dulu ya,teteh selalu mendoakan mu!" kata ustadzah Nurul berlalu setelah bercipika cipiki dengan Aisyah.


__ADS_2