Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Resepsi selesai


__ADS_3

Acara demi acara sudah selesai di laksanakan dengan lanacar.Undangan 89 % datang.


Gedung sudah kembali sepi,hanya tinggal para pekerja di gedung itu yang sedang membereskan tempat itu.


Yudistira pulang ke rumah Aisyah.Mereka semobil berdua,sedangkan mama Lena papa Dimas dan Rizal di mobil lain.


Sepanjang jalan menuju rumah Aisya,mereka tidak melepaskan genggaman tangan mereka dengan senyuman terus terukir dengan indah di wajah keduanya.


''Sayang,apa kamu sudah mencintaiku?" tanya Yudistira.


"Emh...euh" Aisyah bingung.


"Tidak perlu di jawab,aku sudah tahu jawabannya!" kata Yudistira yang mengerti dengan perasaan istrinya.


"Maaf kak!" kata Aisyah.


"Tidak apa apa,walaupun kamu belum mencintaiku,namun aku tetap mencintai mu! aku akan menunggumu mencintaiku dengan tulus!" ucap Yudistira sambil menatap wajah istrinya yang masih tertutup cadar.


"Terima kasih kak!" kata Aisyah.


"Terima kasih? terima kasih untuk apa?" tanya Yudistira.


"Terima kasih karena kakak sudah mencintaiku dengan tulus.Aku masih berusaha mencintai kakak!" jawab Aisyah.Yudistira hanya mengangguk dan tersenyum.


Tidak lama kemudian,mereka sampai di rumah Aisyah.Disana sudah terparkir mobil papa Dimas.


Aisyah dan Yudistira masuk ke dalam rumah masih belum melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


"Wah wah wah,pengantin baru ini mesra sekali!" kata papa Dimas yang sedang istirahat di sopa ruang keluarga.


"Memangnya gak boleh ya pa?" tanya Yudistira.


"Boleh,boleh sekali! papa senang lihat nya!" jawab papa Dimas.


"Mama mana pa?" Aisyah mengalihkan pembicaraan.


"Di dapur lagi bikin kopi!" jawab papa Dimas.


"Emh kak Tira,mandi dan tunggu lah di kamar aku akan menyusul dan membawakan mu susu jahe!" kata Aisyah.


"Okey,pa aku ke kamar dulu ya?!" Yudistira pamit dan papa Dimas hanya mengangguk.


Mereka tidak makan malam karena sebelum pulang,mereka makan bersama dulu di gedung tadi.


"Minum dulu kak,aku mau mandi!" kata Aisyah menyerahkan gelas berisi susu jahe itu.


"Terima kasih sayang!" kata Yudistira.


Aisyah berlalu ke lemari pakaian dan mengambil pakaiannya.Dia masuk ke kamar mandi.


Tidak lama kemudian,Aisyah sudah selesai mandi dan berpakaian di dalam kamar mandi tidak lupa memakai cadar.


Dia melihat suaminya yang masih memainkan hand phone nya.Aisyah melihat gelas susu jahe itu sudah kosong,padahal itu gelas besar dan diisi penuh.


"Kak Tira lagi apa?" tanya Aisyah duduk di samping suaminya.

__ADS_1


"Lagi main game!" jawab Yudistira singkat.


"Lagi mabar?" tanya Aisyah.


"Iya!" jawab Yudistira lagi lagi singkat.


"Sama siapa?" tanya Aisyah.


"Rizal!" jawab Yudistira masih singkat.


"Kak,aku kok gak di lirik kak!" Aisyah berbicara dengan nada manja.


Yudistira pun menghentikan kegiatannya setelah mendengar nada bicara manja Aisyah yang jarang ia dengar.


"Kok kamu pakai cadar?" tanya Yudistira.


"Emangnya kenapa kak? kan aku biasa pakai cadar!" jawab Aisyah.


"Tapi,ah sudah lah!" Yudistira malas.


"Kenapa kak?" tanya Aisyah yang memang tidak peka.


"Aku sudah menjadi suamimu sekarang,apa aku belum boleh melihat wajahmu?" tanya Yudistira.


"Emh tidak kak,kakak boleh melihat wajahku setelah di beri ijin oleh kak Nurhayati,kak Misbah Syarif,kak Hanifatul Sofia dan kak winartiningsih juga para pembaca lain....


Jangan like,komen,vote.... Kritik sarannya di tunggu ya...🙏

__ADS_1


__ADS_2