
''Tapi tukang urut kebanyakan laki laki sayang,gak papa lah! lagian kamu pakai kaos kaki!'' jawab mama Lena.
''Ya sudah iya ma,dari pada sakit!'' jawab Aisyah.
''Tunggu dulu di sini! Tira,tolong jaga dia!'' kata mama Lena mendudukkan Aisyah di bangku taman itu.
''Siap ma!'' sahut Yudistira.
Fauzi datang sudah mengganti baju yang tadi terkena mentega kue bolu.
''Kau jangan berhubungan lagi dengan wanita tidak malu itu! aku akan menjodohkan mu dengan seseorang!'' kata Yudistira yang melihat Fauzi sudah berdiri di belakangnya.
''Ba-ba-baik tuan!'' jawab Fauzi.
__ADS_1
''Aku akan mencarinya dan membalas dendam padanya!'' kata Yudistira.
''Tu-tu-tuan sebaiknya ja-jangan balas d-d-demdam sama di-a'' kata Fauzi terbata.
''Apa kau masih mencintai perempuan tak tahu malu itu?'' tanya Yudistira.
''Ah tidak tuan,cuman emh!'' Fauzi bingung.
''Aku sudah menganggap mu adik! aku ingin yang terbaik untukmu!'' kata Yudistira.
''Kenapa kau bengong?'' tanya Yudistira.
''Ah tidak tuan!'' jawab Yudistira.
__ADS_1
''Kak Tira,benar apa yang di katakan kak Fauzi.Dalam suatu riwayat dikemukakan, pada peperangan di Gunung Uhud itu, gugur 64 orang dari kalangan Anshar dan enam orang dari kalangan Muhajirin, termasuk Hamzah, paman Rasulullah SAW. Semua prajurit Islam itu anggota tubuhnya dikoyak-koyak dengan kejam.
Bahkan, ketika Hindun bin Uthbah (istri Abu Sufyan bin Harb) melihat jasad Hamzah yang sudah tidak bernyawa, dihampirinya dengan penuh kebencian. Lalu, dia belah dadanya. Dia keluarkan jantungnya. Dia mengunyahnya dan menelannya. Maka, berkatalah kaum Anshar, “Jika kami mendapat kemenangan, kami akan berbuat lebih dari apa yang mereka lakukan.” (HR At Tirmidzi dari Ubay bin Ka’ab). Dalam riwayat lain, ketika Rasulullah berdiri di hadapan jenazah Hamzah, beliau berkata, “Aku akan bunuh 70 orang dari mereka sebagaimana mereka lakukan terhadap dirimu” (HR Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Kitab Ad Dalail dan Al Bazzar dari Abu Hurairah).Apa yang diungkapkan kaum Anshar dan Rasulullah menyiratkan keinginan membalas dendam. Mereka saat itu beranggapan, yang dilakukan musuh telah melampaui batas peri kemanusiaan. Maka, menurut mereka, sepantasnya dibalas dengan balasan yang setimpal.
Allah berfirman, “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS an-Nahl [16] : 126 -128)!'' kata Aisyah memberi nasehat pada Yudistira.
Yudistira selalu menurut dengan apa yang di katakan Aisyah.Apalagi Aisyah menasehatinya menggunakan hadist dan al-qur'an.Itu membuat Yudistira luluh dan takjub dengan kepintaran sang calon istri.
''Aku tidak akan membantah mu!'' kata Yudistira.Aisyah hanya tersenyum.
Tidak lama kemudian datang mama Lena dengan seorang laki laki tua.
''Ini yang kakinya terkilir bah,ini anak saya!'' kata mama Lena.
__ADS_1
''Owalah kasihan sekali nona cantik ini! sini abah lihat kakinya non!'' kata tukang urut itu.