
''Apa aku boleh lihat om?'' tanya Yudistira.
''Boleh,ayo masuk!'' jawab papa Dimas.
''Eh ada Yudistira,kapan kesini?'' tanya mama Lena yang tiba tiba datang saat Yudistira dan papa Dimas mau masuk.
''Baru saja ma!'' jawab Yudistira mencium tangan mama Lena.
''Sudah sarapan?'' tanya mama Lena.
''Sudah ma,Aisyah bagai mana keadaannya ma?'' tanya Yudistira dengan wajah cemas.
''Aisyah baik baik saja! dia hanya kecapekan dan terlalu banyak pikiran!'' jawab mama Lena.
''Aisyah nya di mana?'' tanya Yudistira.
''Di kamar,masuk aja! aja Rizal kok di sana!'' jawab mama Lena.
''Ya sudah ma,aku mau lihat keadaan Aisyah!'' kata Yudistira.
''Ya sudah,ayo mama antar!'' kata mama Lena.
Mama Lena pun mengantar Yudistira sampai depan kamar Aisyah.
''Masuklah,ada Rizal di dalam!'' ucap mama Lena.
__ADS_1
''Iya ma!'' jawab mama Lena lalu masuk ke kamar Aisyah.
Nampak Aisyah sedang berbaring tidak berdaya dengan badan masih menggigil walaupun memakai dua selimut tebal sekalipun.
''Rizal!'' panggil Yudistira.
''Kak Tira?'' sahut Rizal.
''Bagai mana keadaan kak Aisyah?'' tanya Yudistira.
''Dia masih menggigil namun panasnya sudah sedikit menurun karena mama sudah mengompres kakak!'' jawab Rizal dengan muka sedih.
''Rizal!'' Aisyah bangun dan yang pertama dia lihat adalah Rizal.
''Kakak,kakak sudah bangun? aku akan ambilkan kakak bubur!'' Rizal langsung bangun dari duduknya dan berlari ke dapur untuk mengambil bubur dan meninggalkan Aisyah berdua dengan Yudistira.
''Apa kamu menangis karena di jodohkan denganmu?'' tanya Yudistira.
''Tidak kak,aku tidak menangis! dan aku ikhlas di jodohkan sama kak Tira karena mungkin pilihan mama dan papa tidak salah!'' jawab Aisyah dengan nada bicara yang masih lemah.
''Beneran? berarti kamu akan belajar mencintaiku?'' tanya Yudistira.Aisyah mengangguk sambil tersenyum.Namun hatinya sakit.
''Kak ini buburnya!'' Rizal masuk dengan membawa semangkok bubur.
''Sini biar kak Tira yang suapin!'' kata Yudistira.
__ADS_1
''Jangan kak,lebih baik kak Tira keluar dulu karena aku mau buka cadar untuk makan!'' kata Aisyah.
''Oh,baiklah! makan yang banyak! agar kamu gak sakit! aku akan keluar!'' jawab Yudistira tersenyum.
Yudistira pun keluar dengan senyum mengambang di wajahnya yang menambah ketampanannya.
Rizal menyuapi Aisyah dengan sangat hati hati.
''Sudah cukup!'' kata Aisyah.
''Tapi kakak baru bakan tiga sendok mana kenyang kak! ayo kak makan lagi!'' Rizal tetap menyodorkan sendok berisi bubur itu ke mulut Aisyah.
''Tidak Zal,kakak sudah kenyang!'' jawab Aisyah
''Dulu,waktu aku sakit,pasti kakak yang menyuapi dan memaksaku makan! sekarang giliran ku untuk menyuapi dan memaksa kakak makan!'' kata Rizal.
''Iya Rizal kakak tahu,tapi kakak sudah kenyang!'' Aisyah kekeh.
''Kakak makan aku yang nyuapin,atau kakak makan kak Tira yang nyuapin?'' ancam Rizal yang membuat Aisyah luluh dan kembali membuka mulutnya.
Aisyah menghabiskan semua bubur yang ada di dalam mangkok yang di pegang Rizal.Walaupun Aisyah susah menolak untuk makan tapi Rizal mengancam ini dan itu sehingga membuat Aisyah memakan buburnya sampai habis.
''Sekarang kakak minum obat ya?'' kata Rizal.Aisyah mengangguk dan berusaha untuk duduk.
Rizal yang melihat kakaknya kesusahan segera membantu kakaknya untuk duduk.
__ADS_1
Bersambung....