Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Jayan jayan


__ADS_3

"Umi,ayo dong cepat,Ai cudah tida cabal" kata Khai yang sekarang sudah berusia satu tahun lebih dua bulan,dia baru bisa berjalan dan berbicara walaupun masih cadel.


"Sebentar Khai,lebih baik kamu tunggu sama abi gih!"


"Ya cudah,Ai tunggu cama abi aja!" Khai sambil berjalan ala ala bayi ke arah luar kamat.


Aisyah ingin di panggil bunda,namun karena merasa tidak pantas jika bunda abi,jadi Aisyah memutuskan untuk di panggil umi saja.


"Hati hati!" teriak Aisyah.


"Abi,Ai mau tuyun!" teriak Khai dari atas.Dia belum berani menuruni tangga sehingga dia berteriak kepada abinya agar di gendong dan di bawa ke bawah.


"Tunggu di situ!" teriak Yudistira dan langsung berlari menaiki tangga.


"Wah,anak abi cantik banget sih,mau kemana?" tanya Yudistira yang melihat anaknya memakai syar'i yang terlihat sangat cantik dan lucu seperti uminya.


"Abi,kata umi,ceyuyuh puji itu hanya miyik Allah!"


"Wah,pintar sekali anak abi" Yudistira


"Pasti pintay dong!" memasang wajah imut.


"Kamu mau ke mana?" sambil menggendong anaknya


"Kan mau jayan jayan cama abi!"


"Uminya mana?"


"Umi macih dandan!"


"Enggak,umi sudah siap kok!" kata Aisyah yang juga sudah siap dengan pakaiannya tidak lupa cadar.


"Umi,ai juga mau pakai cadal!" kata Khai.

__ADS_1


"Iya,nanti kita beli cadarnya ya?"


"Hoyeeee!"


"Ya sudah,ayo berangkat!" kata Yudistira.


"Ayo!" jawab Aisyah.


Merekapun turun menuruni tangga dan siap untuk jalan jalan.


"Bi,aku dan kak Tira juga Khai pergi dulu ya!" kata Aisyah.


"Iya non!" jawab bi Rini.


"Dadah bi yini!" kata Khai yang sedang berada di gendongan abinya.


"Dadah Khai!" kata bi Rini.


"Kami pergi dulu bi,Assalamualaikum!" kata Aisyah.


Merekapun pergi ke tempat tujuan dengan di Fauzi sebagai supir.


"Bagaimana persiapan pernikahanmu?" tanya Yudistira.


"Sudah hampir siap tuan,tinggal lima belas persen lagi!" jawab Fauzi.


"Baguslah,semoga lancar sampai hari h!" kata Yudistira.


"Umi,peynikahan itu apa?" tanya Khai yang membuat Aisyah bingung untuk menjawab pertanyaan anaknya.


"Emh pernikahan itu,euh apa ya,coba tanya abi!" kata Aisyah.


"Abi,peynikahan itu apa?" tanya Khai.

__ADS_1


"Pernikahan itu adalah makanan yang sangat enak jika di makan malam hari sayang!" jawab Yudistira.


"Kak,jangan berbohong!" kata Aisyah.


"Aku tidak berbohong,makanannya kamu,dan suka di makan malam hari!" jawab Yudistira.


"Maca umi ai di makan cama abi?"


"Tuh kan,jadi berabe!" kata Aisyah.


"Hahah,umi kamu itu sangat enak!" kata Yudistira sambil tertawa.


"kayau gitu ai juga mau makan umi nanti mayam!"


"Tuh kan,apa aku bilang!" kata Aisyah.


"Eh jangan,Khai masih kecil,gak boleh makan umi,kalau abi kan sudah besar,jadi boleh makan umi!" kata Yudistira.


"Tapi umi kok gak abis abis?"


"Karena emh apa ya,karena abi belum menghabiskannya,sayang kalau langsung di habiskan!" jawab Yudistira.


"Oh gitu ya!" Khai mengangguk kan kepala cepat seperti orang yang mengerti.


"Umi,kan kata umi,pecantlen itu celu,ai juga mau ke pecantlen kayau cudah becar!"


"Iya,nanti,kalau Khai sudah besar,Khai masuk pesantren ya?"


"Iya umi!" jawab Khai.



...Bersambung.......

__ADS_1



jangan lupa baca,banyak ilmu yang bisa di ambil di sana🙏☺


__ADS_2