
"Kalaupun anak itu perempuan,kan kamu bisa bikin lagi yang laki laki!" kata kak Syam yang membuat semua orang menatapnya karena tidak seperti biasanya kak Syam bercanda.
"Eh maaf!" kata kak Syam.
Pethf
Semua orang menahan tawa karena tingkah kak Syam.
"Kapan kak Liana bisa pulang?" tanya Aisyah.
"Mungkin siang Aisyah,kakak belum menanyakan itu pada dokter!" jawab kak Liana.
"Ya sudah,biar aku tanyakan!" Yudistira langsung keluar ruangan dengan maksud ingin menanyakan kapan kak Liana bisa pulang pada dokter.
Yudistira menemukan seorang dokter wanita yang baru keluar ruangan.Dia langsung menemui dokter itu.
"Dok! tunggu!" kata Yudistira sambil berlari menghampiri dokter wanita itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya dokter itu ramah karena tahu bahwa yang memanggilnya itu tuan muda Al-Bart anak dari pemilik rumah sakit itu.
"Dok,apa kakak saya bisa pulang hari ini?" tanya Yudistira,namun bukannya menjawab dokter itu malah bengong bingung.
"Kakak tuan yang mana ya?" tanya balik dokter itu.
__ADS_1
"Kak Liana,nona Liana!" jawab Yudistira tegas.
"Memangnya nona Liana sakit apa tuan? saya tidak tahu kare...."
"Bukan sakit,kak Liana itu habis melahirkan,kau ini dokter apaan masa ada pasien gak tahu!" potong Yudistira dengan sedikit menaikan nada bicaranya karena kesal.
"Saya tidak tahu karena saya bukan dokter kandungan tuan,saya dokter spesialis tulang!" kata dokter itu.
"Kenapa kau tidak bicara sejak tadi? ah ya sudah lah,terim kasih!" Yudistira langsung pergi.
"Ternyata tuan muda Yudistira sifat aslinya begitu ya?" tanya dokter itu pada dirinya sendiri.
"Dimana aku bisa menemukan dokter kandungan?" tanya Yudistira yang tiba tiba sudah ada di depan dokter itu.
"Apa tuan?"
"Oh dokter kandungan,tuan lurus saja,belok kiri dan di sana ada tulisan ruangan dokter kandungan!" jawab dokter itu.
"Terima kasih!" sambil pergi.
"Kok jauh kaya kata orang orang ya? kata orang lain tuan Yudistira itu dingin tegas dan pintar,tapi kok aslinya bod eh,sudah lah!" dokter itu sampai bingung karena ulah Yudistira.
Tok tok tok
__ADS_1
Yudistira mengetuk pintu ruangan yang bertuliskan ruang dokter kandungan.
Biasanya langsung masuk tidak perlu mengetuk pintu. kata hati Yudistira yang memang dia jarang mengetuk pintu saat mau masuk ke ruangan manapun di kantornya,dia rumahnya bahkan di kantor orang lain juga.
"Masuk!" jawab seseorang dari dalam ruangan.
Yudistira langsung masuk.Dia melihat dokter yang sepertinya pernah dia kenal.
"Permisi!" kata Yudistira dingin.
"Iya? astaga,maafkan saya tuan!" dokter itu langsung berdiri saat melihat siapa yang datang.Tadinya dia sibuk menulis.
"Hem!" kata Yudistira.
"Silahkan duduk tuan!" kata dokter Neta.
Yudistira langsung duduk berhadapan dengan dokter wanita yang tidak memakai hijab dan bajunya tidak menutupi dada bagian atasnya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya dokter itu.
"Sepertinya saya pernah bertemu dengan anda?" tanya Yudistira.
"Benar tuan,saya Neta yang pernah memeriksa nona Aisyah!" jawab dokter Neta.
__ADS_1
"Oh hem!" Yudistira melirik ada meja kosong di samping meja dokter Neta yang di atas meja itu ada kain lebar.
Yudistira mengambil taplak meja itu.Dokter Neta sampai kaget karena Yudistira menutupkan taplak meja itu ke tubuh dokter Neta.