
"Kamu lihat Khaira,gara gara kamu tidak mau bertemu dengannya dengan alasan akan sedih,gara gara kamu tidak merawatnya,Khaira sampai sakit! Alasan kamu tidak mau bertemu dengan Khaira karena tidak ingin sedih mengingat anakmu,tapi tidak bertemu dengan Khaira juga kamu tetep sedih? pikir itu!" kata dokter Nisa.
Aisyah malah semakin kencang menangis dan semakin erat memeluk dokter Nisa.
"Aku bodoh kak,aku bodoh!" kata Aisyah.
"Sekarang kamu harus bangkit dari keterpurukan mu ini! demi anak anak kamu,mau yang masih ada ataupun yang sudah tidak ada! kamu harus bahagia! Seorang anak,pasti selalu satu hati dengan ibunya,jika hati ibunya bahagia,pasti mereka juga bahagia.Bangkit Aisyah,kamu harus menerima takdir dari Allah!" kata dokter Nisa.
"Sekarang kamu mandi,bersih bersih! dandan yang rapih! kita pergi bersama sama!" kata dokter Nisa.
"Kemana?" tanya Aisyah.
"Ke gerbang menuju surga anakmu!" kata dokter Nisa.
"Mau?" tanya dokter Nisa dan Aisyah mengangguk.
"Umii!" panggil Khai dengan suara parau.
"Khaira!" sahut Aisyah.
Aisyah berdiri di bantu oleh dokter Nisa menghampiri Khai dan Yudistira.
Aisyah langsung memeluk Khai sambil menangis.
__ADS_1
"Maafkan umi Khai,maafkan umi!" kata Aisyah.
"Ai sayang umi!" kata Khai yang juga menangis di peluk orang yang dia rindukan.
"Umi juga sayang kamu!" kata Aisyah.
Yudistira hanya melihat anak dan istrinya saling berpelukan melepas rasa rindu dan rasa kasih sayang di keduanya.
Dokter Nisa menggendong Syihab yang tertidur pulas.
"Khai,umi mau mandi dulu,kamu tunggu sama abi sama tante ica dulu ya!" kata Aisyah.
"Iyaa umi!" jawab Khai.
"Khai,kita tunggu di luar yu?" ajak dokter Nisa yang masih menggendong Syihab.
"Sama dede?" tanya Khai.
"Iya,bolehkan Tira?" tanya dokter Nisa pada Yudistira.
"Boleh kak!" jawab Yudistira sambil tersenyum.
"Ya sudah,ayo Khaira!" dokter Nisa keluar kamar dengan tangan kiri menggendong Syihab dan tangan kanan memegang tangan Khaira.
__ADS_1
Selagi Aisyah mandi,Yudistira menyiapkan baju yang akan di pakai istrinya.Dia menyiapkan baju gamis hitam,kerudung hitam,cadar hitam dan perlengkapan yang lain lainnya.
...
Aisyah sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang di siapkan oleh suaminya.
"Terima kasih kak!" kata Aisyah.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Yudistira.
"Kakak sudah setia kepadaku,terima kasih sudah mau merawat ku,terima kasih sudah menjadi imam yang sabar dan baik untuk ku!" kata Yudistira.
Tanpa kata kata Yudistira memeluk Aisyah dan mencium lembut kepala Aisyah yang tertutup hijab.
Lagi lagi Aisyah meneteskan air mata.Dalam hatinya masih ada rasa bersalah dalam dirinya.
"Aku juga minta maaf kak!" kata Aisyah.
"Sudahlah!" kata Yudistira.
"Aku sudah merepotkan kakak,aku belum bisa menjadi istri dan aku juga belum bisa menjadi ibu yang baik untuk anak anak kita!" kata Hana dalam dekapan hangat Yudistira.
"Sayang,kita kan manusia,punya kelebihan masing masing yang tidak bisa di pisahkan dan punya kekurangan masing masing! sama sepertimu,aku juga minta maaf,aku belum bisa menjadi ayah yang baik,belum bisa menjadi imam atau suami yang baik untukmu! Semoga kedepannya kita bisa menjadi lebih baik dan semangat kita berjuang bersama!" kata Yudistira juga masih mendekap Aisyah.
__ADS_1