Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Pulang


__ADS_3

Setelah selesai berpamitan Aisyah kembali ke rumah umi Maryam membawa koper berisikan pakaian dan kitab kitab kuning.


Aisyah masuk ke dalam rumah umi Maryam semua orang mengerti kenapa mata Aisyah sembab kecuali calon suaminya.


''Sayang,kamu kenapa? kok matamu sembab begitu? habis nangis? siapa yang membuat mu nangis?'' tanya Yudistira yang membuat Aisyah kesal sedangkan yang lainnya tersenyum melihat pasangan itu.


Aisyah tidak menanggapinya dan langsung duduk di samping Ustadzah Nurul dan memeluknya.Ustadzah Nurul mengusap usap punggung Aisyah agar Aisyah tenang.


''Umi,kenapa calon istriku menangis?'' tanya Yudistira.Umi Maryam hanya tersenyum.


''Coba tanyakan pada mbak Liana,pasti dia tahu!'' jawab umi Maryam.


''Kak?'' Yudistira memanggil kakaknya.


''Duduk! umi,saya minta maaf atas ke tidak sopan Yudistira!'' kata kak Liana.Umi Maryam mengangguk dan duduk di samping Aisyah yang masih menangis di pelukan ustadzah Nurul.


''Aisyah itu menangis karena perpisahan! berat tahu harus meninggalkan pesantren yang sudah di anggap rumah sendiri!'' kak Liana menjelaskan dan membuat Yudistira paham.


''Kakak sudah dong,jangan nangis lagi!'' ucap Rizal.


''Iya kak Aisyah,kak Aisyah jangan nangis lagi!'' ucap Fahri.

__ADS_1


Aisyah pun berhenti menangis.


''Umi,saya boleh numpang ke toilet gak?'' tanya Aisyah.


''Boleh Aisyah!'' jawab umi Maryam.


Aisyah pun pergi ke toilet untuk mencuci muka dan mengganti cadar yang basah karena air mata.


''Mau pulang sekarang?'' tanya Aisyah setelah keluar dari toilet dan mengganti cadarnya.


''Aku sih ayo ayo aja!'' jawab Yudistira.


''Ya sudah,kita pulang saja! takut kemalaman!'' kata Aisyah karena waktu sudah menunjukan pukul lima sore.


''Baik tuan!'' jawab Fauzi.


Padahal mobil itu masih baru! gumam Fauzi dalam hatinya.


''Tuan Yudistira benar mau menyumbangkan mobil?'' tanya umi Maryam.


''Iya umi! pakailah untuk keperluan di pesantren.Jika umi butuh uang jual saja! atau telpon saja saya! ini kartu nama saya!'' jawab Yudistira menyodorkan Kartu nama yang baru ia keluarkan dari dompetnya.

__ADS_1


''Alhamdulillah ya Allah,terima kasih tuan! semoga dibalas oleh Allah dengan yang lebih dari apa yang di berikan!'' jawab umi Maryam.


''Iya sama sama umi,oh iya umi,jangan panggil saya tuan! panggil saja Yudistira.Umi gurunya calon istri saya,berarti umi juga guru saya!'' ucap Yudistira.


''Umi,ini kunci mobil,STNK beserta BPKB mobilnya!'' kata Fauzi.


''Ah iya Alhamdulillah,terima kasih sekali!'' jawab umi Maryam.


''Oh iya umi,ini juga saya ada sedikit rezeki tolong di sampaikan!'' Aisyah memberikan 6 amplop yang masing masing amplop di beri nama.


Amplop pertama untuk umi Maryam,karena di amplop itu ada nama umi Maryam.


Amplop ke dua tertera nama Ustadzah Nurul yang berarti untuk Ustadzah Nurul.


Amplop ke tiga tertera nama Ustadzah Siti yang berarti untuk ustadzah Siti.


Amplop ke empat bertuliskan nama Ustadz Iwan yang berarti untuk kang Iwan.


Amplop ke lima bertuliskan santriawati yang berarti untuk kebutuhan para santri.


Amplop yang ke enam bertuliskan pondok pesantren Attarbiyyah yang artinya untuk kebutuhan pesantren.

__ADS_1


''Kalau gitu,kami pulang dulu umi!'' kata Aisyah dan di jawab anggukan oleh umi Maryam.


Aisyah mencium tangan umi Maryam,Teh Nurul,Teh Siti,Teh Fatimah,juga kang Iwan satu persatu sambil menangis...


__ADS_2