Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Cerita


__ADS_3

"Khai,ayo kita pulang!" kata Aisyah.


"Kenapa puyang umi?" tanya Khai.


"Abi capek katanya,mau istirahat!" jawab Aisyah.


"Ya cudah,umi ai juga ape!" kata Khai.


"Kamu capek kenapa?" tanya Aisyah.


"Ai ape main!" jawab Khai.


"Ya sudah sini!" Aisyah memangku Khai.


"Pamit dulu sama nenek!"


"Ne,ai pamit puyang duyu ya!" kata Khai.


"Iya sayang!" jawab mama Lena.


"Ma,aku pulang dulu ya,sudah pamit kok sama kak Nisa dan kak Fauzi!" kata Aisyah.


"Iya,sebentar lagi mama juga mau pulang!" kaya mama Lena.


"Ya sudah,aku pergi dulu ma!" Aisyah mencium tangan mama Lena begitu juga dengan Khai.

__ADS_1


"Assalamualaikum!" kata Aisyah.


"Waalaikum salam!" jawab mama Lena.


"Ayo kak!" kata Aisyah.


"Ayo,sini Khai!" jawab Yudistira sambil memangku Khai.


Merekapun pergi menuju mobil mereka.Yudistira menyetir sendiri karena sang asisten sedang berbahagia,tidak pantas jika Yudistira menyuruh Fauzi menjadi supirnya saat ini.


"Kak,kok aku ingin bakso ya?!" kata Aisyah.


"Ai juga mau!" kata Khai.


"Ya sudah,kita beli bakso yang di mana?" tanya Yudistira.


"Nggak kok,mau beli bakso di mana?" jawab dan tanya Yudistira.


"Aku mau bakso yang di terminal!" jawab Aisyah.


"Terminal? terminal mana?" tanya Yudistira.


"Terminal rambutan,waktu itu aku dan kak Liana makan bakso di sana,waktu pertama jumpa!" jawab Aisyah.


"Oooh,ya sudah ayo,sudah lama juga aku gak ke sana!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Kok kamu bisa makan bakso sama kak Liana?" tanya Yudistira.


"Ya karena kak Liana yang ngajak aku,dan kata kak Liana dia sering ke tukang bakso itu!" jawab Aisyah.


"Dulu aku dan kak Liana memang sering datang ke sana hanya untuk makan bakso,hingga si mas tukang bakso itu kenal kita berdua,tapi kamu kenal di mana sama kak Liana?" tanya Yudistira.


"Di bis!" jawab Aisyah.Sedangkan Khai sudah tidur di pangkuan uminya.


"Coba cerita!" kata Yudistira.


"Waktu itu,aku mau pulang ke rumah dari pesantren,aku naik bis,dan ternyata di dalam bis itu kebanyakan laki laki.Kan tidak mungkin aku harus duduk berdampingan dengan laki laki,aku mencari kursi yang di duduki perempuan,dan aku melihat kak Liana duduk sendirian,dan saat itu di dalam bis hanya tiga sampai empat orang yang pakai kerudung,aku samperin kak Liana dan menanyakan apa kursi yang di sampingnya masih kosong atau tidak,dan ternyata masih kosong ya aku duduk aja di samping kak Liana.Dan kami berkenalan!"


"Kamu nyangka gak bahwa kak Liana akan jadi kakak ipar kamu?" tanya Yudistira.


"Ya nggak lah,emangnya aku bisa menerawang masa depan.Bahkan aku pulang itu bukan untuk menikah,tapi untuk bertemu dengan papa dan mama,eh ternyata Allah punya rencana indah.Dia telah menjodohkan ku dengan seorang laki laki yang tampan,baik,setia,sabar menghadapi sikap ke kanak kanakan ku!" jawab Aisyah.


"Siapa laki laki itu?" tanya Yudistira.


"Aku juga tidak tahu,tapi dia selalu di hatiku,dia telah membahagiakanku,terima kasih ya kak!" jawab Aisyah.Yudistira hanya tersenyum mendengar ucapan istri sholehahnya.


Bersambung....


Ada yang belum mampir nih,ke cerita baru karya Author...


Yuk mampir,banyak ilmu yang bisa di dapat di sana,khususnya ilmu agama...

__ADS_1



__ADS_2