Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Makam


__ADS_3

Yudistira dan Aisyah yang menggendong Syihab,juga dokter Nisa dan Khai sudah siap untuk pergi berziarah ke makan Syifa anak perempuan Yudistira dan Aisyah yang sudah lebih dulu meninggalkan kedua orang tuanya.


"Tuan,mobil sudah siap!" kata Riki.


"Oh iya,tolong panggil bi Rini,agar dia ikut!" kata Yudistira.


"Baik tuan,permisi!" kata Riki dan berlalu menuju dapur setelah mendapat anggukan dari Yudistira.


Yudistira dan yang lainnya sudah berada di dalam mobil alphard hitam milik nya.Dengan posisi Yudistira dan Aisyah yang menggendong Syihab di kursi jajaran ke dua,dan dokter Nisa di bangku terakhir jajaran ke tiga bersama Khai.Di depan ada bi Rini dan Riki sebagai supir.



Dari rumah Yudistira,makan keluarga Al-Bart cukup jauh.Tapi,dari rumah Papi Kevin hanya membutuhkan waktu lima belas menit dari rumah dengan kecepatan sedang.Dari rumah Yudistira ke rumah Papi Kevin sekitar sepuluh menit dengan kecepatan maksimum.Jadi dari rumah Yudistira ke makam,sekitar berapa menit kalau menggunakan kecepatan sedang....

__ADS_1


Cukup lama kemudian,mereka sampai di depan pintu gerbang makam keluarga Al-Bart.


Riki turun bersama dengan bi Rini.Riki membukakan pintu untuk Yudistira dan bi Rini membuka pintu untuk Aisyah,setelah itu turun dokter Nisa menuntun tangan Khai.


Yudistira menggandeng Aisyah menuju makan Syifa.Makam itu sudah di pakaikan penanda menggunakan batu nisan yang bertuliskan Asyifa Taleetha Astira Manunggal binti Yudistira Manunggal Al-Bart beserta tanggal lahir dan tanggal wafatnya yang sama.


Aisyah jongkok di samping makam anak perempuannya di gandeng oleh sang suami dengan air mata keduanya sudah menetes.


Dokter Nisa yang menyaksikan itu juga ikut bersedih merasakan bagaimana sakit hatinya seorang ibu yang di tinggalkan anaknya sendiri.


Selanjutnya,Aisyah menabur bunga di atas makam Syifa.Aisyah juga menuang air putih di atas makam Syifa sambil membaca sholawat.


Yudistira menabur bunga di makam kakeknya,neneknya,kakek buyutnya,nenek buyutnya dan semuanya yang ada di sana karena memang makam yang ada di sana adalah keluarganya.

__ADS_1


Setelah selesai,mereka kembali ke mobil dan siap untuk pulang.


"Mau ke rumah mami dulu?" tanya Yudistira.


"Boleh!" jawab Aisyah.


"Gak apa kan kalau kita ke rumah mami dulu?" tanya Yudistira pada dokter Nisa.


"Ah iya ayo!" jawab dokter Nisa.


"Apa Khai sudah membaik?" tanya Aisyah yang melihat Khai tertidur pulas di samping dokter Nisa.


"Panasnya sudah turun! kalau kamu sembuh,Khai juga akan sembuh!" jawab dokter Nisa.

__ADS_1


"Makasih ya kak!" kata Aisyah dan di jawab senyuman oleh dokter Nisa.


Sekitar lima belas menit,mereka sampai di rumah papi Kevin.Mereka di sambut ramah oleh semua orang yang ada di sana termasuk kak Liana dan kak Syam yang memang sering nginap di sana demi kehangatan rumah besar itu tetap terjaga.


__ADS_2