Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Cita cita


__ADS_3

"Kak Tira apain kak Fauzi?" tanya Aisyah.


"Gak di apa apain kok! Cuman di nasehatin aja!" jawab Yudistira.


"Kak Tira gak main tangan kan?"


"Main tangan gimana?"


"Mukul gitu misalkan!"


"Oooh, tidak!"


"Beneran?"


"Iya!"


"Syukur deh kalau gitu! Tapi kalau boleh tahu, kenapa dengan kak Fauzi? Kok sampai kak Nisa nangis gitu, padahal gak di apa apain"


"Mungkin ini juga salah ku, gara gara aku jarang ke kantor, jadi Fauzi ngurusin segala urusan di kantor sendirian, dia terlalu sibuk, sampai dia lupa pulang, jadi gak merhatiin istrinya!" jawab Yudistira.


"Kakak jarang ke kantor juga gara gara aku!" kata Aisyah sambil menunduk dengan penuh rasa bersalah dalam hatinya yang tergambarkan di muka.


"Yeeeh nggak sayang, jarang ke kantor emang kakak aja yang males, kamu gak salah!" kata Yudistira.


"Gara gara kakak merawat aku kan?"

__ADS_1


"Bukan, merawat kamu itu kewajiban kakak, kakak ke kantor karena males aja! Kalau mau ya, kakak bisa aja ke kantor, yang jagain kamu ada bibi yang jaga! Emang kakak aja yang males!"


"Maafin aku ya, aku udah ngerepotin kakak! Aku sadar aku salah! Aku udah lupa diri! Aku gak bersyukur! Maafin aku!" kata Aisyah.


"Ih nggak kok, kakak gak merasa di repotkan, kamu gak perlu minta maaf! Kakak maklumi kamu seperti itu! Siapa sih yang gak sedih kalau kehilangan anaknya!"


"Maafin!"


"Iya, di maafin! kamu jangan merasa bersalah! Mau itu merasa bersalah sama kakak, sama Khaira, sama Syihab, sama papi mami, sama papa mama, apalagi sama diri sendiri! Semua yang terjadi, apapun itu, kan sudah di atur sama Allah, yang maha kuasa, kita hanya bisa berusaha dan berdo'a, kan ada qoutes begini, berusaha tanpa berdoa sombong, dan berdo'a tanpa berusaha bohong! Bukan begitu bu Ustadzah?"


"Apaan si kak!" kata Aisyah dengan senyuman tersipu malu.


"Oh iya, kakak itu punya satu cita cita, yang sepertinya cita cita kakak ini cukup bagus, indah, dan pasti kamu juga punya cita cita seperti kakak ini!" ujar Yudistira.


"Gini, beberapa hari yang lalu, kakak scroll Tiktok, nah di beranda FYP nya, ada tuh cermah habib siapa gitu lupa lagi, nah katanya kurang lebih begini, rukun agama islam itu ada tiga, satu iman, dua islam, tiga ihsan! Rukun iman ada enam, tidak sah islam seseorang jika tidak iman kepada yang enam perkara, kemudian, rukun islam, ada lima, syahadat, sholat, zakat, puasa, naik haji! Sama, tidak sah islam nya jika tidak melaksanakan yang lima perkara! Tapi, kan naik haji itu jarang yang mampu, nah makanya banyak amalan, banyak ibadah, yang nilainya, sama dengan naik haji, maka sempurnalah islamnya! Nah kemudian kata habib itu dalam ceramahnya mengatakan bahwa dosa hukumnya jika sudah punya uang yang cukup untuk naik haji, tapi tidak naik haji! Paling tidak itu umroh!"


"Sebentar, maaf nih aku potong!"


"Apa apa?"


"Kok kayanya faham banget si?!"


"Video nya kakak ulang ulang sih, kan biar keren hadapan istri, hheh!" kata Yudistira.


Aisyah tertawa dengan kalimat yang di ucapkan Yudistira.

__ADS_1


"Aja aja ada sih kak!"


"Ada ada aja sayang, bukan aja aja ada!"


"Hheh, terusin terusin! Kalau gak mau di terusin lanjutin!"


"Apaan sih? sejak kapan kamu jadi lawak gini?"


"Hhah, gak deh! Ayo lanjutkan!"


"Nah kan sepertinya udah lebih dari cukup nih harta kita, bagaimana kalau kitu ke mekah? naik haji?"


"A-a-apa? Gak salah denger kan?"


"Nggak, ini beneran! Mau gak?"


"Mau banget!"


"Alhamdulillah, kita ajak mama, papa, mami, papi, kak Liana sama kak Syam, si Fauzi sama bu dokternya, terus Rizal juga kita ajak!"


"Anak anak?"


"Bawa juga lah!"


"yeeee, makasih!" Aisyah berhambur memeluk Yudistira sambil menangis bahagia.

__ADS_1


__ADS_2