
Kak Liana beserta bayinya sudah berada di rumah.Papi Kevin dan mami Dimas masih setia bersama kak Liana dan kak Syam.Aisyah dan Yudistira juga ikut menemani.
Tidak lama kemudian,terdengar suara bel berbunyi.Aisyah buru buru untuk membukakan pintu.
"Eh pak Kyai,silahkan masuk,umi!" sapa Aisyah dengan sopan.
"Terima kasih!" kata umi Rahma ibunda dari kak Syam.Sedangkan Kyai Abidin hanya tersenyum kepada Aisyah.
"Assalamualaikum!" kata Kyai Abidin setelah masuk rumah dan mendapati anak nya,anak menantunya,besannya juga Yudistira sedang duduk di kursi.
"Waalaikum salam!" jawab semua orang.
Kak Syam langsung berdiri mencium tangan ayahandanya.Yudistira, papi Kevin,juga mami Reva ikut berdiri menyambut papi Kevin.
"Mana cucuku?" tanya Kyai Abidin.
"Ini abi!" jawab kak Liana yang sedang memangku Zain.
Kyai Abidin menggendong cucunya dan membacakan doa kepadanya.
"Kau sudah menamai anakmu Syam?" tanya Kyai Abidin.
"Sudah abi,namanya Muhammad Zain Al-Aqsa!" jawab kak Syam.
"Nama yang bagus Syam!" kata umi Rahma masih di gandeng Aisyah karena kakinya sudah agak tidak sehat.Tadinya umi Rahma di gendong oleh adik perempuan kak Syam.
"Abi,aku mau coba gendong!" kata Aura,adik perempuan kak Syam.
__ADS_1
Kyai Abidin memberikan Zain pada anak perempuannya.
"Wah dia sangat lucu,dia mirip sama kak Liana!" kata Aura.Kak Liana hanya tersenyum mendengar pujian adik iparnya.
"Silahkan duduk dulu pak Kyai,umi,Aura!" kata mami Reva.
"Ah iya terima kasih!" Kyai Abidin pun duduk di atas kursi yang sudah di sediakan.
Aura masih memangku Zain yang hanya tertidur pulas.
"Sini giliran umi yang gendong!" kata umi Rahma membuat Aura cemberut di balik cadarnya.Tapi,walaupun begitu Aura tetap memberikan Zain pada uminya.
"Kak Aisyah sedang hamil juga ya?" tanya Aura.
"Ah iya!" jawab Aisyah.
"Sudah berapa bulan kak?" tanya Aura.
"Wah,ternyata kamu juga akan cepat menjadi ayah ya?" goda Kyai Abidin pada Yudistira.
"Ah iya Kyai!" jawab Yudistira sambil sedikit tertawa.
"Enak ibu Reva,dapat cucu langsung dua!" kata umi Rahma.
"Ah iya umi,saya sangat senang!" kata mami Reva.
Aisyah pergi menuju dapur.
__ADS_1
"Bi,Sudah buatkan minuman?" tanya Aisyah.
"Sudah non,ini lagi miringin makanan!" jawab bi Sumi.
"Oh ya sudah,ayo saya bantu bawa bi!" kata Aisyah.
"Iya non!" Aisyah membawa satu maki dengan tiga piring makanan di atasnya dan bi Sumi membawa baki dengan sembilan gelas berisikan orange juice di atasnya.
Setelah menghidangkan minuman bi Sumi kembali ke dapur.
"Silahkan di minum,maaf seadanya!" kata mami Reva.
"Ah tidak papa bu,ini sudah cukup!" kata Kyai Abidin.
"Abi,kapan bayi ai ahil? ai juga ingin bayi abi!" kata Khai yang baru datang entah dari mana dan sepertinya ada rasa cemburu saat bayi tantenya ada yang gendong orang yang tidak dia kenal.
"Kamu dari mana?" tanya Yudistira.
"Ai dayi taman abi,taman ate cantik!" jawab Khai.
Kyai Abidin,umi Rahma juga Aura kebingungan karena ada anak kecil yang memanggil Yudistira abi,padahal setahu mereka Aisyah hamil anak pertama.
"Tira,kamu ternyata sudah punya anak? bukannya kamu menikah setelah Syam?" tanya Kyai Abidin.
"Khai,kamu main lagi ke taman sama umi ya!" kata Yudistira.
"Ayo sayang,kita main!" kata Aisyah yang mengerti keadaan.
__ADS_1
"Ayo umi!"
"Khai bukan anak kandung saya Kyai!" kata Yudistira setelah Khai dan Aisyah pergi.