
Bi Neni hanya tersenyum melihat kemesraan pengantin baru bahagia itu.
"Bi,bibi masak apa untuk makan siang?" tanya Aisyah yang melihat bi Neni senyum senyum sendiri.
"Ah itu non,euh apa? itu non! ah non mau makan apa? biar bibi masakan!" kata bi Neni gugup.
"Kak Tira suka makan apa?" tanya Aisyah.
"Aku suka semua makanan!" jawab Yudistira.
"Ah,pasti ada satu makanan yang paling kakak suka!" kata Aisyah.
"Tidak,aku suka semua makanan!" kata Yudistira.
"Aku akan menelpon mami atau kak Liana untuk menanyakan makanan kesukaan kakak!" kata Aisyah.
"Tidak,aku ingin makan kamu!" kata Yudistira.
"Apa?" tanya Aisyah bingung.
"Eh maksudku,aku ingin makan pasak kan kamu!" jawab Yudistira.
"Tapi aku tidak bisa masak kak!" kata Aisyah.
"Tadi kamu bilang santri serba bisa,tapi kok tidak bisa masak! berarti kamu santri palsu!" kata Yudistira.
"Sembarang bicara! aku akan masak rendang! dan nanti kakak,mama,papa,Rizal bi Neni nilai!" kata Aisyah.
__ADS_1
"Buktikan!" kata Yudistira.
"Bi,bibi duduk saja! kerjakan pekerjaan yang lain! biar aku yang masak! aku ingin buktikan kepada tuan muda Al-Bart ini,bahwa aku seorang santri yang bisa masak!" kata Aisyah.
"Biar bibi bantu non!" kata bi Neni.
"Tidak perlu bi!" kata Aisyah tegas.
"Kalau gitu,bibi pergi duku non,tuan!" kata bi Neni dan di balas anggukan oleh Yudistira dan Aisyah.
"Sekarang perhatikan aku memasak!" kata Aisyah dengan mata sinis.
"Okey!" jawab Yudistira memasang wajah serius.
"Hahah wajahnya jangan di serius serius gitu kak! aku jadi serasa ada di galeri master chef!" kata Aisyah.
"Gak apa apa,anggap saja aku chef .... yang galak itu!" kata Yudistira.
"Okey,tantangan kali ini,kamu harus membuat rendang dalam waktu lima belas menit!" kata Yudistira menirukan gaya bicara chef itu.
"Apa? itu terlalu cepat kak! aku tidak mungkin menyelesaikannya dalam lima belas menit!" kata Aisyah.
"Tidak bisa di tawar!" kata Yudistira tegas.
"Astagfirullah kak Tira,chef .... juga gak seperti itu kali!" kata Aisyah.
"Ya sudah,aku beri tambahan waktu menjadi enam puluh menit!" kata Yudistira.
__ADS_1
"Tambah tiga puluh menit lagi!" kata Aisyah.
"Okey,waktu kalian untuk memasak rendang adalah sembilan puluh menit,di mulai dari sekarang! kata Yudistira.
Aisyah mulai masak dengan buru buru.Sedangkan di pintu masuk ke dapur ada dua pasang mata yang memperhatikan pasangan pengantin baru itu.
"Ma,Kak Aisyah sama kak Tira lucu ya? kaya anak kecil!" kata Rizal.
"Hahah iya sayang,mereka lucu!" kata mama Lena.
"Sepertinya kak Aisyah bahagia menikah sama kak Tira ma!" kata Rizal.
"Iya,kakakmu bahagia nikah dengan kak Tira! kak Tira sangat menyayanginya!" k
jawab mama Lena.
"Ma,kita ikutan main yu? mama jadi chef yang wanita,dan aku jadi chef yang agak gendut!" kata Rizal.
"Ayo,sepertinya seru!" kata mama Lena.
Merekapun berjalan menghampiri Yudistira yang sedang memperhatikan istrinya memasak.
"Kak Tira,aku sama mama ikutan jadi chef nya ya!" kata Rizal.
"Hhahah iya Rizal!" jawab Yudistira.
Rizal pun duduk di antara mama Lena dan Yudistira.Rizal berteriak menyemangati kakaknya.
__ADS_1
"Ayo kak! semangat! semangat semangat!" teriak Rizal.
"Yo ayo kakak semangat aye,semangat aye!" teriak Rizal menyanyikan yel yel.