
Papi Kevin dan mami Reva sudah pergi sekitar setengah jam yang lalu.Asti sedang berada di kamar Yudistira dan mencoba mendekatinya.
''Tuan muda,apa tuan mau makan?'' tanya Asti.
"Tidak!" jawab Yudistira singkat.
"Apa tuan mau minum?" tanya Asti.
"Berisik! cukup temani aku dan diam!" bentak Yudistira.
Kalau saja aku tidak butuh uang,aku tidak akan mau menjadi pengasuh tuan muda kejam ini gumam Asti dalam hatinya,namun wajah adalah gambaran hati.Wajahnya menjadi cemberut.
"Kenapa kau bengong,kau marah padaku?" tanya Yudistira datar namun,mengagetkan Asti yang sedang melamun.
"Ah tidak tuan,saya tidak berani marah pada tuan!" kata Asti.
"Aku tidak peduli!"kata Yudistira dingin.Asti diam setelah mendengar ucapan tuannya itu.
__ADS_1
Bukankah tadi dia yang nanya kenapa aku bengong? tapi kenapa dia bilang gak peduli? Kecil kecil sudah sombong dan dingin juga galak,bagaimana ketika sudah besar? Ah astaga sultan mah bebas! kata Asti memaki dalam hatinya.
"Dari pada bengong memaki dalam hati,mending ambilkan aku air dingin dan air hangat! AIR HANGAT!" kata Yudistira yang seolah olah bisa membaca isi hati Asti dan berbicara dingin namun penuh penekanan dalam kalimat 'Air Hangat'
"Ba-baik tuan!" jawab Asti berlalu meninggalkan Yudistira sendirian.
Kenapa dia bisa membaca pikiranku? apa dia juga peramal? Asti bertanya tanya dalam hatinya sambil berjalan menuju dapur.
Asti langsung mengambil dua gelas.Yang satu di isi dengan air dingin dan yang satunya di isi air hangat menurutnya.
Asti membawa dua gelas itu ke kamar Yudistira.
"Berikan air hangat padaku!" kata Yudistira.Dengan cepat Asti menyerahkan gelas berisi air hangat itu.
Yudistira meminum air itu,namun kembali di burakan.
"Bah,ini terlalu panas bodoh! apa kau ingin membuat lidahku melepuh? atau kau mau membunuhku? ganti! ingat air hangat!" bentak Yudistira.
__ADS_1
Dengan segera Asti pergi ke dapur dan mengganti air hangat itu.Tidak lama,Asti kembali dengan membawa air hangat di dalam gelas itu dan menyerahkannya pada Yudistira.
Yudistira meminumnya,namun kali ini dia tidak memuntahkannya.
"Ini terlalu dingin,ganti yang baru!" kata Yudistira datar.
"Baik tuan!" jawab Asti berlalu pergi ke bawah ke dapur lagi untuk mengganti air.
Apa sih yang dia mau? terlalu hangat marah,terlalu dingin marah,kenapa ada anak seperti itu sih? apa dia mengerjai ku? ah sudah lah lebih baik aku cepat dari pada nanti di bentak lagi! kata Asti sambil berjalan menuju dapur.
Tiba tiba semua lampu mati,semua yang ada di rumah itu kaget termasuk bi Nung dan pelayan lain.
''Astaga kenapa jadi gelap? Kak Asti mana lagi,kok lama banget!'' Yudistira berkata kata sendiri karena dia sudah merasa merinding.
''Kak Asti!'' teriak Yudistira,namun tidak ada jawaban.
''Kak Asti!'' teriak Yudistira lagi lebih keras.
__ADS_1
Yudistira berjalan dalam kegelapan ke luar kamar.Dia berjalan menuju ruang tamu dan dia mendengar suara teriakan dari arah dapur.Yudistira dengan cepat berjalan menuju dapur.Yudistira kaget karena bersambung,akan author sambung lagi nanti ya,jangan lupa like,komen,vote,dan beri hadiah.
Maaf bila ada tulisan yang masih typo typo🙏