Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Dia tidak meninggal


__ADS_3

"Sudahlah Tira!" mami Reva memeluk Yudistira sambil menangis.Tangisnya pecah di ruangan bayi itu.


"Assalamualaikum!" papa Dimas dan mama Lena masuk ke dalam ruangan.Mereka melihat menantunya dan besannya sedang menangis sambil berpelukan.


"Kevin? Reva?" panggil papa Dimas.


"Mas?" papi Kevin langsung mengelap air matanya.Tapi tidak dengan Yudistira dan mami Reva.Mereka terus saja menangis sambil berpelukan.


"Apa yang terjadi?" tanya mama Lena yang kebingungan.Yang harusnya keluarga itu bahagia,tapi mereka malah sedih.


"Ma,maafkan Tira ma!" Kata Yudistira setelah berpelukan dengan mami Reva.


"Maaf? maaf apa?" tanya mama Lena semakin bingung.


"Tira tidak bisa menjadi ayah dan suami yang baik ma,Tira gak bisa jaga Aisyah.Tira gak bisa jaga anak anak Tira ma!" kata Yudistira yang tidak berhenti menangis dengan masih memeluk erat bayi perempuannya yang sudah tidak bernyawa.


"Kamu kenapa Tira? kenapa kamu bicara seperti ini? harusnya kamu bahagia Tira,anai kamu sudah lahir dengan selamat bukan? sini mama gendong!" kata mama Lena.

__ADS_1


"Tidak ma,tidak!" teriak Yudistira semakin mempererat pelukan pada bayinya.


"Dia meninggalkan aku dan Aisyah ma,dia tidak sayang pada uminya!" kata Yudistira membuat mama Lena diam tercengang.


"Apa yang kamu katakan? kau jangan berkata sembarangan! ucapan adalah doa!" bentak mama Lena.


"Kalau benar ucapan doa? kenapa ucapan ku tidak terkabul ma? aku dari tadi berkata dan berdoa bahwa bayi ini hidup,tapi nyatanya,dia masih saja tidak kembali padaku ma!" kata Yudistira.


"Apa yang kamu katakan Tira?" tanya mama Lena dengan nada bicara yang sangat tinggi.Air matanya mengalir.Dia memang tidak percaya akan apa yang di katakan menantunya.Namun,hatinya.


"Mama!" Papa Dimas dengan cepat menangkap mama Lena yang pingsan seketika.


"Bawa dia ke ruangan lain Mas!" kata papi Kevin.


Dua laki laki itu bukan tidak sedih,namun mereka berusaha agar bisa tegar sekuat mungkin.Hatinya juga sama seperti Yudistira.Rapuh.


"Mi,aku ingin menggendong kedua bayiku mi,aku mohon.Setelah itu,aku akan melepasnya dengan ikhlas!" kata Yudistira yang sebenarnya sangat berat harus mengatakan kalimat akan melepasnya dengan ikhlas.

__ADS_1


Tanpa berkata apa apa,mami Reva memberikan anak laki laki Yudistira.Dia,menggendongnya secara bersamaan.


"Kalian anak abi,kalian harus hidup rukun ya? abi janji,abi gak akan pilih kasih! Syihab,kamu anak abi yang paling baik,tampan,pintar! Syifa,kamu anak abi yang paling cantik.yang paling kuat,yang paling hebat!" air matanya tidak berhenti mengalir.


Begitu juga dengan mami Reva.Dia benar benar tak tahu harus berbuat apa ketika melihat putranya yang mengobrol dengan kedua anaknya.


"Tira!" panggil papi Dimas yang bermaksud ingin menghentikan kesedihan putranya.


"Apa pi? tidak pi,dia tidak meninggal,dia hidup!" kata Yudistira.


"Boleh papi menggendong Syifa?" tanya papi Kevin.


"Tidak pi,dia akan menangis jika di gendong oleh papi,dia hanya ingin di gendong oleh ku pi!" jawab Yudistira.Mulutnya berbicara seperti itu.Seakan akan dia sudah gila karena kehilangan putrinya.Padahal hatinya,tidak seperti ucapannya.


"Kamu mau ke umi sayang? ya sudah,ayo kita ke umi ya,umi sudah menunggu kalian!" kata Yudistira.


"Ya sudah,papi bantu ya?" tanya papi Kevin dan akhirnya papi Kevin kembali mendorong Yudistira yang masih menggendong kedua anaknya menuju ruangan Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2