Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Kotak Kecil


__ADS_3

Assalamualaikum wr wb.


Puji syukur tetap kita limpahkan kepada tuhan semesta alam,yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya.


Tidak lupa sholawat dan salam selamanya tercurah kepada nabi besar Muhammad SAW.


Alhamdulillah,novel amatir ini telah mencapai 122 episode dengan tulisan yang masih belum rapi dan masih banyak yang typo.Tapi,walaupun begitu ada yang tetap setia membaca novel amatir ini.Thank you semuanya......


Terima kasih kepada semua pembaca novel amatir ini yang sudah memberikan hadiah,vote,saran,dan like.Namun,kepada yang belum,Author sangat menunggunya.Satu vote dari kalian,sama seperti satu penghargaan bagi Author.Satu saran dari kalian,sama dengan satu gram emas bagi Author.Hadiah yang kalian berikan sama seperti berlian bagi Author.


Oh iya,sesuai tulisan Author di episode yang lalu,Author akan menyebutkan pembaca yang berkomentar di novel ini.Diantaranya....


-Tyani Puspa Andhira


-Erma Wahyuni


-Zahra Arif


-Wati Rosmawati


Sekian,terima kasih semuanya...


Jangan lupa,like,komen,vote,dan kasih saran...


...Yudistira Al-Bart ❤ Aisyah Hardianti N...

__ADS_1


"Bentar,aku ambil dulu!" jawab kak Liana berlalu pergi ke kamarnya dengan sedikit berlari.


"Hati hati!" teriak kak Syam yang walaupun pendiam,tapi dia sangat perhatian sama istrinya.


Tidak lama kemudian,datang kak Liana membawa kotak kecil.


"Nih!" kak Liana menyodorkan kotak kecil itu ke depan Aisyah.


"Untukku kak?" tanya Aisyah sambil mengambil kotak yang di sodorkan kak Liana.


"Iya ini untuk mu! khusus untukmu! bukan untuk suamimu!" jawab kak Liana dengan sinis menatap Yudistira.


"Apa? lalu untukku mana?" tanya Yudistira.


"Ada di kakak iparmu!" jawab kak Liana sinis.


..."Apa ini? kok kotaknya sama dengan yang di berikan pada Aisyah?" tanya Yudistira....


"Kotaknya sama,isinya juga sama kok!" jawab kak Syam.


"Bukanya nanti pas mau pulang aja!" kata kak Liana yang melihat Yudistira sedang mencoba membuka kotak kecil itu.


"Tapi aku mau lihat isinya sekarang!" kata Yudistira masih berusaha membuka kotak itu.


"Kembalikan!" kak Liana merebut kotak yang akan di buka Yudistira.

__ADS_1


"Apa apaan kau ini? bukannya itu buatku?" tanya Yudistira dengan bicara sudah menggunakan nada tinggi.


"Aku akan memberikannya kembali padamu jika kamu berjanji akan membukanya nanti!" kata kak Liana yang juga menaikan nada bicaranya.


"Aku berjanji akan membukanya nanti!" kata Yudistira kembali menurunkan nada bicaranya.


"Nah!" kak Liana melemparkan kado itu ke pangkuan Yudistira.


"Terima kasih!" kata Yudistira dengan wajah sinis.


"Terima kasih kak!" kata Aisyah.


"Sama sama!" jawab kak Liana dengan senyum manisnya.


"Apa kakak akan mengisi rumah yang aku berikan?" tanya Yudistira.


"Tadinya iya,tapi mami dan papi melarang ku!" jawab kak Liana.


"Kenapa?" tanya Yudistira.


"Jika kakakmu pindah dari rumah ini,lalu rumah ini akan di isi siapa? papi sudah semakin tua,papi dan mami ingin ada yang menemani kami.Jika ada sesuatu terjadi pada kami,bisa ada kakakmu yang melihat kami!" jawab papi Kevin.


"Oh iya iya,baguslah kalau gitu,aku juga setuju!" jawab Yudistira.


"Bagaimana kalau kamu juga tinggal disini?" tanya kak Liana.

__ADS_1


"Tidak kak,bukan aku tidak mau menemani masa tua mami dan papi.Tapi,seperti yang aku bilang tadi,aku ingin pisah rumah agar aku bisa dewasa.Aku akan semakin tua,dan aku harus bisa menjadi orang tua!" jawab Yudistira.


"Itu bagus!" kata papi Kevin.


__ADS_2