Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
MATRE


__ADS_3

"Kenapa lama sekali? papa sudah lapar!" tanya papa Dimas.


"Maaf pa,kami kesiangan bangun!" jawab Aisyah.


"Ya sudah,ayo makan!" kata mama Lena.


Merekapun makan dengan nikmat tanpa suara.


"Kalian mau ke mana sekarang?" tanya mama Lena.


"Gak tahu ma,kak Tira mau ke mana sekarang?" tanya Aisyah.


"Emh,mungkin aku mau lihat rumah!" jawan Yudistira.


"Rumah? rumah apa?" tanya Aisyah.


"Rumahku yang baru!" jawab Yudistira.


"Aku mau ikut kak!" kata Aisyah.


"Ayo!" jawab Yudistira.


"Aku boleh ikut?" tanya Rizal.


"Tidak!" jawab mama Lena cepat.


"Kenapa?" tanya Rizal dengan wajah sedih.


"Kita akan ke mall!" jawab mama Lena.


"Asyik,ayo kalau gitu ma!" Rizal langsung semangat mendengar kata mall.


"Kapan berangkat kak?" tanya Aisyah.


"Sekarang juga ayo!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Kalau gitu,aku siap siap dulu ya!" kata Aisyah.Yudistira mengangguk sambil tersenyum.Aisyah berlalu ke kamarnya untuk bersiap siap.


"Ayo kak!" kata Aisyah yang sudah siap untuk pergi.Dia memakai cadar warna merah jambu kerudung merah jambu dan baju putih.


"Ayo!" jawab Yudistira yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Mama sama papa mana?" tanya Aisyah.


"Mereka sudah pergi!" jawab Yudistira.


"Ooh,ya sudah ayo kalau gitu!" ajak Aisyah.


Mereka berjalan ke depan rumah,ternyata sudah ada Fauzi yang beridir tegak dengan pakaian rapih.


"Kak Fauzi,kok ada disini?" tanya Aisyah.


"Iya nona,saya di suruh tuan Tira untuk datang kesini!" jawab Fauzi.


"Mana kunci rumah itu?" tanya Yudistira.


"Ayo sayang!" Yudistira berjalan meninggalkan istrinya dan Fauzi menuju arah mobil.


"Kak aku pergi dulu ya!" pamit Aisyah.


"Iya nona!" jawab Fauzi.


"Apa kak Fauzi tahu kita mau ke rumah kak Tira?" tanya Aisyah.


"Tidak!" jawab Yudistira singkat.


"Tapi,kenapa dia tahu kita akan pergi sehingga menyiapkan mobil?" tanya Aisyah.


"Aku juga tidak tahu,yang aku tahu,aku hanya mencintaimu!" jawab Yudistira dengan muka datar,namun kata katanya membuat Aisyah tersenyum.


"Kenapa senyum senyum?" tanya Yudistira.

__ADS_1


"Ah apa? tidak kok!" jawab Aisyah gugup.


"Apa kamu belum selesai haid?" tanya Yudistira.


"Belum kak,emangnya kenapa?" jawab Aisyah.


"Ah tidak,aku hanya ingin segera sholat berjamaah dengan istriku!" jawab Yudistira.


"Aku juga sudah tidak sabar ingin sholat di imami oleh suamiku!" kata Aisyah membuat Yudistira tersenyum dan memegang tangan istrinya dengan penuh cinta.


"Apa masih jauh kak?" tanya Aisyah.


"Tidak,sekitar lima belas menit lagi sampai!" jawab Yudistira.


"Kenapa kak Tira bangun rumah? bukannya kak Tira punya apartemen?" tanya Aisyah.


"Rumah itu bukan untukku!" jawab Yudistira.


"Lalu,untuk siapa?" tanya Aisyah.


"Untukmu!" jawab Yudistira.


"Tapi,aku tidak memintanya kak!" kata Aisyah.


"Bukankah kewajiban seorang suami untuk membuatkan sebuah rumah untuk istrinya?" tanya Yudistira.


"Iya kak!" jawab Aisyah.


"Berarti kamu harus menerimanya bukan?" tanya Yudistira.


"Iya kak,tapi aku takur di bilang matre!" jawab Aisyah.


"Kamu itu terlalu polos,kamu belum tahu arti matre sesungguhnya tapi kamu sudah menyebutkannya!" kata Yudistira.


"Apa maksud nya?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"wanita matre itu adalah wanita yang menuntut terlalu FANATIK atau BERLEBIHAN dalam materi kepada pasangannya. Dan apabila TIDAK fanatik atau berlebihan, dia tetap menuntut materi NAMUN dia hanya khawatir dan butuh TANGGUNG JAWAB apa yg sudah di lakukan dengannya!" jelas Yudistira.


__ADS_2