Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Menstruasi


__ADS_3

Yudistira dan Aisyah menatap dokter Sarah dengan tatapan yang serius dan menuntut kepastian.Sepasang suami istri itu mengerutkan dahinya karena dokter itu tersenyum.


"Selamat ya tuan,nona,kalian akan menjadi orang tua!" kata dokter Sarah dengan wajah berseri seri.


"Apa? jadi?" Yudistira tidak bisa berkata kata.Pikirannya masih bingung,namun hatinya merasa sangat bahagia.


"Iya tuan,nona Aisyah sedang mengandung bayi!" jawab dokter Sarah meyakinkan.


"Alhamdulillah!" Yudistira dan Aisyah kompak.


Yudistira langsung memeluk Aisyah yang sedang berbaring.Aisyah hanya tersenyum dengan air mata bahagia menetes dari mata.


"Terima kasih ya Allah!" kata Yudistira.


"Sudah berapa usia kandungannya dok?" tanya Aisyah.


"Saya kurang tahu nona,karena saya bukan dokter kandungan,tapi nona tenang saja,saya akan panggilkan dokter Neta untuk memeriksa lebih lanjut kandungannya!" jawab dokter Sarah.


"Apa dokter itu wanita?" tanya Yudistira.


"Iya tuan!" jawab dokter Sarah.


"Ya sudah,cepat panggilkan!" kata Yudistira tidak sabar.


"Baik tuan,saya permisi!" dokter Nisa keluar dari ruangan itu dan pergi untuk memanggil dokter kandungan itu.


'Hallo bi,siapkan makanan lebih banyak,saya akan ngundang banyak keluarga!' kata Yudistira di telepon yang sudah tersambung dengan bi Rini.

__ADS_1


'Baik tuan!' jawab bi Rini.


'Terima kasih bi!' kata Yudistira.


'Sama sama tuan,Assalamualaikum!' kata bi Rini


'Waalaikum salam!' jawab Yudistira.


"Kakak mau ngundang siapa?" tanya Aisyah.


"Mama,papa,mami,papi,kak Liana,Kak Syam,kak Nisa,Fauzi!" jawab Yudistira.


"Mau apa?" tanya Aisyah.


"Kita syukuran!" jawab Yudistira.


Aisyah hanya tersenyum melihat suaminya yang sangat bahagia itu.


Aisyah dan Yudistira menatap serius ke dokter muda itu.


"Kenalkan saya Neta,saya dokter kandungan yang di suruh dokter Sarah untuk datang ke ruangan ini!" kata dokter Neta memperkenalkan diri.


"Ooh,masuk dok"! kata Yudistira.


Dokter itu tersenyum ramah pada Yudistira.Tapi Yudistira tidak membalasnya sama sekali.


"Bagaimana keadaanya nona?" tanya dokter Neta dengan senyum yang seperti terpaksa.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik dok!" jawab Aisyah ramah.


"Boleh saya periksa kandungannya?" tanya dokter Neta.


"Silahkan dok" jawab Aisyah.


Dokter itu pun menempelkan sebuah alat si perut Aisyah.


"Sudah berapa lama nona tidak menstruasi?" tanya dokter Neta.


"Emh,gak tahu dok,tapi kayaknya sudah sangat lama saya tidak menstruasi!" jawab Aisyah.


"Nona,usia kandungan nona di perkirakan sudah menginjak empat belas minggu,bayinya sehat!" kata dokter Neta sambil membuka kembali alat yang di tempel di Aisyah.


"Nona,apa nona sudah di imunisasi saat menikah?" tanya dokter Neta.


"Sudah!" jawab Aisyah.


"Oh ya sudah,sekarang di vaksin lagi ya nona,karena ibu hamil beresiko infeksi yang dapat mempengaruhi kondisi janin.Seperti kelainan bawaan,keguguran,kelahiran prematur dan berat badan saat bayi lahir rendah.Nah,kalau nona di vaksin,itu bisa mencegah kejadian itu!" dokter Neta menjelaskan.


"Ya sudah dok,vaksin lagi saja!" kata Aisyah.


"Kalau gitu,tunggu sebentar ya nona,saya akan menyiapkannya dulu!" kata dokter Neta.


"Siapkan di sini,saya ingin melihat obat yang akan di suntikan ke tubuh istri saya!" kata Yudistira jutek.


"Baik tuan,saya akan menyuruh suster untuk membawakan obatnya!" kata dokter Neta.

__ADS_1


"Hem!" kata Yudistira.


"Permisi tuan!" dokter Neta sambil tersenyum ramah pada Yudistira.


__ADS_2