Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Holy Rabbit


__ADS_3

"Ya sudah,kalau gitu,kami pergi dulu.Kami belum beres beres.Datanglah besok setelah maghrib,aku akan mengadakan syukuran!" kata Yudistira.


"Pergilah,papi,mami,dan kakakmu pasti datang besok!" kata papi Kevin.


"Harus pi,kalian harus datang!" kata Yudistira.


"Ya sudah,aku pergi dulu!" Yudistira mencium tangan papi Kevin,mami Reva,Kak Liana dan kak Syam satu persatu.


"Aku juga pamit dulu mi,pi!" kata Liana yang juga mencium tangan kedua mertuanya dan tangan kak Liana.


"Hati hati di jalan!" jawab mami Reva.


"Iya mi,Assalamualaikum!" kata Aisyah.


"Waalaikum salam!" jawab semua orang.


Aisyah dan Yudistira pun pergi meninggalkan rumah itu dengan bahagia karena mendapat ijin untuk pisah rumah.


"Kak,tadi kata kakak besok mau mengadakan syukuran! emangnya kakak sudah menyiapkannya?" tanya Aisyah saat sudah di dalam mobil menuju rumah Aisyah.


"Fauzi yang akan menyiapkannya!" kata Yudistira.


Astaga tuan! kau ini seenaknya saja mengucap! kau belum menanyakan aku siap atau tidak tuan! kata Fauzi dalam hatinya yang membuat mukanya semakin datar.


"Iyakan Fauzi?" tanya Yudistira membuat lamunan sang asisten buyar.

__ADS_1


"Ah iya tuan.Akan saya usahakan!" jawab Fauzi.


"Kamu dengar itu?" tanya Yudistira.


"Iya aku mendengarnya!" jawab Aisyah.


"Fauzi,apa kau sudah siap untuk melamar dokter Nisa?" tanya Yudistira.


"Siap! eh maaf!" kata Fauzi yang langsung bersemangat.Namun,wajahnya langsung merah merona.


"Hahahah yang tidak perlu malu Fauzi,aku sudah tahu!" kata Yudistira sambil tertawa lepas.Sedangkan Aisyah hanya tersenyum menahan tawa di balik cadarnya.


"Maaf tuan!" kata Fauzi.


"Apa? ah tidak perlu tuan! lusa saja!" jawab Fauzi.


"Apa kau mau ku pecat?" tanya Yudistira mengancam.


"Tidak tuan,saya akan melaksanakan semua perintah tuan!" kata Fauzi pasrah.


"Bagus!" kata Yudistira sambil memainkan hand phone nya mencari nomor seseorang.


"Siapkan pesta lamaran nanti malam! jangan menerima tamu selain yang nama yang aku tuliskan! persiapan harus selesai pukul delapan belas tepat!" ucap Yudistira dengan telepon yang di simpan di telinganya.Setelah selesai bicara,Yudistira langsung mematikan teleponnya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari orang yang di teleponnya.


"Siapa yang kakak telepon?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Seseorang!" jawab Yudistira singkat masih mengetikkan pesan.


"Aku juga tahu yang kamu telepon itu seseorang.Tapi siapa??" tanya Aisyah.


"Jangan tanya! nanti di rumah ku jelaskan!" kata Yudistira datar.


"Ta....."


"Suruh dokter Nisa untuk datang ke kafe holy rabbit pukul sembilan belas lewat lima belas menit! akan ada utusanku yang akan membawanya pukul delapan belas dan dia akan di bawa ke salon untuk dandan!" kata Yudistira dengan hand phone kembali menempel di telinganya dan lagi lagi langsung mematikan telepon tanpa menunggu jawaban.


"Maaf motong kalimat!" kata Yudistira terus memainkan hand phone miliknya.


Kenapa dia selalu gampang dalam mengerjakan apapun? kata Fauzi dalam hatinya.


Aisyah hanya diam melihat ke luar jendela melihat gedung gedung yang menjulang tinggi.


"Kenapa diam?" tanya Yudistira.


"Saya lagi fokus menyetir tuan!" jawab Fauzi.


"Aku nanya istriku,buka padamu!" kata Yudistira sinis.


"Oh maaf tuan!" jawab Fauzi dengan wajah malu.


"Sayang,kamu kenapa diam? kamu marah padaku?" tanya Yudistira.

__ADS_1


__ADS_2