Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Banyak Maunya


__ADS_3

"Kak aku mau buah kenitu!" kata Aisyah setelah makam opor.Opor dua porsi itu hanya di cicipi sedikit sedikit.


"Kenitu? buah apa itu?" tanya Yudistira.


"Itu buah yang luarnya seperti kelapa,dalamnya seperti buah sirsak,tapi rasanya sangat manis!" kata Aisyah.


"Tapi aku tidak tahu,mendengar namanya saja baru sekarang!" kata Yudistira.


"Sawo susu kakak tahu?" tanya Aisyah.


"Apa lagi tuh sawa susu,yang aku tahu sawo saja!" jawab Yudistira.


"Kalau apel susu?" tanya Aisyah.


"Sama,tidak tahu!" jawab Yudistira.


"Ish,sawo susu dan apel susu itu nama lain dari buah kenitu kak!" kata Aisyah.


"Emangnya dari mana sih,kamu tahu buah kenitu?" tanya Yudistira.


"Waktu di pesantren,ada orang cirebon yang membawa buah kenitu itu ke pesantren!" jawab Aisyah.


"Ada fotonya gak?" tanya Yudistira.


"Sebentar,aku cari dulu!" Aisyah mengoprek hand phone nya.


Aisyah memberikan hand phone miliknya pada suaminya.



"Kok kaya yang gak enak sih!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Kamu salah kak,ini rasanya enak,sangat enak,aku mau kak!" kata Aisyah.


"Ya sudah ayo kita beli!" kata Yudistira.


"Ayo!" langsung semangat.


"Tapi,kemana beli nya?" tanya Yudistira membuat Aisyah tidak semangat lagi.


"Aku juga tidak tahu!" Aisyah menjawab dengan lesu.


"Kalau beli online ada gak ya?" tanya Yudistira.


"Coba lihat kak!" kembali semangat.


Yudistira mengotak atik hand phone nya membuka aplikasi belanja online.


"Nah itu ada kak!" langsung semangat.


"Berapa harganya kak?" tanya Aisyah.


"Tiga puluh lima ribu per kilo gram!" jawab Yudistira.


"Aku mau beli tujuh kilo kak!" kata Aisyah.


"Buat apa,kok banyak sekali!" tanya Yudistira.


"Aku mau membagikan buah itu,mama,papa,papi,mami,Rizal,kak Liana,kak Syam,kak Nisa, kak Fauzi,om Akbar,para pelayan dan para pengawal!" jawab Aisyah.


"Hem,ya sudah kita beli lima belas kilo saja!" kata Yudistira.


"Lah,kenapa jadi lima belas kilo?" tanya Aisyah.

__ADS_1


"Kalau cuman tujuh kilo gak akan cukup untuk para pelayan,untuk keluarga kita saja belum tentu cukup!" jawab Yudistira.


"Ooh,ya sudah terserah kakak saja!" kata Aisyah.


Yudistira memesan buah yang di inginkan istrinya melalui aplikasi belanja.Aisyah sangat bahagia karena mempunyai suami yang bisa menuruti semua keinginannya.


"Mau langsung pulang atau mau kembali ke acara lagi?" tanya Yudistira setelah selesai dengan urusan pesan memesan.


"Ke acara lah,kan Khai ada di sana!" jawab Aisyah.


"Ya sudah,kita jemput dulu Khai,tapi setelah itu langsung pulang ya? aku capek,ingin istirahat!" kata Yudistira.


"Iya kak,aku juga capek!" kata Aisyah.


Merekapun pergi dari restoran itu setelah membayar.


"Kak,tadi aku lihat ada tukang rujak di dekat gedung di mana ada acara!" kata Aisyah.


"Rujak? rujak apa?" tanya Yudistira.


"Rujak buah buahan lah kak,masa rujak mie ayam,kan gak ada!" jawab Aisyah.


"Terus,kamu mau?" tanya Yudistira.


"Iya,aku mau!" jawab Aisyah.


"Kamu jadi banyak maunya!" kata Yudistira.


"Iya ya,maaf ya kak,aku gak akan minta apa apa lagi sama kakak kok,gak usah beli aja buah sama rujaknya gak apa apa!" kata Aisyah memasang wajah sedih.


"Tidak apa apa sayang,aku senang kok bisa melaksanakan semua keinginan mu,kan aku sudah berjanji bahwa aku akan mengabulkan semua yang kamu inginkan selagi aku mampu!" kata Yudistira.

__ADS_1


__ADS_2