
Allahuakbar Allahuakbar
Adzan dzuhur berkumandang setelah kepergian rombongan dari pesantren.Group hadroh beristirahat dulu karena harus menunaikan kewajiban.
''Sayang,kamu mau sholat dzuhur dulu?" tanya Yudistira.
"Tidak kak!" jawab Aisyah.
"Kenapa?" tanya Yudistira.
"Aku lagi halangan kak!" jawab Aisyah.
"Halangan? halangan apa?" tanya Yudistira.
"Masa kak Tira gak tahu sih,biasa yang datang sebulan sekali di wanita,dan itu menyebabkan aku haram sholat!" jawab Aisyah.
"Apa maksud kamu? aku tidak mengerti!" kata Yudistira.
"Aku sedang haid kak!" jawab Aisyah.
"Apa? haid? astaga!" wajah Yudistira berubah 180°.
"Kenapa kak?" tanya Aisyah.
"Tidak,aku sholat dulu!" Yudistira berlalu meninggalkan Aisyah.
Kak Tira kenapa ya? kenapa pas mendengar aku sedang haid dia langsung tidak bersemangat? apa aku tidak boleh haid? Aisyah bertanya tanya dalam hatinya karena perubahan sikap Yudistira.
Yudistira telah selesai melaksanakan sholat dzuhur.Tamu undangan masih berdatangan.Yudistira masih bermuka masam.Entah apa yang dia rasakan saat mendengar istrinya sedang haid.
''Kak,kakak kenapa?'' tanya Aisyah.
''Tidak apa apa sayang!'' jawab Yudistira lemas.
__ADS_1
"Kenapa sikap kakak tiba tiba berubah begini? apa aku punya salah pada kakak?" tanya Aisyah.
"Tidak sayang,aku tidak papa!" Yudistira memaksakan wajahnya agar tersenyum.
"Berapa lama biasanya wanita haid?" tanya Yudistira.
"Paling lama lima belas hari kak!" jawab Aisyah.
"Apa? kenapa lama?" Yudistira kembali tidak bersemangat.
"Iya kak,tapi biasanya aku hanya lima hari,atau kurang!" jawab Aisyah.
"Semoga cepat selesai!" gumam Yudistira.
"Memangnya kenapa kak?" tanya Aisyah.
"Ah emh tidak!" kata Yudistira.
"Tira,Aisyah,kakak pulang dulu ya! semoga rumah tangga kalian sakinah mawadah warahmah!" kata kak Liana.
"Lakukan dengan pelan!" bisik kak Syam.
"Apa maksudmu?" tanya Yudistira sinis.
"Lakukan pelan pelan aksimu nanti malam!" bisik kak Syam.Yudistira menatap sinis.
"Aku sudah membelikan mu pengaman agar kau tidak mendahului mempunya anak!" kak Syam memasukan sesuatu di kantong baju Yudistira.
"Lagi pula aku tidak akan melakukannya malam nanti!" ucap Yudistira dengan malas.
"Kenapa?" tanya kak Syam kaget.
"Aku harus menunggu lima hari lagi,karena dia lagi haid!" jawab Yudistira dengan malas.
__ADS_1
"Apa? sabar ya!" kata kak Syam.
"Membicarakan apa kalian bisik bisik?" tanya kak Liana curiga.
"Ah tidak,ayo pulang! Tira aku pulang dulu ya! sabar!" kata kak Syam berlalu diikuti oleh kak Liana.
"Kenapa kak Syam mengatakan kak Tira harus sabar?" tanya Aisyah.
"Entah lah!" Yudistira malas dan memainkan hand phone nya.
''Mas,kenapa bilang sabar ke Yudistira?'' tanya kak Liana saat sudah di dalam mobil menuju perjalanan pulang.
''Apa kamu melihat perubahan wajah adikmu?" tanya kak Syam.
"Emmm iya,tadi pagi sampai siang dia semangat dan ceria,tapi sejak sudah sholat jadi murung!" jawab kak Liana.
"Kamu tahu apa sebabnya?" tanya kak Syam.
"Tidak!" jawab kak Liana.
"Dia murung karena istrinya lagi haid!" kata kak Syam.
"Emangnya kenapa kalau Aisyah haid? kan itu umum di wanita!" tanya kak Liana.
"Iya itu emang umum di wanita,tapi yang membuat Yudistira murung karena istrinya haid saat pengantin baru!" jawab kak Syam.
"Memangnya kenapa?" kak Liana masih bingung.
"Adik kamu itu,ingin melakukan seperti yang kita lakukan pada malam pertama!" kata Kak Syam.
"Ish,itu tidak mungkin.Yudistira tidak akan mengerti hal itu!" kata kak Liana.
"Kamu ini,Yudistira itu laki laki,walaupun tidak mempelajarinya,tapi hasratnya yang akan mengajarinya!" kata kak Syam.
__ADS_1
"Ouh,pantes saja kamu menyuruhnya sabar!" ucap kak Liana.
"Iya,karena dia harus menunggu lima hari" kata kak Syam.