
"Kalian pulang saja,nanti malam saya dan Aisyah juga akan pulang,masak makanan kesukaan Aisyah,yang paling penting adalah opor ayam.Dan kamu Riki,pergi ke terminal Rambutan,cari tukang bakso yang nama pedagangnya mas Joyo.Atau kamu baca saja di gerobaknya juga ada tulisan bakso mas joyo,kamu beli untuk saya,untuk Aisyah,untuk Khai dan untuk kelian!" kata Yudistira memberi perintah.
"Dan ya,jika ada orang ngirim paket atas nama saya,terima saja dan langsung buka.Setelah di buka masukan ke dalam kulkas dan pas makan malam nanti siapkan untuk cuci mulut!"
"Dan ya,sebelum ke terminal,kamu ke sini lagi bawakan susu untuk Khai!" masih memberi perintah.
"Baik tuan!" jawab Riki.
"Kalian boleh pergi!" kata Yudistira.
"Baik tuan,kami permisi,Assalamualaikum!" kata Riki mewakili semua.
"Waalaikum salam!" jawab Yudistira dan kembali masuk ke ruangan Aisyah.
Yudistira melihat Aisyah sedang menatap ke arahnya.
"Sayang,kenapa kamu bangun?" tanya Yudistira sambil menghampiri istrinya dan duduk di sampingnya.
"Aku sudah tidak ngantuk kak!" jawab Aisyah lemas.
"Cadarnya buka ya? aku ingin melihat wajahmu!" kata Yudistira dan di jawab anggukan oleh Aisyah.
Yudistira membantu Aisyah membuka cadarnya.Tadi sempat mau di buka oleh dokter,namun di di cegah oleh bi Rini.
Terlihat wajah Aisyah yang pucat,namun tetap bercahaya.
__ADS_1
"Kamu mau makan?" tanya Yudistira setelah mengecup kening istrinya.
"Tidak kak,entah kenapa aku jadi tidak mau makan!" jawab Aisyah.
"Sedikit saja,satu sendok juga tidak apa apa!" bujuk Yudistira.
"Khai minum susu?" tanya Aisyah mengalihkan pembicaraan.
"Belum,baru mau di bawakan oleh Riki!" jawab Yudistira.
"Aku bawakan dulu bubur ya,tidak bubur rumah sakit kok,bubur ayam!" kata Yudistira.
"Jangan kak,kalau aku mau,aku tidak perlu makan bubur,makan nasi juga kuat!" kata Aisyah.
"Ya sudah,aku panggil dokter dulu ya,biar kamu di periksa!" kata Yudistira dan di jawab anggukan oleh Aisyah.
Tidak lama kemudian,Yudistira kembali bersama dokter wanita yang tadi memeriksa Aisyah diikuti seorang perawat.
"Masih pusing nona?" tanya dokter yang namanya Sarah.
"Tidak dok!" jawab Aisyah.
"Ada yang sakit?" tanya dokter.
"Sakit kepala sedikit dok!" jawab Aisyah.
__ADS_1
"Sudah di beri makan tuan?" tanya dokter Sarah.
"Belum dok,dia tidak mau makan!" jawab Yudistira.
"Nona harus makan,agar nona kuat!" kata dokter Sarah.
"Tapi tidak tahu kenapa ***** makan saya hilang dok,padahal kemarin saya doyan makan!!" kata Aisyah.
"Apa ada sesuatu yang nona inginkan?" tanya dokter Sarah.
"Emh,cuman satu dok!" jawab Aisyah.
"Apa yang kamu inginkan? kenapa gak bilang?" tanya Yudistira.
"Aku ingin buah kenitu kak,itu saja!" jawab Aisyah.
"Buah kenitu itu apa nona?" tanya dokter Sarah.
"Coba dokter cari di internet,pasti ada!" jawab Aisyah.
"Ooh,iya nanti saya cari deh! oh iya tuan,keinginan nona harus di penuhi,siapa tahu nona ngidam!" kata dokter Sarah.
"Ngidam?" Yudistira dan Aisyah sama sama melotot mendengar ucapan dokter Sarah.
"Iya ngidam,tahu ngidam kan?" tanya dokter Sarah.
__ADS_1
"Iya tahu dok,yang hamil itu kan?" tanya balik Yudistira.
"Iya,coba saya periksa ya!!" jawab dokter Nisa dan mulai meraba raba perut Aisyah.