Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Harum


__ADS_3

"Khai!" panggil Aisyah dengan lembut saat Khai sedang asik mencorat coret buku mewarnai.Ya,walaupun maksudnya mewarnai.


"Iya umi?" sahut Khai dengan lembut juga.


"Kamu jangan panggil abi dengan sebutan kakak,kamu panggil abi saja! jangan meniru umi manggil kakak!" kata Aisyah.


"Heheh,iya umi!" jawab Khai sambil tertawa kecil yang menggemaskan.


Aisyah sibuk dengan hand phone nya.Entah sedang apa.Namun Khai sudah bosan dengan kerjaannya.


"Umi!" panggil Khai dengan nada bicara manja.


"Iya?" sahut Aisyah.


"Umi,Ai mau cucu!" kata Khai.


"Ya sudah,biar ate Septi buatkan ya?!" tanya Khai.


"Iya umi!" jawab Khai.


"Septi!" panggil Aisyah sedikit berteriak.


"Iya non!" Septi buru buru berlari menghampiri Aisyah yang memanggilnya.


"Nona membutuhkan sesuatu?" tanya Septi.


"Boleh saya minta tolong buatkan susu untuk Khai?" tanya Aisyah.


"Bisa nona,akan saya buatkan,permisi!" kata Septi dan langsung pergi setelah di jawab anggukan oleh Aisyah.


"Umi,bayinya yagi apa?" tanya Khai dan duduk di samping Aisyah.


"Bayinya lagi emh,lagi apa ya?!" Aisyah bingung.

__ADS_1


"Ai tahu umi,bayinua yagi bobo!" kata Khai.


"Hahah,iya kamu benar,bayinya lagi bobo!" kata Aisyah.


"Umi ai mau pegang peyut umi!" kata Khai dan di balas anggukan oleh Aisyah.


"Wah umi,bayinya bukan yagi bobo,bayinya yagi main boya!" kata Khai yang merasakan ada tendangan ke tangannya saat dia menempelkan tangannya di perut Aisyah.


Aisyah tertawa kecil mendengar Khai yang menebak nebak sedang apa bayinya.


"Umi,dayam peyut umi ada yapang boya?" tanya Khai.


"Ada,luas banget,seluas lapangan bola gelora bung karno!" kata Yudistira yang baru datang sambil berjalan ke arah anak dan istrinya.


"Abi!" Khai langsung berlari menyambut abinya itu.Yudistira langsung memangku anaknya itu.


"Kok udah pulang bi? kan jadwal ke dokternya masih lama!" tanya Aisyah.


"Iya,kenapa abi sudah pulang,kan jadwal ke dokternya masih lama!" sambil mengedipkan matanya.


"Ooh,biar gak telat!" sambil tersenyum.


"Permisi,ini susunya Khai!" kata Septi membawa sebotol susu Khai.


"Teyima kacih ate!" kata Khai.


"Sama sama Khai!" kata Septi.


"Septi,tolong ambilkan saya air putih!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" Septi langsung pergi setelah mendapat perintah kembali.


"Kamu baru minum susu?" tanya Yudistira.

__ADS_1


"Iya abi!" jawab Khai.


Yudistira mencium pipi Khai dengan gemas.Inginnya mencium pipi Aisyah,namun ada Khai.


"Khai,abi boleh cium umi gak?" tanya Yudistira membuat Aisyah membulatkan matanya.


"Abi mau cium umi?" tanya Khai.


"Iya!" jawab Yudistira.


"Tapi abi hayus cium duyu bayi!" kata Khai.


"Ooh gitu ya?" tanya Yudistira dengan hati sudah sangat senang.


"Iya abi,tadi Ai di tendang cama bayi!" kata Khai dengan wajah bahagia.


"Masa?" tanya Yudistira.


"Iya abi!" jawab Khai.


"Terima kasih!" kata Yudistira karena Septi sudah menyimpan segelas air putih di meja.


"Sama sama tuan!" Septi langsung kembali pergi.


"Ai cenang banget abi,Ai di tendang oyeh bayi!" kata Khai.


Yudistira tersenyum mendengar Khai yang mengadukan pengalamannya di tenang oleh bayi yang masih dalam kandungan.


"Khai,abi bau gak?" tanya Yudistira.


"Nggak abi,abi hayum!" kata Khai sambil mengendus dada Yudistira.


"Hahah,terima kasih,abi mau ganti baju dulu,kamu tunggu dulu di sini ya,nanti abi suruh ate Septi nemenin Khai! Abi sama umi mau ke kamar dulu!"

__ADS_1


__ADS_2