Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Asisten Peka


__ADS_3

Keesokan paginya,Aisyah dan Yudistira sudah selesai sarapan dan sedang bersiap siap.


"Ternyata rambut kamu bagus!" kata Yudistira yang melihat istrinya sedang memakai kerudung.


"Sejak empat tahun yang lalu,baru kakak yang melihat rambutku lagi!" kata Aisyah.


"Tidak mungkin,pasti papa dan mama pernah melihat rambutmu!" balas Yudistira.


"Iya,tidak mungkin mereka tidak pernah melihat rambutku! namun mereka sudah empat tahun tidak melihat rambutku! dan baru kali ini ada lagi yang melihat rambutku!" kata Aisyah.


"Ooh,beruntung sekali menjadi seorang Yudistira,hanya aku yang bisa melihat rambutmu.Bahkan orang tuamu juga tidak.Tidak seperti orang orang di luaran sana yang rambutnya bebas di lihat orang!" jawab Yudistira.


"Apa para karyawan di kantor memakai hijab?" tanya Aisyah.


"Tidak,bahkan para karyawan wanita di kantor memakai rok selutut!" jawab Yudistira.


"Apa kakak suka melihat itu semua?" tanya Aisyah.


"Awalnya suka,tapi sekarang tidak.Aku lebih penasaran melihat yang tertutup!" jawab Yudistira.


"Dosa kak! ingat! DOSA!" penuh penekanan dalam kaga 'dosa'.


"Aku akan memerintahkan mereka agar menutup aurat mereka! kamu tenang saja.Tidak usah cemburu!" kata Yudistira sambil tersenyum menggoda.


"Aku tidak cemburu kak,aku hanya mengingatkan!" kata Aisyah.


"Iya aku akan menghubungi Fauzi nanti!" kata Yudistira.


"Ya sudah ayo berangkat kak,takut kesiangan!" kata Aisyah.


"Ayo!" jawab Yudistira.

__ADS_1


"Apa kakak sudah menyiapkan mobil?" tanya Aisyah.


"Sudah!" jawab Yudistira.


"Kapan?" tanya Aisyah.


"Aku juga tidak tahu!" jawab Yudistira.


"Apa? kenapa tidak tahu?" tanya Aisyah heran.


"yaaaa karena bukan aku yang nyiapin mobilnya!" jawab Yudistira.


"Kalau bukan kakak,siapa lagi?" tanya Aisyah.


"Si Fauzi mungkin!" jawab Yudistira.


"Kalau belum bagaimana? lebih baik kak Tira cek dulu!" kata Aisyah.


"Gak mau! ayo kita langsung berangkat.Aku yakin Fauzi sudah menyiapkan semuanya!" jawab Yudistira.


Aisyah melihat mobil mewah milik suaminya sedang di siapkan oleh asisten peka nya sang Fauzi.


"Silahkan tuan!" kata Fauzi sambil membukakan pintu untuk tuan dan nona nya.


"Sayang,kamu masuk duluan.Ada yang harus aku bicarakan sama Fauzi!" kata Yudistira dan Aisyah hanya menurut dan masuk ke dalam mobil.


"Kau apakan pria tua itu?" tanya Yudistira berbisik.


"Belum di apa apakan tuan!" jawab Fauzi singkat dan hormat dengan menundukkan kepala.


"Apa kau sudah beri dia makan?" tanya Yudistira.

__ADS_1


"Sudah tuan!" jawab Fauzi.


"Nanti malam aku akan ke sana!" kata Yudistira.


"Baik tuan!" jawab Fauzi.


"Apa kau sudah tunangan bersama dokter muda itu?" tanya Yudistira.


"Emh be-belum tuan!" jawab Fauzi yang langsung gugup.


"Kenapa?" tanya Yudistira.


"Saya belum ada waktu tuan!" jawab Fauzi.


"Apa kau masih mencintai Reska?" tanya Yudistira dengan tatapan serius.


"Ti-tidak tuan!" jawab Fauzi.


"Jangan bohong!" bentak Yudistira.


"Sa-sa-saya tidak bohong tuan!" jawab Fauzi.


"Aku sendiri yang akan mengatur pertemuan kalian lusa! kamu harus langsung melamarnya.Om Akbar pasti akan merestui mu dan mertuaku juga akan merestui!" kata Yudistira.


"Tidak perlu tuan,saya akan menyiapkannya sendiri!" kata Fauzi.


"Kau ku pecat!" kata Yudistira datar.


"Tapi tuan,kenapa di pecat?" tanya Fauzi sudah dengan muka takut.


"Karena kau sudah berani membantahku!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Baik tuan,saya akan menuruti apa kata tuan!" kata Fauzi pasrah.


"Sekarang antar aku ke rumah mami!" kata Yudistira dan langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di samping istrinya.


__ADS_2