
Sesuai kata dokter,hari ini Aisyah dan bayinya boleh pulang,namun tetap Aisyah dan bayinya masih harus kontrol ke rumah sakit untuk mengecek keadaan mereka.
Yudistira sudah bahagia karena akhirnya istri dak anak nya bisa pulang dengan keadaan sehat kembali walaupun belum sepenuhnya.
Septi masih belum sadarkan diri dari koma.Dia mengalami luka dalam.Ada kemungkinan juga Septi akan tidak bisa berjalan dan akan mengalami amnesia.
Maklum rumah sakit itu milik Al-Bart,jadi Yudistira tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu besar.
Aisyah sudah berada di dalam mobil milik Yudistira sambil menggendong Syihab.Tapi,pandangannya kosong.
"Sayang,kamu mau makan dulu?" tanya Yudistira dan Aisyah hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Yudistira suaminya.
Tidak lama kemudian,mobil Yudistira sampai di pekarangan rumah Yudistira.
Riki turun duluan dan menyiapkan kursi roda untuk Aisyah yang memang belum bisa berjalan.Jidat Yudistira juga masih di perban akibat kecelakaan itu.
Yudistira menggendong Aisyah dan Syihab keluar dari dalam mobil secara bersamaan dan di dudukan di kursi roda.
Orang tua Aisyah yaitu papa Dimas dan mama Lena,orang tua Yudistira yaitu papi Kevin dan mami Reva di tambah Khaira,yang tangannya di genggam oleh Rizal adik kesayangan Aisyah.Kak Liana dan kak Syam juga ikut menyambut Aisyah tidak lupa para pembantu.
"Umiiiii!" Khai langsung berlari menghampiri Aisyah dan langsung memeluk uminya.
Aisyah tidak merespon apa yang Khai lakukan.Dia hanya melamun.Semua orang juga bertanya tanya.
__ADS_1
"Khai,masuk yu!" kata Yudistira.
Khai melepaskan pelukannya dengan wajah cemberut karena uminya yang dia sayang tidak membalas pelukannya.
"Umi kenapa?" tanya Khai.
Aisyah tidak menjawab pertanyaan putrinya itu.Tatapannya masih fokus lurus ke depan.
"Khai,umi kan baru sembuh,jadi umi masih sakit!" kata Yudistira mencoba menjelaskan agar Khai tidak salah paham.
Khai menatap bayi yang di gendong Aisyah yaitu Syihab yang sedang tidur dengan wajah damai.
"Abi,ini ade nya ai?" tanya Khai.
"Iya abi,dia lucu!" kata Khai.
"Ya sudah,kita masuk dulu yu?!" kata Yudistira.
"Iya abi!" jawab Khai.
Yudistira pun membawa Aisyah menuju orang tua mereka.Dengan sopan Yudistira mencium tangan semua orang tuanya termasuk kak Liana dan kak Syam.
Tidak dengan Aisyah,dia masih tetap melihat lurus ke depan dengan tatapan kosong.
__ADS_1
"Sayang,gak cium tangan dulu?" tanya Yudistira dan tidak ada jawaban dari Aisyah walaupun hanya gerakan.
"Gak apa Tira,bawa masuk dulu!" kata mami Reva.
"Iya mi!" jawab Yudistira.
Mereka semua pun masuk ke dalam rumah.Semua anggota keluarga duduk di ruang tengah.
"Tira,bawa Aisyah ke kamar! biarkan dia istirahat dulu!" kata mami Reva.
"Iya mi!" jawab Yudistira.
"Ai ikut! ai mau cama umi!" kata Khai.
"Khai,kamu tunggu dulu sini ya,biar umi istirahat dulu! kamu main dulu sama om Rizal ya!" kata mama Lena.
"Iya nek!" jawab Khai dengan lesu.
Yudistira langsung mematuhi perintah mami Reva membawa Aisyah ke kamar di lantai dua menggunakan lift.
"Sini,aku tidurkan dulu Syihab nya!" kata Yudistira sambil mengambil Syihab dari gendongan Aisyah dan menidurkan di sisi kanan ranjang.
Kemudian,Yudistira menggendong Aisyah dan membaringkan Aisyah di samping Syihab.
__ADS_1