Bidadari Bercadar

Bidadari Bercadar
Satria & Akval


__ADS_3

Tidak lama kemudian,seorang perawat wanita datang membawa baki yang di atasnya ada alat alat yang di butuhkan dokter Neta.


Perawat itu menyodorkan baki itu ke hadapan dokter Neta.


"Coba saya lihat dulu!" kata Yudistira dan merampas baki itu.


Yudistira meneliti obat yang akan di suntikan pada istrinya.Kemudian,dia mengambil hand phone di sakunya dan memotret obat itu.


Yudistira mengirimkan foto obat itu kepada dokter Satria,Dokter Satria adalah teman SMA Yudistira yang sekarang menjadi dokter pribadi keluarga Al-Bart.


'Apa khasiat obat ini?' tanya Yudistira di pesan chat setelah mengirimkan foto.


'Obat apa itu? coba foto tulisan tulisannya!' balas dokter Satria.


'Di sini tidak ada tulisan apapun!' Yudistira


'Kata dokter di sana itu untuk apa?' dokter Satria.


'Vaksin ibu hamil!' Yudistira.


'Jangan di berikan,aku akan mengirim vaksin yang benar,kamu sedang di mana?!' dokter Satria.


'Di Al-Bart Hospital!' Yudistira.


'Aku ke sana sekarang!' dokter Satria.


Yudistira menatap tajam pada dokter Neta dan perawat itu.


"Siapa kepala rumah sakit di sini?" tanya Yudistira dingin.


"D-do-dokter A-Akval tuan!" jawab perawat yang gugup dan semakin menunjukan bahwa dirinya salah.


"Panggil dia,katakan aku menunggunya!" kata Yudistira.

__ADS_1


"Ba-baik tuan,permisi!" perawat itu langsung pergi.


"Apa kau mengenalku?" tanya Yudistira ramah,atau pura pura ramah mungkin.


"Ah tentu tuan,saya sangat mengenal tuan,saya penggemar tuan!" jawab dokter Neta semangat.


"Siapa namamu?" tanya Yudistira.


Aisyah hanya diam melihat suaminya yang menjadi aneh.


"Saya Neta!" menyodorkan tangan.


Yudistira menatap intens pada tangan yang di ulurkan padanya itu.


"Ah maaf tuan!" dokter Neta menarik kembali tangannya setelah mendapat tatapan dari Yudistira.


"Siapa nama lengkap mu?" tanya Yudistira.


"Neta Meilani Keb!" jawab dokter Neta.


"Masuk!" kata Yudistira.


Aisyah buru buru menarik selimut dan menutup wajahnya.


"Ada yang perlu saya bantu tuan?" tanya dokter Akval si kepala rumah sakit.


"Tolong periksa obat ini,apa cocok untuk di berikan pada ibu hamil?" tanya Yudistira dan melempar obat yang dia pegang ke arah dokter Akval.Dokter itu menangkap obat yang di lemparkan Yudistira dengan sigap.


Dokter Akval memeriksa obat itu.Mencium baunya dan seketika keningnya berkerut.


"Dari mana tuan mendapatkan ini?" tanya dokter Akval.


Yudistira bukan menjawab,malah menatap ke dokter Neta.

__ADS_1


"Dari saya dok!" jawab dokter Neta.


"Tira!" dokter Satria tiba tiba masuk dengan nafas ngos ngosan karena lari mungkin.


"Kenapa kau cepat sampai?" tanya Yudistira.


"Aku ngebut takut obat itu kamu berikan pada orang hamil!" jawab dokter Satria.


"Hm,mana obat yang kau bawa?" tanya Yudistira.


"Selamat sore dok!" sapa dokter Satria pada dokter Akval.


"Sore tuan!" jawab dokter Akval.


"Siapa yang hamil Tira?" tanya dokter Satria.


"Istriku!" jawab Yudistira.


"Apa? Alhamdulillah kalau gitu,mana istrimu?" tanya dokter Satria.


"Tuh!" Yudistira menunjuk Aisyah dengan bibirnya.


"Ah,salam kenal euh,Aisyah yah?" tanya dokter Satria.


"Iya!" jawab Aisyah.


"Aku juga sudah punya anak!" kata Yudistira.


"Apa? bukankah kamu menikah baru satu tahun?" tanya dokter Satria.


"Punya anak gak perlu menikah bukan? tak perlu hamil juga punya anak,tuh dia lagi tidur!" kata Yudistira menunjuk ke arah kursi.


Bersambung...

__ADS_1


jangan lupa Follow instagram dan facebook Author ya,namanya AuthorSyiba...


__ADS_2